Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Temuan Baru, Kefir Kolostrum Bisa Bantu Pemulihan Pasien Virus Corona?

Temuan Baru, Kefir Kolostrum Bisa Bantu Pemulihan Pasien Virus Corona?

Temuan yang baru-baru baru dipublikasikan menyatakan bahwa kefir kolostrum bisa membantu pemulihan pasien virus corona. Benarkah demikian?

Virus corona hingga saat ini sudah menjangkiti lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia. Atas alasan tersebut, ahli dan peneliti semakin gencar melakukan beragam upaya untuk segera menemukan cara menyembuhkan virus corona.

Nah, kabar baiknya, baru-baru ini diketahui kalau manfaat kefir kolostrum bisa bantu proses pemulihan pasien virus corona. Penelitian tersebut dilakukan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati bekerja sama dengan Komunitas Kefir Indonesia (KKI). Bagaimana ceritanya? Berikut penjelasannya.

Kefir Kolostrum Sudah Dicoba ke Pasien Virus Corona

UIN Sunan Gunung Djati bersama KIK melakukan riset dan pengembangan kefir kolostrum serta pengujian bioaktivitasnya sebagai pangan fungsional probiotik, superfood.

"Kefir kolostrum ini diyakini sangat baik untuk mencegah dan membantu pasien COVID-19," ujar Ketua Umum KKI, Andang Kasriadi, seperti dikutip dari Detik.com, Jumat (17/4).

Andang juga mengatakan telah melakukan percobaan pada salah satu pasien orang dalam pengawasan (ODP), Neneng Andayani, asal Cianjur Selatan. Dia menuturkan, setelah rutin mengonsumsi kefir kolostrum, hasil swab yang bersangkutan akhirnya negatif.

Andang juga mengklaim telah melakukan percobaan pasien yang berdomisili di Bandung. Pasien tersebut dinyatakan positif COVID-19 pada akhir Maret.

Kemudian, pasien itu mulai minum kefir kolostrum sebanyak 3x150 ml. Pada 7 April, Andang mengungkapkan bahwa infus sudah dicabut dan batuk pun mereda.

"Pada 10 April diperiksa lagi dengan swab. Kemudian, pada 14 April dinyatakan sembuh dan magribnya pulang. Dengan ini, makin yakin bahwa kefir kolostrum mampu mengatasi COVID-19 dengan cukup cepat," dia menjelaskan.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

Ketua Laboratorium Terpadu UIN Sunan Gunung Djati, Tri Cahyanto, menyampaikan, pihaknya kini sedang menyiapkan kefir dan kefir kolostrum untuk tenaga kesehatan yang melayani pasien COVID-19 di Puskesmas Ciumbuleuit, Kota Bandung.

Dia berharap kefir dan kefir kolostrum tersebut dapat bantu menjaga imunitas tubuh para tenaga kesehatan.

1 dari 4 halaman

Apa Itu Kefir Kolostrum?

Menurut dr. Devia Irine Putri, kefir kolostrum adalah susu fermentasi yang diambil dari sapi. Kolostrum adalah cairan susu yang berasal dari kelenjar susu sapi yang baru beberapa hari pertama setelah melahirkan, sebelum air susu yang sebenarnya muncul.

Dilansir dari WebMD, kefir kolostrum mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan jenis protein spesifik yang disebut antibodi. Protein ini berfungsi melawan agen penyebab penyakit seperti bakteri dan virus.

Lebih istimewanya, kadar antibodi dalam kolostrum sapi bisa 100 kali lebih tinggi daripada susu sapi biasa.

Kefir kolostrum juga bisa diminum untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menyembuhkan cedera, memperbaiki kerusakan sistem saraf, meningkatkan mood dan perasaan sejahtera, memperlambat dan membalikkan penuaan, dan sebagai agen untuk membunuh bakteri dan jamur.

Biasanya, kefir kolostrum digunakan dalam rektum untuk radang usus besar (kolitis). Ini juga digunakan dalam vagina untuk mencegah HPV (human papilloma virus) dan untuk penipisan dinding vagina pada wanita setelah menopause.

Kefir kolostrum juga bisa diaplikasikan di mulut untuk mengurangi plak gigi dan mengobati radang mulut yang terkait dengan penyakit, seperti oral lichen planus dan sindrom Sjogren. Untuk mata, kolostrum sapi juga bisa diterapkan untuk mata kering.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 4 halaman

Manfaat Kefir Kolostrum

Ada beberapa manfaat kefir kolostrum yang bisa Anda dapatkan. Berikut beberapa di antaranya:

  • Meningkatkan Performa Atlet

Beberapa atlet menggunakan kefir kolostrum untuk membakar lemak, membangun otot tanpa lemak, meningkatkan stamina dan vitalitas, dan meningkatkan kinerja atletik. Kolostrum sapi juga tidak dimasukkan dalam daftar obat terlarang dari Komite Olimpiade Internasional.

  • Masalah Gastrointestinal

Kefir kolostrum dapat membantu mencegah masalah pencernaan yang disebabkan oleh obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Sebuah studi kecil yang diterbitkan pada 2001 pernah dilakukan terkait hal ini.

Peneliti menemukan bahwa kolostrum membantu melindungi dari kerusakan saluran cerna akibat penggunaan jangka panjang indometasin (NSAID yang biasanya digunakan untuk mengobati osteoartritis dan rheumatoid arthritis).

  • Mencegah Flu

Menurut sebuah penelitian kecil yang diterbitkan pada 2007, kefir kolostrum dapat membantu pencegahan flu. Peserta penelitian yang mengonsumsi suplemen kolostrum selama dua bulan, mengalami sakit flu tiga kali lebih pendek, dibandingkan orang yang tidak diberi suplemen.

Temuan serupa dijelaskan dalam sebuah studi pada 2016 dari Mesir. Responden anak-anak pada penelitian itu diberikan suplemen kolostrum harian selama dua bulan.

Anak-anak yang konsumsi kefir kolostrum memiliki 37% lebih sedikit infeksi saluran pernapasan atas daripada anak-anak yang tidak diberikan suplemen.

3 dari 4 halaman

Bisakah Kefir Kolostrum Bantu Penyembuhan Virus Corona?

Sampai saat ini, menurut dr. Devia, belum ada jurnal yang menegaskan bahwa kefir kolostrum bisa untuk penyembuhan virus corona. Akan tetapi, ia mengatakan kandungan probiotik dalam kefir kolostrum memang bagus untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

“Kunci utamanya sebenarnya adalah kandungan probiotik dalam kefir kolostrum. Kandungan itu dipercaya mampu meningkatkan imun seseorang,” ujar dia.

Hal ini juga sempat diungkap Dr. James Dekker, peneliti dari Australia yang aktif di lembaga riset Fonterra. Hanya saja, probiotik seperti diungkap Dekker berlaku untuk kekebalan umum, bukan untuk COVID-19.

"Probiotik dapat digunakan untuk mendukung kekebalan umum, belum spesifik pada pencegahan penyakit tertentu dalam populasi yang lebih luas," ujarnya.

Meski perlu dikukuhkan dalam penelitian dan kajian lainnya, hasil positif dari kefir kolostrum untuk pengobatan virus corona perlu diapresiasi. Setidaknya, melalui suplemen ini, imunitas tubuh menjadi lebih kuat untuk melawan penyakit.

KlikDokter bekerja sama dengan Kemenkes RI dan BNPB untuk menekan angka persebaran virus corona. Dapatkan informasi lengkap seputar COVID-19, baca artikel kesehatan di aplikasi KlikDokter. Anda juga bisa periksa kondisi pribadi dengan layanan Cek Corona Online

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar