Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Vaksin Saja Tidak Cukup untuk Melindungi dari Kanker Serviks

Vaksin Saja Tidak Cukup untuk Melindungi dari Kanker Serviks

Kanker serviks dapat dicegah dengan beberapa upaya. Salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi HPV. Ketahui lebih jauh mengenai vaksin HPV yang dapat membantu melindungi Anda dari kanker serviks.

Kanker serviks atau kanker mulut rahim adalah perubahan sel normal di mulut rahim menjadi sel kanker. Kanker ini dapat mempengaruhi jaringan yang lebih dalam dari mulut rahim dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis), seperti paru-paru, hati, kandung kemih, vagina, dan rektum. Salah satu cara untuk mencegah kanker serviks adalah dengan vaksinasi HPV.

Karena perkembangannya yang cenderung lambat, kebanyakan kasus kanker serviks dapat segera ditangani sebelum kondisi pasien semakin memburuk. Berbagai jenis dari human papillomavirus (HPV), salah satu virus penyebab penyakit menular seksual, telah diketahui menjadi penyebab utama dari kanker serviks.

Terdapat lebih dari 200 jenis HPV namun hanya beberapa jenis yang dapat menyerang manusia, termasuk HPV subtipe 16 dan 18, penyebab 70 persen kasus kanker serviks secara global. Selain dua subtipe tersebut, HPV subtipe 45 dan 52 ternyata juga sering menjadi penyebab kanker serviks di Indonesia.

Sebenarnya, sistem pertahanan tubuh manusia dapat mencegah virus ini menyerang tubuh kita. Namun pada sejumlah orang, virus tersebut dapat bertahan hingga beberapa tahun dan secara bertahap menyebabkan sel normal di serviks berubah menjadi sel kanker. Beberapa kelompok wanita yang berisiko lebih besar menderita kanker serviks, yaitu:

  • Telah melakukan hubungan seks di usia kurang dari 16 tahun
  • Memiliki lebih dari satu pasangan hubungan seks
  • Ada riwayat meminum pil KB, utamanya lebih dari 5 tahun
  • Perokok aktif
  • Memiliki sistem imun yang lemah
  • Memiliki penyakit menular seksual

Gejala yang dialami penderita kanker serviks sangat bervariasi, tergantung dari tingkat keparahan kanker. Mulai dari tanpa gejala di stadium awal, nyeri saat berhubungan seks, pendarahan vagina yang abnormal setelah berhubungan seksual, hingga rasa nyeri hebat di bagian vagina.

1 dari 3 halaman

Kanker serviks dapat dicegah

Jumlah penderita kanker serviks semakin lama semakin menurun, berkat semakin akuratnya metode skrining, seperti tes HPV, dan adanya vaksin untuk HPV yang dapat mencegah Anda terinfeksi virus HPV. Diperkenalkan pertama kali di Amerika pada tahun 2006, saat ini berbagai vaksin HPV telah digunakan luas hampir di seluruh negara termasuk Indonesia.

Efektivitasnya sungguh luar biasa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa vaksin HPV efektif 70-90% dalam mencegah infeksi virus HPV tipe 16 dan 18, penyebab utama kanker serviks. Selain itu, efek samping yang ditimbulkan dari vaksin ini sangatlah minimal. Biasanya berupa rasa nyeri dan kemerahan di area suntikan.

Namun, vaksin HPV yang ada saat ini hanya melindungi Anda dari HPV tipe 16 dan 18. Sedangkan di Indonesia, ada dua subtipe lain yang sering menjadi penyebab kanker serviks, yaitu HPV tipe 45 dan 52

Beberapa jenis vaksin HPV di Indonesia

Terdapat dua jenis vaksin HPV, yaitu:

  • Vaksin HPV bivalent

Sesuai namanya, vaksin HPV bivalent dapat mencegah invasi dua jenis virus HPV, yaitu tipe 16 dan 18. Contohnya adalah Cervarix.

  • Vaksin HPV quadrivalent

Vaksin HPV quadrivalent tak hanya dapat mencegah virus HPV tipe 16 dan 18, tetapi juga tipe 6 dan 11 – tipe virus yang menyebabkan penyakit kutil kelamin. Contoh vaksin HPV quadrivalent adalah Gardasil.

Selain kedua vaksin tersebut, masih ada satu jenis vaksin yang dapat mencegah sembilan jenis virus HPV, yaitu Gardasil 9. Namun, sampai tulisan ini dibuat, vaksin tersebut belum beredar di Indonesia.

2 dari 3 halaman

Yang disarankan dan tidak disarankan untuk melakukan vaksin HPV

Advisory Committee on Immunization Practises (ACIP) memberikan rekomendasi terkait vaksin HPV:

  • Anak-anak dan dewasa usia 9-26 tahun

Vaksin HPV telah dapat diberikan mulai usia 9 tahun, dan sangat direkomendasikan dilakukan pada usia 11 atau 12 tahun. Vaksin HPV direkomendasikan oleh semua wanita hingga usia 26 tahun.

  • Wanita dewasa usia 27-45 tahun

Walaupun FDA membolehkan pemberian vaksin pada wanita usia di atas 26 tahun, namun tidak begitu direkomendasikan oleh ACIP. Karena pada usia tersebut, kebanyakan wanita telah terekspos virus HPV, sehingga pemberian vaksin HPV akan kurang efektif.

  • Wanita hamil

Sebaiknya, vaksin HPV tidak dilakukan pada saat hamil.

Masih perlukah skrining kanker serviks setelah melakukan vaksin?

Perlu diingat bahwa vaksin HPV, baik Cervarix ataupun Gardasil, tidak memberikan perlindungan 100% terhadap kejadian kanker serviks. Vaksin hanya 100% efektif melindungi jika Anda belum berhubungan seksual.

Jika sudah berhubungan seksual, hal terbaik yang bisa menjadi pilihan untuk mencegah kanker serviks adalah dengan rutin melakukan skrining kanker serviks. Dengan ini, kanker serviks dapat dideteksi sedini mungkin, dan jika dideteksi lebih dini, kemungkinan untuk sembuh juga lebih besar.

Salah satu bentuk skrining yang Anda bisa lakukan adalah dengan mendeteksi keberadaan virus HPV di tubuh Anda atau biasa disebut tes HPV. Seperti yang telah dijelaskan, virus HPV adalah penyebab utama terjadinya kanker serviks. Dengan mendeteksi keberadaan virus HPV, Anda bisa segera mengantisipasi munculnya kanker serviks sedini mungkin. Anda direkomendasikan untuk melakukan  tes HPV sekali dalam tiga tahun. Karena setelah periode tiga tahun tersebut, Anda bisa saja terpapar kembali oleh virus ini.

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar