Sukses

Ini Penyebab Trombosit Turun Saat DBD

DBD erat kaitannya dengan penurunan kadar trombosit dalam darah. Simak penyebab trombosit turun pada penyakit ini!

Penyakit yang disebabkan infeksi virus dari gigitan nyamuk ini memiliki angka kejadian yang cukup tinggi di Indonesia, apalagi saat musim hujan. Penderita DBD (demam berdarah dengue) memiliki gejala yang khas, yaitu demam tinggi, nyeri otot dan sendi, juga penurunan kadar trombosit pada pemeriksaan darah. Namun, apa penyebab trombosit turun pada penyakit ini?

Sekilas tentang demam berdarah

Demam berdarah atau disingkat DBD adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang membawa virus dengue. Menurut data, kurang lebih sekitar 400 juta orang terkena penyakit DBD setiap tahunnya di dunia. Kebanyakan kasus pun berada pada negara dengan iklim sub-tropis dan tropis, salah satunya Indonesia.

DBD termasuk penyakit menular dengan angka kematian yang cukup tinggi, dan penularannya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini suka pada lingkungan yang kotor dan air tergenang yang bisa dijadikan tempat untuk berkembang biak. Mereka dapat hidup di mana saja pada lingkungan kita, seperti rumah, kantor, sekolah, tempat ibadah dan tempat umum lainnya.

1 dari 3 halaman

Gejala DBD yang perlu diperhatikan

Bila Anda digigit oleh nyamuk yang terinfeksi virus dengue ini, gejalanya tidak langsung muncul. Melainkan sekitar 4-7 hari setelah tergigit dan dapat bertahan sampai 10 hari. Gejala yang timbul berupa demam tinggi, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, nyeri pada belakang mata, lemas, nafsu makan menurun, mual, muntah, dan bisa timbul bintik- bintik kemerahan pada tubuh.

Gejala yang timbul pada setiap orang bisa berbeda-beda. Misalnya, ketika baru pertama kali terkena DBD, akan muncul gejala ringan seperti di atas. Namun, bagi orang yang sudah pernah terkena atau terlambat ditangani, bisa timbul gejala berat seperti perdarahan pada hidung dan gusi, kencing berdarah, pembesaran organ hati, kegagalan sistem sirkulasi, syok dan bahkan sampai menyebabkan kematian.

2 dari 3 halaman

Penyebab trombosit turun pada DBD

Selain melihat gejala khas yang timbul pada penderita demam berdarah, untuk mendiagnosis secara pasti juga dibutuhkan pemeriksaan darah. Dalam pemeriksaan ini akan terlihat kadar trombosit yang rendah ( < 100.000 per mikroliter darah) dan hematokrit atau kekentalan darah yang meningkat.

Trombosit berfungsi untuk menghentikan perdarahan saat terjadi luka atau kerusakan pada pembuluh darah. Kekurangan trombosit menyebabkan darah sulit membeku dan ini merupakan hal yang berbahaya bagi penderita DBD, dimana penderitanya rentan terkena perdarahan.

Trombositopenia atau kadar trombosit rendah dapat menimbulkan gejala seperti mimisan, gusi berdarah, muntah darah, kencing berdarah, menstruasi yang banyak, dan lain-lain.

Penyebab trombosit turun saat DBD diduga karena virus dengue yang masuk ke pembuluh darah penderita menyebabkan kematian sel trombosit menjadi lebih cepat. Kondisi ini membuat trombosit cepat menggumpal akibat kerusakan lapisan pembuluh darah, serta menyebabkan penurunan produksi trombosit di sumsum tulang.

Jika keadaan trombosit turun ini tidak segera diatasi, terutama pada penderita DBD yang mengalami perdarahan, bisa terjadi risiko perdarahan yang masif sampai mengancam jiwa.

Demikian penjelasan mengenai penyebab trombosit turun saat DBD. Penanganan yang cepat dan tepat dengan terapi rehidrasi akan mengurangi risiko perdarahan serta kematian. Pastikan Anda banyak minum dan mencukupi kebutuhan cairan ketika terkena DBD, terutama cairan yang mengandung elektrolit agar dapat cepat diserap oleh tubuh dan mengatasi trombositopenia yang terjadi.

Jika masih ada pertanyaan mengenai DBD bisa langsung klik tanya dokter. Dokter kami segera menjawab pertanyaan Anda.

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar