Sukses

Cegukan Terus-menerus Tanda Stroke? Ini Faktanya

Cegukan mungkin menjadi hal biasa yang cukup umum dialami banyak orang. Namun tahukah Anda bahwa cegukan bisa menjadi salah satu tanda stroke?

Cegukan merupakan suatu kondisi di mana munculnya suara aneh yang tiba-tiba muncul dari tubuh tanpa adanya pertanda khusus sebelumnya. Bila terjadi terus-menerus, cukup mengganggu dan bikin lelah bukan?

Seringkali, munculnya cegukan dianggap sebagai tanda seseorang kurang minum. Cara mengatasinya biasanya dengan banyak minum atau bahkan menahan napas hingga satu menit. Benarkah demikian?

Kondisi cegukan pada setiap orang bisa berbeda. Bisa hanya sekali atau dua kali. Namun tidak jarang juga lebih dari itu dan dapat sangat mengganggu aktivitas.

Cegukan dapat disebabkan oleh faktor fisik dan emosional. Yuk kita cari tahu lebih lanjut!

Mengapa Seseorang Bisa Cegukan?

Pada dasarnya, seseorang mengalami cegukan karena ada iritasi pada persarafan yang menghubungkan otak dengan diafragma, hal yang memicu kondisi tersebut antara lain:

  • Makan terlalu banyak atau terlalu cepat.
  • Merasa gugup atau bersemangat.
  • Konsumsi minuman bersoda atau beralkohol.
  • Stres.
  • Perubahan suhu tiba-tiba.
  • Menelan udara ketika mengunyah permen karet.

Berbagai kondisi di atas memang dapat menyebabkan cegukan, namun biasanya tidak berlangsung lama. Bila mengalami cegukan terus-menerus, mungkin terdapat kecurigaan adanya penyebab lain.

Hal ini dapat ditemukan pada kasus:

  • Ensefalitis.
  • Meningitis.
  • Diabetes.
  • Gagal ginjal.
  • Penggunaan obat steroid.

Artikel lainnya: Sering Cegukan? Waspada Penyakit Mematikan

1 dari 5 halaman

Cara Mengatasi Cegukan

Ketika mengalami cegukan, seringkali solusi yang disarankan banyak orang adalah minum banyak air, menahan napas selama satu menit, atau bahkan berusaha dikagetkan oleh orang lain!

Pada beberapa orang, mungkin hal ini dapat berhasil. Namun, secara medis belum ada penelitian yang membuktikan efektivitas cara-cara tersebut untuk mengatasi cegukan.

Di sisi lain, dunia medis menyatakan bahwa kondisi cegukan dapat diatasi dengan bernapas di dalam paper bag atau plastik. Sehingga, karbon dioksida (CO2) yang dikeluarkan ketika menghela napas dapat dihirup kembali.

Kadar CO2 di dalam paru-paru dapat meningkat dan diafragma menjadi relaks. Cegukan pun dapat hilang! Jika cara tersebut masih tidak dapat mengatasi cegukan, maka kemungkinan Anda harus melakukan pemeriksaan diri ke dokter.

Artikel lainnya: Cegukan Saat Puasa, Bagaimana Mengatasinya?

2 dari 5 halaman

Kapan Harus ke Dokter Ketika Mengalami Cegukan?

Sebagian besar kondisi cegukan dapat hilang dalam waktu singkat. Namun kalau masih terus dialami dan dirasa cukup mengganggu, tidak ada salahnya untuk periksa ke dokter.

Sebaiknya segera konsultasikan kondisi cegukan ketika mengalami keadaan seperti:

  • Terjadi lebih dari dua hari.
  • Cegukan cukup berat sehingga mengganggu makan, bernapas, dan tidur.
  • Adanya keluhan nyeri perut, demam, sesak napas, muntah, atau batuk yang disertai darah.
3 dari 5 halaman

Cegukan Salah Satu Tanda Stroke!

Meski biasanya disebabkan oleh hal kecil, namun cegukan bisa juga menjadi salah satu tanda seseorang mengalami stroke. Bagaimana bisa?

Stroke sangat identik dengan kelemahan di salah satu sisi bagian tubuh. Tidak jarang juga disertai dengan kelemahan pada salah satu sisi wajah, sehingga bisa menyebabkan seseorang menjadi cadel.

Nah, cegukan juga bisa menjadi salah satu tanda gejala stroke yang harus disadari. Tidak seperti yang biasanya, cegukan pada penderita stroke biasanya disertai rasa nyeri.

Cegukan dalam penyakit stroke juga dapat disertai dengan gejala lain seperti:

  • Nyeri dada.
  • Rasa kebas dan kesemutan.
  • Penglihatan buram.
  • Sakit kepala.

Fakta bahwa cegukan merupakan salah satu tanda stroke merupakan hal yang belum sering didengar oleh banyak orang. Melansir dari Prevention, berdasarkan riset yang dilakukan pada 1000 wanita, hanya sekitar 10% yang mengetahui mengenai fakta ini.

Cegukan pada orang yang mengalami stroke memang tidak akan berdiri sendiri. Pasti ada gejala lain yang menyertai, namun tidak disadari oleh orang tersebut.

Oleh karena itu, ketika mengalami cegukan yang berkepanjangan, sebaiknya melakukan pemeriksaan diri ke dokter untuk mengetahui kemungkinan penyebab keluhan tersebut. Terlebih bila cegukan disertai dengan keluhan khas stroke.

Artikel lainnya: Kenali Cara Menghentikan Cegukan

4 dari 5 halaman

FAST (Facial drooping, Arm weakness, Speech Difficulties and Time)

Di luar negeri, terdapat istilah F.A.S.T yaitu gejala stroke yang harus diwaspadai dan penderita harus segera dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD). Agar, dapat ditangani secepatnya sebelum melewati golden period penanganan stroke yang dapat menentukan keberhasilan terapi.

  • Face-drooping (F)

Kelemahan pada salah satu sisi wajah. Hal ini sering ditandai dengan kesulitan mengangkat alis pada salah satu sisi dan tidak dapat tersenyum, sehingga menunjukkan wajah yang tidak simetris.

  • Arm Weakness (A)

Kelemahan pada salah satu sisi anggota gerak tubuh. Dapat berupa kelemahan pada sisi kanan maupun sisi kiri.

  • Speech Difficulty (S)

Ini adalah gangguan bicara. Selain karena adanya gangguan pada wajah yang tidak simetris, gangguan pada otot-otot yang membantu untuk bicara pada pasien stroke juga menyebabkan cadel.

  • Time (T)

Untuk menangani kasus stroke, waktu adalah faktor yang sangat penting! Golden period untuk menangani kasus stroke adalah sekitar 3-4,5 jam setelah munculnya gejala. Setelah dari waktu tersebut, keberhasilan terapi akan semakin menurun.

Dengan menyadari gejala stroke sedini mungkin, maka akan sangat membantu keberhasilan terapi yang dilakukan. Pencegahan terhadap berbagai komplikasi yang mungkin dialami juga lebih baik.

Oleh karena itu, ketika mengalami cegukan terus-menerus, lebih baik tanya dengan dokter untuk menyingkirkan kemungkinan stroke yang ada. Konsultasi bisa dilakukan dengan mudah dan cepat lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter!

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar