Sukses

10 Ciri Botol Minuman Kemasan yang Aman untuk Kesehatan

Bukan cuma isinya, ada beberapa kunci penting yang perlu dicermati tentang botol minuman kemasan yang terjamin dan aman bagi kesehatan. Apa saja?

Klikdokter.com, Jakarta Botol minuman kemasan yang dijual di pasaran tak semuanya aman bagi kesehatan. Nah, supaya pilihan Anda aman dan terjamin, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan. Apa saja?

Sebagian besar tubuh manusia tersusun atas air. Karenanya, kecukupan air setiap hari wajib diperhatikan agak tidak mengalami dehidrasi. Berbagai ahli merekomendasikan untuk minum air sebanyak delapan gelas per hari (sekitar 1,5 liter) atau sesederhana minum saat haus.

Salah satu sumber minuman di sekitar adalah air minum dalam kemasan. Beberapa jenisnya yang ada di pasaran di antaranya:

  • Air Mineral

Tubuh manusia tak hanya terdiri dari banyak air, tapi juga berbagai mineral seperti natrium, kalium, kalsium, zink, magnesium, dan lain-lain. Air mineral merupakan air minum dalam kemasan yang mengandung berbagai mineral tersebut.

Bila diminum, Anda tak hanya dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh, tapi juga mineral.

  • Air Demineral atau Air Murni

Berbeda dengan air mineral, air demineral adalah air yang telah dipisahkan dari kandungan mineralnya, sehingga hanya menyisakan air murni saja atau H2O.

  • Air Alkali

Air alkali adalah jenis air yang mengandung pH lebih tinggi dari normal (biasanya pH-nya lebih dari 7). Kandungan pH dalam air biasanya 7 (netral), sedangkan air alkali bisa memiliki pH 8 atau 9.

Diklaim memiliki berbagai manfaat kesehatan, tetapi sebetulnya topik ini masih menjadi kontroversi.

  • Air Oksigen

Air oksigen adalah air yang ditambahkan dengan ekstra oksigen pada saat pengemasan. Penambahan ini diklaim memiliki berbagai manfaat terhadap kesehatan peminumnya, termasuk membantu pemulihan usai berolahraga dan mengeluarkan toksin dari tubuh.

Meski demikian, bukti-bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut masih sangat terbatas.

1 dari 3 halaman

Hal-hal tentang Botol Minuman Kemasan yang Wajib Diperhatikan

Bukan cuma jenis air minum dalam kemasan, Anda juga harus tahu jenis bahan kemasan plastik yang dipakai produsen untuk mengemas produk minumannya.

  • Polyethylene Terephthalate (PETE atau PET)

Jenis ini adalah plastik yang ringan dan semi kaku, sehingga tahan terhadap benturan, sehingga digunakan secara luas sebagai kemasan berbagai produk seperti air mineral, botol saus, botol vitamin, dan lain-lain.

  • High-Density Polyethylene (HDPE)

Jenis plastik ini berbahan keras dan buram, tetapi ringan dan kuat. Biasanya, HDPE dimanfaatkan untuk bahan pembuatan kemasan susu, botol cuka, sirop, dan sebagainya.

  • Polyvinyl Chloride (PVC)

Terdapat tambahan klorin sebagai salah satu bahannya, sehingga dapat bertahan lama baik secara biologis maupun kimiawi. Biasa digunakan sebagai kemasan obat-obatan.

  • Low-Density Polyethylene (LDPE)

Umumnya, kemasan berbahan LDPE lebih tipis dari beberapa jenis plastik yang lain, tetapi mampu bertahan dalam kondisi panas yang tinggi. Bahan ini biasa dipakai sebagai bahan kantong roti, kaleng kopi, soda, dan sebagainya.

  • Polypropylene (PP)

Jenis plastik ini cukup kaku, tapi lebih kuat dibandingkan dengan jenis bahan plastik lainnya. PP umumnya memiliki titik leleh yang tinggi, sehingga bisa dipakai di dalam microwave atau dibersihkan mesin pencuci piring.

  • Polystyrene (PS)

Merupakan jenis plastik keras, tidak berwarna, dan kaku. PS dapat diolah menjadi busa, ataupun dicetak dalam cetakan, dan diberikan detail halus seperti bahan sendok atau garpu plastik.

  • Polikarbonat atau Bioplastik Polylaktida (PLA)

PLA adalah jenis plastik yang dibuat dengan campuran lebih dari satu resin plastik. Jenis ini bisa digunakan untuk kemasan makanan, seperti tempat pendingin air, botol jus jeruk, kecap, atau gelas.

Sebagai informasi, PET) adalah bahan dasar kemasan air minum dalam kemasan yang dipakai secara luas. Jenis plastik ini sudah digunakan sejak empat dekade yang lalu, dan secara bertahan telah menggantikan peran PVC.

Bahan PET memungkinkan botol kemasan air minum dalam kemasan diproduksi dalam bentuk ringan, tidak mudah pecah, dan transparan, sehingga memberikan perlindungan yang maksimal terhadap air minum yang ada di dalamnya.

2 dari 3 halaman

Ciri-ciri Botol Minuman Kemasan yang Aman dan Sesuai Standar SNI

Pada tahun 2004, Badan Standardisasi Nasional (BSN) merilis berbagai persyaratan botol air minum dalam kemasan yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), yakni:

  1. Visual dan sifatnya tampak, dalam arti bersih, tidak ada benda asing yang menempel, tidak ada kerusakan seperti penyok, tidak retak, dan tidak ada goresan.
  2. Dalam hal bau dan rasa, kemasan tidak boleh menyebabkan perubahan terhadap bau dan rasa pada air minum di dalamnya.
  3. Kapasitas penuh (terhadap kapasitas nominal) minimal 101.
  4. Kompresi (top load) minimal 6.
  5. Kebocoran (leak test) tidak boleh ada alias tidak bocor.
  6. Pada drop test, tidak boleh  ada  bocor,  pecah,  maupun retak.
  7. Residu vinyl chlroride monomer (VCM) maksimal – ppm (putar per menit).
  8. Global migrasi maksimal 30 ppm.
  9. Total logam berat (Pb, Cd) yang termigrasi maksimal 1 ppm.
  10. Reduksi kalium perngamanat (KMnO4) maksimal 10 ppm.

Selain karakteristik di atas, pastikan juga botol minuman tidak mengandung bisphenol A (BPA). BPA biasanya digunakan agar botol tidak mudah rusak ketika jatuh dan membuatnya tampak jernih.

Nyatanya, BPA bisa berbahaya bagi kesehatan. Jika sampai masuk ke dalam tubuh, BPA bisa memengaruhi hormon endokrin yang berisiko mengganggu sistem reproduksi, pertumbuhan, dan penyakit metabolisme.

Bahaya lain dari BPA adalah bisa berperan sebagai xenoestrogen atau sintetik estrogen, yang pada jumlah tertentu bisa memicu berkembangnya kanker.

Selain itu, pastikan kemasan air minum dalam kemasan bersegel rapat, sehingga kesterilan dan keasliannya terjamin.

Jadi, saat membeli air minuman kemasan, jangan cuma isinya saja yang diperhatikan. Botol kemasannya pun juga harus memenuhi standar SNI untuk menjamin keamanannya bagi tubuh saat diminum. Jadi, jangan asal pilih, ya!

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar