Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ini Tahapan Pubertas Anak Laki-Laki yang Perlu Diketahui

Ini Tahapan Pubertas Anak Laki-Laki yang Perlu Diketahui

Masa pubertas adalah fase terpenting dalam pertumbuhan anak Anda. Mari ketahui apa saja fase pubertas yang akan dilalui oleh anak laki-laki.

Setiap manusia pasti mengalami yang namanya pubertas, tak terkecuali laki-laki. Pubertas seseorang juga bukan hanya dilalui satu momen saja, karena ada tahapan-tahapannya.

Daripada penasaran, yuk, simak apa saja tahapan pubertas pada anak laki-laki yang perlu diketahui.

Apa itu Pubertas?

Pubertas adalah fase penting dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang. Biasanya, pubertas ini dialami pada usia anak-anak menjelang remaja. Buat orang tua, penting untuk mengetahui kapan saat-saat menjelang remaja, perubahan apa yang terjadi pada anak, dan bagaimana cara menghadapinya.

"Saat anak mengalami pubertas, terjadi lonjakan hormon yang memicu percepatan pertumbuhan dan pematangan organ seksualnya," ujar dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter.

Lebih lanjut, dr. Reza Fahlevi menyebutkan, bahwa pubertas penting dalam tahap perkembangan anak karena tahap pertumbuhan ini adalah masa peralihan menuju dewasa. Selain pematangan fungsi seksual, terjadi pula lonjakan pertumbuhan, terutama pertambahan tinggi badan anak selama masa pubertas.

Artikel Lainnya: Pubertas Kedua pada Pria, Mitos atau Fakta?

Tahapan Pubertas pada Anak Laki-laki

Secara normal, pubertas pada anak laki-laki terjadi pada usia 9-14 tahun. Mari ketahui apa saja tahapannya ketika itu terjadi pada anak laki-laki Anda.

  1. Bentuk Tubuhnya Berubah

Masa-masa pubertas bisa dilihat ketika tubuh anak laki-laki Anda mulai tumbuh. Namun, sesaat sebelum itu terjadi, berat badan anak laki-laki Anda bertambah dan ini bisa dilihat dari bagian lengan dan kakinya yang mulai membesar.

Selanjutnya, mungkin ada lonjakan pertumbuhan tinggi badan saat buah hati berusia sekitar usia 13 tahun. Anda juga bisa memperhatikan bagian bahu anak yang melebar dan otot-ototnya yang semakin membesar akibat masa pubertas.

  1. Mulai Berkeringat, Tumbuh Rambut, dan Jerawat

Mulai menjaga kebersihan tubuh dan area pribadi mungkin merupakan salah satu tahapan pubertas pada anak laki-laki. Anak yang pubertas bisa diperhatikan semenjak tubuhnya mulai lebih banyak mengeluarkan keringat dan bau badannya sudah muncul.

Kemungkinan anak juga akan bertanya beberapa hal tentang cara mencukur bulu yang tumbuh dari wajahnya atau bagaimana cara pakai deodorant.

Tidak lupa juga, meningkatnya hormon anak laki-laki dapat menghasilkan minyak berlebih pada kulitnya, ia pun rentan jerawatan. Nah, masa dan tanda pubertas inilah merupakan waktu yang tepat untuk orang tua memperkenalkan perawatan kulit yang baik.

Ajarkan cara sederhana untuk mencuci muka pakai sabun wajah sesuai jenis kulitnya maksimal 2 kali dalam sehari.

  1. Penis dan Testisnya Mulai Tumbuh Membesar

Pubertas identik ditandai dengan pertumbuhan testis, rambut kemaluan, dan buah zakar anak laki-laki yang semakin membesar. Lalu, sekitar sepertiga dari anak laki-laki memiliki benjolan kecil mutiara, yang disebut papula, pada penis mereka. Benjolan ini terlihat seperti jerawat, normal, dan tidak berbahaya, meskipun bersifat permanen.

  1. Mimpi Basah

Menurut dr. Reza Fahlevi, mengalami mimpi basah adalah tanda utama pubertas pada laki-laki. Selain itu, anak Anda mungkin akan mengalami ereksi pada malam hari dan ini dapat terjadi dengan atau tanpa mimpi basah.

Ada baiknya orang tua sudah menjelaskan perihal maksud mimpi basah sebelum mereka merasakannya. Ini sangat membantu anak memahami perubahan apa yang mulai terjadi di dalam tubuhnya, sehingga ia tahu itu bukan mengompol. Katakan juga pada anak, bahwa mimpi basah hanyalah bagian lain dari pubertas dan itu akan hilang dengan sendirinya

Artikel Lainnya: Tips Mempersiapkan Anak Perempuan Memasuki Pubertas

  1. Perubahan Suara

Suara anak laki-laki yang semakin nge-bass adalah tanda-tanda ia berada di tahap pubertas.

Suara yang menjadi lebih berat ini terjadi karena massa atau berat volume pita dan kotak suara (laring) anak bertambah.

Sebelum suaranya berubah total, suaranya bisa pecah, melonjak, atau lebih tinggi. Bagi beberapa anak, ini bisa sangat memalukan, jadi orang tua perlu memperhatikan hal ini dan menjelaskan dengan baik bahwa ia sedang berada di tahap pubertas yang normal.

  1. Perubahan Mood

Seperti anak perempuan, anak laki-laki juga dapat mengalami perubahan suasana hati berkat perubahan hormon, fisik, dan emosional yang mereka alami. Orang tua diharapkan maklum jika anak mengalami masa-masa susah diatur atau sering dibuat jengkel dengan perilakunya. Setelah masa pubertas usai, mood anak akan kembali stabil dan lebih bisa tenang, kok.

1 dari 2 halaman

Anak Laki-laki Saya Belum Juga Pubertas. Harus Apa, Ya?

Setiap anak punya kondisi tubuh yang berbeda-beda, ada yang pubertas lebih cepat dan ada juga yang terlambat.

"Kok, teman-teman aku suaranya sudah berubah semua, Ma? Kenapa aku belum?” mungkin itu adalah salah satu hal yang dikatakan anak ketika ia belum menunjukan tanda pubertas seperti temannya yang lain.

Menurut dr. Reza, bisa jadi hal tersebut adala tanda anak mengalami keterlambatan pubertas. Ia juga menyarankan hal paling sederhana yang dapat orang tua lakukan, yaitu dengan cara  menilai status gizi anak.

Jika anak terlalu kurus, maka disarankan untuk memperbaiki gizinya,  karena nutrisi merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang masa pubertas.

"Jika tidak ada masalah asupan nutrisi, lebih baik segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Dokter akan menilai apakah memang belum ada tanda-tanda pubertas atau terdapat kelainan pada anak," kata dr. Reza. Nantinya, dokter akan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi anak.

Orang tua, khususnya yang punya anak laki-laki usia remaja, harus tahu tahap pubertas yang akan dialami buah hati. Dengan punya informasi cukup, orang tua bisa memberikan pengertian, pemahaman, serta cara untuk mencegah agar pubertas bukan perubahan menyeramkan bagi anak. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pubertas, jangan ragu tanyakan kepada dokter lewat fitur Tanya Dokterdi aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar