Sukses

Justin Bieber Mengidap Penyakit Lyme, Apakah Itu?

Penyanyi Justin Bieber baru saja mengabarkan bahwa ia mengalami penyakit Lyme. Sebenarnya, apa penyebab dan bahaya penyakit tersebut?

Baru-baru ini, Justin Bieber telah mengungkapkan bahwa ia didiagnosis mengidap penyakit Lyme. Pelantun Never Say Never itu membagikan kabar tersebut lewat akun instagram miliknya pada Rabu (8/1).

Kabar ini mengejutkan, karena Bieber terlihat tampak sehat dalam berbagai kesempatan. Nyatanya, penyakit yang dideritanya ini berisiko tinggi memengaruhi fungsi otak dan kesehatannya secara keseluruhan. Sebenarnya, Lyme itu penyakit apa, sih?

Apa Itu Penyakit Lyme?

Nama penyakit Lyme diambil dari pertama kali di mana kasus penyakitnya ditemukan, yaitu di kota Old Lyme, Connecticut, Amerika Serikat pada tahun 1975. Penyakit ini juga dapat terjadi di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia.

Menurut penuturan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, Lyme disease adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi. "Bakteri ini masuk ke tubuh manusia melalui gigitan kutu," ujar dr. Astrid.

Artikel Lainnya: Lyme Disease, Infeksi Bakteri yang Memicu Masalah Mental

Kutu yang menulari bakteri penyebab Lyme ke tubuh manusia adalah jenis kutu berkaki hitam. Kutu ini dapat menginfeksi manusia setelah menggigit rusa, burung, atau tikus yang di dalam tubuhnya terdapat bakteri Borrelia. Setelah itu, jika kutu menggigit manusia, bakteri baru bisa masuk ditularkan ke dalam tubuh.

Untuk bisa menulari dan menginfeksi manusia, kutu harus ada di kulit selama kurang lebih 36 jam. Baru setelahnya bakteri bisa menginfeksi dan menyebabkan gejala penyakit Lyme pada manusia.

1 dari 3 halaman

Ketahui Gejala Penyakit Lyme

Dilansir dari Healthline, penyakit Lyme terjadi dalam tiga fase. Pertama ada lokalisasi, penyebarluasan awal, dan disebarluaskan. Gejala-gejala yang dialami oleh penderitanya berbeda, tergantung tingkat keparahan penyakit dan kondisi tubuh.

Meski gejalanya berbeda, salah satu ciri-ciri utama pada penyakit Lyme adalah adanya ruam merah melingkar di kulit. Biasanya ruam tersebut muncul di bagian tubuh yang telah digigit oleh kutu terinfeksi penyakit Lyme.

Artikel Lainnya: Lyme Disease yang Disebabkan Gigitan Kutu, Adakah Vaksinnya?

Namun, tidak semua penderita penyakit Lyme akan mengalami gejala berupa ruam kemerahan, ya. Pasalnya, menurut National Health Service, ada beberapa kasus di mana orang yang terkena penyakit Lyme akan mengalami gejala mirip influenza. Misalnya,i sakit kepala, nyeri sendi, dan demam dengan suhu tinggi.

Sebaiknya Anda tidak menganggap penyakit Lyme ini sepele. Gejala penyakit Lyme yang tidak diobati dapat menyebabkan nyeri di tangan atau kaki, nyeri saraf, detak jantung yang tidak teratur, dan bahkan peradangan otak.

2 dari 3 halaman

Lyme Juga Bisa Menyebabkan Masalah Mental

Holtorf Medical Group mengatakan bahwa penyakit Lyme dapat menyebabkan gangguan mental, terlebih jika sudah memasuki tahap kronis. Kondisi gangguan mental yang disebabkan oleh penyakit Lyme antara lain seperti depresi, gangguan bipolar, dan serangan panik.

Sementara itu, sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Psychiatry menemukan bahwa pasien dengan penyakit Lyme stadium akhir dapat mengalami masalah neurologis dan kejiwaan.

Komplikasi Lyme tahap akhir ini termasuk gangguan memori, depresi, disleksia, kejang, kecemasan, serangan panik, dan psikosis.

Tak hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa penyakit Lyme yang berlangsung lama dan tidak diobati dapat menyebabkan masalah mental seperti berikut ini.

  • Jadi mudah marah.
  • Perubahan suasana hati (mood swing).
  • Mengalami gangguan tidur.
  • Perilaku kompulsif obsesif.
  • ADD (Attention Deficit Disorder) atau ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)..

Apa yang dialami oleh Bieber bisa sangat mungkin terjadi pada Anda. Ingat, jenis kutu penyebab penyakit Lyme juga bisa terjadi di Asia. Bila Anda merasakan gejalanya, segera periksa ke dokter atau konsultasi langsung lewat Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar