Sukses

Kapan Waktu Terbaik Untuk Melakukan Cek Darah?

Cek darah terkadang bisa dilakukan saat Anda sehat maupun sakit. Lalu, apa fungsi cek darah tersebut? Simak ulasan lengkapnya di sini.

Di dalam tubuh manusia, sekitar tujuh persen volume tubuhnya diisi oleh darah. Darah merupakan hal yang penting untuk memberi petunjuk apakah Anda sehat atau sakit. Misalnya, sejumlah dua sendok makan darah saja untuk mengetahui bagaimana status kesehatan. Lalu, wajibkah kita cek darah rutin? Kapan waktu idealnya?

Apa Fungsi Cek Darah?

Cek darah dilakukan untuk mendapatkan berbagai hasil pemeriksaan kondisi tubuh. Pemeriksaan ini  juga akan dilakukan tergantung keluhan pasien dan penilaian dokter.

Jenis cek darah lengkap misalnya. Tes ini bisa memberi informasi seputar kadar hemoglobin, jumlah sel darah merah, sel darah putih, serta trombosit. Dari sini saja, sudah bisa diketahui apakah seseorang mengalami anemia (kurang darah), infeksi atau kelainan darah lainnya.

Selain itu, bisa dilihat juga apakah seseorang mengalami gangguan metabolik dari hasil pemeriksaan gula darah, kolesterol, atau hormon seperti insulin dan tiroid. Nantinya, hasil cek darah metabolik ini bisa disimpulkan apakah ada diabetes, kolesterol tinggi atau kelainan hormon tertentu pada tubuh Anda.

Artikel lainnya: Memprediksi Umur Seseorang Melalui Tes Darah, Mungkinkah?

Fungsi organ penting, seperti ginjal, hati dan jantung pun bisa diketahui melalui cek darah. Namun, pada kasus yang jarang, cek darah dilakukan untuk menentukan diagnosis penyakit autoimun, memantau pengobatan kanker melalui pemeriksaan penanda tumor, dan menilai fungsi reproduksi.

Selain itu, pemeriksaan darah juga untuk mendiagnosis kehamilan serta untuk mengetahui ada tidaknya kelainan genetik tertentu. Itu sebabnya, dokter sering menganjurkan cek darah.

1 dari 3 halaman

Tidak Semua Hal Bisa Diketahui dari Cek Darah

Meski demikian, ada beberapa kondisi yang tidak bisa diketahui dari cek darah. Biasanya ini terkait dengan penyakit-penyakit yang menyerang saraf. Contohnya, stroke, demensia Alzheimer, dan sklerosis multipel.

Begitupun dengan gangguan-gangguan yang berkaitan dengan kesehatan jiwa. Misalnya, depresi, skizofrenia, dan autisme. Penyakit tersebut akan dilakukan dengan cara lain, bukan dengan cek darah.

Cek Darah di Waktu Sehat

Tergantung tujuannya, cek darah bisa dilakukan di waktu sehat. Pemeriksaan di waktu sehat umumnya bersifat rutin atau berkala. Ini adalah salah satu cara penting untuk mengetahui status kesehatan Anda secara keseluruhan.

Cek darah yang seperti ini dikenal dengan medical atau general check up. Di masa lalu, medical check up umumnya dianjurkan setahun sekali. Namun kini, American Medical Association dan beberapa asosiasi kesehatan lainnya menganjurkan medical check up untuk dilakukan setiap lima tahun sekali.

Ini bagi orang dewasa yang telah berusia 18 tahun,hingga mencapai usia 40 tahun. Setelahnya, dilakukan setiap satu sampai tiga tahun sekali.

Batasan ini tidaklah wajib. Frekuensi pengecekan darah akan disesuaikan dengan anjuran dokter yang menilai kondisi kesehatan Anda saat itu. Pemeriksaan berkala ini nantinya juga akan dipertimbangkan dengan riwayat penyakit yang sudah ada.

Artikel lainnya: Perlukah Anak Menjalani Medical Check-Up?

Pada umumnya, cek darah yang dilakukan berkala memiliki tujuan utama sebagai upaya pencegahan. Apalagi, bila Anda memiliki faktor risiko penyakit tertentu.

Selain itu, cek darah sewaktu sehat berguna sebagai sarana untuk mendeteksi penyakit sebelum muncul keluhan. Dengan demikian, bisa dilakukan pengobatan yang bersifat dini sehingga kemungkinan sembuh pun lebih besar.

2 dari 3 halaman

Cek Darah Sewaktu Sakit

Sebagian dari Anda mungkin hanya melakukan cek darah di waktu sakit. Yakni, saat mengalami keluhan yang bersifat tiba-tiba, tidak biasa atau berkepanjangan.

Alasan tersering dilakukannya cek darah saat sakit yakni ketika mengalami demam tinggi lebih dari 3 hari. Fungsi cek darah dapat mengetahui apakah demam disebabkan oleh infeksi, atau virus.

Cek darah juga diperlukan bila dokter curiga akan penyakit kronis tertentu berdasarkan keluhan Anda. Tujuannya, untuk mengonfirmasi diagnosis agar dokter dapat segera menetapkan pengobatan yang sesuai.

Misalnya, bila ada keluhan yang mengarah ke diabetes, Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan gula darah puasa, gula darah 2 jam setelah makan, dan kadar HbA1c.

Jadi, Kapan Perlu Cek Darah?

Jawabannya, tergantung kebutuhan Anda. Bila tujuannya untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit atau komplikasi lebih lanjut dari penyakit yang sudah ada, silakan lakukan cek darah lengkap atau medical check up secara berkala sesuai anjuran dokter pemeriksa.

Di luar itu, bila Anda mengalami keluhan yang bersifat akut (muncul secara tiba-tiba), tidak biasa, atau berkepanjangan, segeralah berkonsultasi dengan dokter apakah perlu melakukan cek darah.

Dalam hal ini, cek darah dimaksudkan untuk menegakkan diagnosis penyakit sehingga bisa diberikan pengobatan yang tepat sedini mungkin.

Untuk mengetahui gejala dirasakan dan persiapan apa yang harus dilakukans sebelum cek darah, Anda bisa konsultasi langsung dengan dokter lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar