Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kawat Gigi Keramik vs Stainless Steel, Mana yang Lebih Baik?

Kawat Gigi Keramik vs Stainless Steel, Mana yang Lebih Baik?

Sebelum pasang kawat gigi atau behel, Anda tentu perlu mengenal jenis-jenisnya. Antara kawat gigi keramik vs stainless steel mana yang lebih baik?

Mau pasang kawat gigi supaya gigi lebih rapi? Pilihannya beragam bergantung pada bahan maupun metode pemakaiannya. Dua di antaranya kawat gigi keramik dan kawat gigi stainless steel atau logam. Kira-kira mana yang paling pas buat Anda?

Perlu diperhatikan bahwa dengan mengenal jenisnya, Anda bisa lebih mudah memilih behel sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. Baik dari segi estetika maupun kesehatan rongga mulut.

Makin ke sini, pemakaian kawat gigi makin umum dijumpai, dari mulai remaja hingga dewasa. Pasalnya, semua orang ingin giginya tersusun rapi sehingga tingkat kepercayaan diri pun meningkat.

Kawat gigi punya dua pilihan, yaitu kawat gigi yang terbuat dari stainless steel (atau disebut juga metal bracket) dan kawat gigi yang terbuat dari porselen (atau dinamakan ceramic bracket).

Dalam menentukan jenis bracket yang akan dipakai, maka Anda perlu tahu perbedaan, keuntungan hingga kerugian di antara keduanya.

1 dari 3 halaman

Keuntungan dan Kerugian Kawat Gigi Keramik

Keuntungan:

  • Warnanya transparan atau sewarna gigi, sehingga pemakainya hampir tak terlihat sedang menggunakan behel.
  • Dengan adanya wire atau kawat yang warnanya clear, membuat warnanya tambah menyatu dengan gigi.
  • Cocok digunakan pada orang yang mementingkan estetika dalam pekerjaannya, misalnya dalam bidang pemasaran atau marketing, human atau public relation, selebritas, atau berdasarkan preferensi masing-masing.
  • Merapikan gigi dengan perlahan, tetapi kerjanya tetap efektif.
  • Pilihan yang tepat bila alergi terhadap logam.
  • Karena warnanya bening atau translusen, maka tidak akan terlihat dalam foto rontgen.

Artikel lainnya: 6 Hal yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mengenakan Kawat Gigi

Kerugian:

  • Harga pemasangan awalnya lebih mahal dibandingkan dengan kawat gigi stainless steel. Untuk kontrol seterusnya setiap 2-3 minggu sekali, dan biayanya umumnya sama dengan kawat gigi stainless steel.
  • Komponen bagian wing-nya lebih mudah patah dan tertelan, sehingga tidak cocok untuk Anda yang punya hobi olahraga yang butuh kontak fisik.
  • Dalam beberapa kasus, kawat gigi bisa melukai atau mengiritasi bibir bagian dalam. Selain itu, beberapa pengguna mengeluhkan rasa kurang nyaman karena ukurannya yang lebih besar dibanding kawat gigi stainless steel.
  • Jangka waktu pemakaian lebih lama. Ini karena proses menggerakkan gigi ke posisi yang diinginkan dilakukan sedikit demi sedikit.
  • Tidak semua tahap perawatan bisa dilakukan dengan kawat gigi keramik.
  • Enamel gigi bisa rusak saat behel keramik dilepas, karena sifat keramik yang sangat keras.
  • Karena ukurannya yang lebih besar, maka kawat gigi lebih sulit untuk dibersihkan. Kondisi ini berisiko menyebabkan karies gigi yang tidak diatasi dengan benar bisa sebabkan gigi berlubang.
  • Karet elastis transparan dapat berubah warna akibat makanan tertentu dan tidak bisa dibersihkan, sehingga harus diganti.

Artikel lainnya: Cara Tepat Atasi Kawat Gigi Longgar

2 dari 3 halaman

Keuntungan dan Kerugian Kawat Stainless Steel

Keuntungan:

  • Harga pemasangan awal kawat gigi stainless steel atau behel logam lebih murah dibanding kawat gigi keramik.
  • Ukuran bracket semakin berkembang—semakin kecil, tetapi tetap efektif dalam merapikan gigi.
  • Ukuran behel yang lebih kecil membuat mulut penggunanya tidak terasa penuh.
  • Bisa digunakan untuk kasus gigi yang sulit, karena dapat menerima tekanan yang besar.

Kerugian:

  • Secara estetika cenderung kurang—mulut terlihat seperti penuh logam dan tampak gelap.
  • Sangat terlihat ketika tersenyum, tertawa, atau berbicara.
  • Kurang cocok untuk orang-orang dengan pekerjaan seperti selebritas, model, pramugari, atlet, atau pemain alat musik tiup.
  • Terutama pada atlet yang banyak melakukan kontak fisik, penggunaan kawat gigi berbahan logam ini berisiko menyakiti area rongga mulut.

Pemilihan kawat gigi keramik dan kawat gigi stainless steel harus memperhatikan poin-poin untung rugi di atas serta budget. Pasalnya, perawatan dengan behel biasanya berlangsung selama 1-2 tahun.

Itu karenanya, pilih yang sesuai dengan kondisi kantong sehingga perawatan gigi bisa sampai tuntas. Ini daripada putus di tengah jalan akibat kendala biaya.

Agar tak salah pilih, konsultasikan dengan dokter gigi, terutama spesialis ortodonti, agar pilihan kawat gigi, baik keramik maupun stainless steel, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Merapikan gigi memang butuh usaha dan biaya.

Namun, nantinya gigi yang rapi akan membuat senyum menawan, meningkatkan penampilan dan rasa percaya diri. Ini membantu menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut. Bila Anda ingin tahu seputar kawat gigi keramik bisa langsung cek fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar