Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Makanan Ekstrem Ini Digembar-gemborkan Kaya akan Protein, Faktanya?

Makanan Ekstrem Ini Digembar-gemborkan Kaya akan Protein, Faktanya?

Sumber protein beragam, tapi ada saja yang mengonsumsi makanan ekstrem seperti ular atau buaya karena katanya mengandung tinggi protein. Apa benar?

Daging unggas, sapi, hingga seafood merupakan makanan yang mengandung protein yang enak, sehat, dan umum ditemukan. Namun, ada saja yang suka makanan sumber protein hewani yang ekstrem. Misalnya, belalang, ular, atau buaya karena katanya tinggi protein.

Protein merupakan nutrisi penting yang berfungsi sebagai penyusun sel-sel tubuh. Tak hanya itu, fungsi penting lainnya juga termasuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Dalam kehidupan sehari-hari, sumber protein hewani yang umum di pasaran adalah daging ayam, bebek, sapi, domba, telur ayam, ikan, udang, atau cumi. Sementara itu, sumber protein nabati bisa dari kacang kedelai dan kacang-kacangan lainnya.

Makanan Ekstrem yang Disebut-sebut Tinggi Kandungan Protein

Ternyata, di luar pilihan sumber protein di atas, ada saja orang yang makanan yang tak biasa untuk dijadikan sebagai sumber protein. Makanan yang tergolong ekstrem tersebut antara lain:

  1. Belalang Goreng

Tak perlu jauh-jauh ke Thailand untuk menemukan sajian ini. Pasalnya, belalang goreng (atau disebut sebagai welang goreng) juga dikonsumsi di beberapa wilayah di Jawa.

Selain Indonesia dan Thailand, belalang juga diketahui disantap di negara lainnya seperti Meksiko, Tiongkok, dan beberapa negara di Afrika.

Ada yang bilang, rasa daging belalang mirip udang. Entah benar atau tidak, bagaimana kandungan nutrisinya?

Belalang diketahui mengandung sekitar 40 persen protein, 40 persen lemak, 10-15 persen lemak, serta 5 persen karbohidrat.

Dalam 100 gram penyajian, belalang goreng mengandung 14 gram protein dan hampir menyamai kandungan yang terdapat dalam ikan salmon dan porsi penyajian yang sama, yaitu 20 gram protein.

Artikel lainnya: Benarkah Serangga Cocok Jadi Sumber Protein?

  1. Larva Ulat Sutra Goreng

Meski sebagian besar orang jenis makanan ini tergolong ekstrem (baca: menjijikkan), tetapi larva ulat sutra goreng punya cukup banyak peminat.

Dari segi protein, nilai proteinnya tidak sebesar belalang. Namun, bila dilihat dari porsinya, 100 gram larva ulat sutra goreng mengandung sekitar 10 gram protein, 5 gram lemak, dan 2 gram karbohidrat.

Ternyata, kandungan protein tersebut hampir setara dengan 100 gram daging bebek yang dimasak matang. Menarik, ya?

  1. Daging Ular

Ular merupakan hewan kelompok reptilia yang keberadaannya tersebar di seluruh dunia dan beberapa di antaranya tergolong mematikan. Meski mengandung protein yang membuatnya “pantas” untuk disantap, tetapi konsumsinya bisa dibilang tidak lazim.

Beberapa negara di Asia seperti Tiongkok, Vietnam, termasuk Indonesia memperjualbelikan ular untuk disantap. Di luar dari rasanya, bagaimana dengan kandungan nutrisinya?

Walaupun kandungan proteinnya tergolong tidak banyak, yaitu sekitar sepertiga daging sapi (setara dengan 8-10 gram protein), tapi daging ular mengandung karbohidrat, vitamin A, serta B1 dan B2.

Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa ada beberapa kasus reaksi alergi yang dicetuskan dari konsumsi daging ular.

Artikel lainnya: Makan Daging Ular, Apa Risikonya bagi Kesehatan?

  1. Daging Penyu

Daging penyu (kura-kura laut) juga masuk dalam jajaran makanan esktrem atau “eksotis”, dikonsumsi karena dipercaya dapat meningkatkan vitalitas. Padahal, itu hanya mitos.

Penangkapan dan konsumsi penyu juga hingga kini juga masih diperdebatkan apakah itu ilegal atau tidak.

Dari aspek nutrisi, dalam satu mangkuk sup daging penyu, terkandung protein yang hampir setara dengan daging sapi, yaitu sekitar 30 gram protein. Selain itu, kandungan lemaknya juga tergolong tinggi, yaitu 9 gram lemak dan 80 mg kolesterol.

Untuk yang punya masalah kolesterol tinggi, konsumsi daging penyu (makin) tidak disarankan.

Artikel lainnya: Ini Manfaat dan Bahaya Makan Daging Kelelawar

  1. Daging Buaya

Bukan hanya kulitnya yang dimanfaatkan untuk membuat tas, dompet, atau aksesori lainnya, tetapi daging buaya juga cukup banyak dikonsumsi.

Sebagai contoh, di Thailand, daging buaya cukup digemari dan cukup mudah ditemukan di pinggir jalan (street food).Faktanya, nutrisi daging buaya tak kalah tinggi dibanding daging sapi.

Dalam 100 gram daging buaya, terdapat 26 gram protein, 1 gram lemak, dan 100 kalori. Jika dibandingkan dengan daging sapi, nilai proteinnya tak berbeda jauh, yaitu sekitar 30 gram dengan porsi yang sama.

Walaupun mengandung kadar protein yang tinggi, tetapi konsumsi daging buaya perlu diwaspadai karena—sama seperti ular—bisa menimbulkan reaksi alergi.

Mencari sumber makanan tinggi protein sebaiknya yang “mainstream” dan banyak ditemukan di pasaran saja. Bila makanan ekstrem seperti yang disebutkan di atas atau daging hewan liar lainnya, dikhawatirkan ada penyakit yang tak terdeteksi, sehingga ada potensi terjadinya zoonosis atau infeksi penyakit terhadap manusia.

Anda masih bingung soal makanan ekstrem? Langsung tanyakan dalam fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter. Jangan sampai salah makan ataupun berlebihan mengonsumsinya, ya.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar