Sukses

Skin Care Alami Belum Tentu Aman, Ini Alasannya!

Masyarakat sering terkecoh dengan kata ‘alami’, termasuk soal skin care. Padahal, skin care alami belum tentu aman, lho. Tak percaya? Berikut penjelasannya.

Sesuatu yang alami, tak terkecuali produk skin care, pasti diminati. Pasalnya, sejak dulu penggunaan bahan-bahan alami memang menjanjikan hasil yang minim efek samping.

Sayangnya, masyarakat awam tidak mengetahui bahwa rangkaian skin care yang tidak terlalu banyak memakai bahan kimia itu belum tentu aman. Tidak menjadi jaminan juga bahwa yang murni alami lebih baik untuk kulit mereka.

1 dari 3 halaman

Produk Belum Tentu Benar-Benar Alami

Carla Burns, seorang dermatologis dari Environmental Working Group mengatakan, kandungan lumpur dalam produk skin care seperti masker atau scrub, bisa saja terkontaminasi oleh racun yang berasal dari logam.

Selain itu, jangan dikira bahan alami seperti minyak atsiri tidak menyebabkan alergi. Tumbuh-tumbuhan yang diekstrak pun bisa menjadi alergen!

Hingga kini, belum bisa dipastikan apakah skin care berlabel alami benar-benar 100% alami. Kondisi tersebut sebenarnya juga dipicu oleh keinginan kita sebagai konsumen yang kurang masuk akal.

Kita ingin hasil yang super instan, tetapi tetap ingin menggunakan skin care alami. Padahal, tahu sendiri kan hasil yang alami itu butuh proses yang cukup lama?

Artikel lainnya: Jangan Kemudaan, Ini Batas Usia Remaja Pakai Skin Care

Dengan demikian, ada dugaan bahwa skin care yang mengaku alami tetap memanfaatkan bahan kimia obat atau zat lain untuk mempercepat hasilnya. Di Amerika Serikat sendiri, Food and Drug Administration bahkan tidak mengeluarkan sertifikat resmi untuk memvalidasi keaslian skin care alami.

Di Indonesia sendiri, regulasi produk kosmetik dan perawatan yang diatur BPOM masih berfokus pada izin edar produksi. Badan tersebut belum mengarah spesifik pada sertifikasi komponen alami.

Jadi, jangan sampai mudah terkecoh. Tak ada yang bisa menjamin produk skin care natural yang kini Anda gunakan benar-benar alami!

Tak semua permasalahan kulit bisa ditangani dengan bahan alami. Masalah kulit seperti jerawat, peradangan, bintik hitam, dan kerutan harus ditangani oleh produk berbahan kimia atau bahan aktif.

2 dari 3 halaman

Jangan Kemudaan, Ini Batas Usia Remaja Pakai Skin Care

Perlu diketahui, bahan-bahan alami membutuhkan suatu zat pendukung untuk membuatnya konsisten, tidak terkontaminasi bakteri, dan tidak busuk (berubah tekstur, berubah warna, berubah aroma).

Terdapat beberapa komponen pendukung yang diperlukan. Zat tersebut adalah bahan pengawet, contohnya paraben dan methylisothiazolinone.

Artikel lainnya: 5 Bahan Skin Care Ini Bikin Kulit Berminyak Makin Berminyak

Paraben termasuk jenis pengawet yang sering digunakan dalam produk kosmetik. Karena, harganya cukup murah dan ampuh mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, atau mikroorganisme lainnya.

Namun, menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, alih-alih mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur, adanya paraben pada produk perawatan kulit justru merugikan pemakainya! Risiko apa yang bisa dialami?

“Kabar buruknya, penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung paraben dalam jangka waktu lama meningkatkan risiko kanker payudara,” jelas dr. Devia.

Kondisi yang tak diinginkan itu dapat terjadi karena paraben yang terserap di dalam kulit memicu ketidakseimbangan hormon. Salah satunya adalah menekan hormon estrogen.

Environmental Working Group’s Skin Deep Cosmetic Database menjelaskan, paraben sangat berbahaya dibandingkan bahan lainnya. Turunannya pun lebih membahayakan, yaitu isopropylparaben, propylparaben, isobutylparaben, dan butylparaben.

Lalu, ada pula formaldehyde dan formaldehyde-releasing preservatives (FRP’s). Bahan ini adalah pengawet yang banyak digunakan pada produk skin care.

Sama dengan paraben, bahan pengawet ini dapat mencegah pertumbuhan bakteri pada produk perawatan kulit maupun kosmetik. Hanya saja, penggunaannya berisiko menimbulkan alergi.

Memilih produk skin care yang tepat memang susah-susah gampang. Setidaknya, jangan terlalu fanatik ataupun terlalu antipati terhadap ragam jenisnya. Ada yang alami tapi tidak aman, dan ada pula yang berbahan kimia namun tetap aman. Jadi, untuk memilih yang tepat, konsultasikan dulu dengan dokter kulit atau gunakan fitur Live Chat KlikDokter.

(FR/RPA)

1 Komentar