Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Konsumsi Kafein Berlebihan Saat Hamil Rusak Ginjal Bayi?

Benarkah Konsumsi Kafein Berlebihan Saat Hamil Rusak Ginjal Bayi?

Karena memiliki kadar kafein yang tinggi, konsumsi kopi saat hamil konon dapat merusak ginjal bayi dalam kandungan. Apa benar demikian?

Kafein termasuk zat yang bersifat stimulan. Oleh karena itu, kafein dapat menyebabkan tekanan darah dan denyut jantung sedikit meningkat.

Efek serupa pun bisa terjadi pada ibu hamil. Bahkan, kafein pada ibu hamil bisa menimbulkan perasaan gelisah, perut kembung, atau pusing.

Kafein juga membuat ibu lebih banyak buang air kecil. Jadi, bila tidak dibarengi dengan asupan cairan yang cukup, ibu bisa mengalami dehidrasi.

Selama hamil, bisa jadi ibu lebih sensitif terhadap kafein karena metabolisme kafein yang melambat. Lalu, adakah bahaya kafein pada ibu hamil dan janin? Apa benar jika kafein dapat memengaruhi kesehatan ginjal bayi? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

1 dari 3 halaman

Efek Kafein pada Ginjal Bayi di Kandungan

Konsumsi kafein selama kehamilan telah lama dikaitkan dengan risiko keguguran, bayi berat lahir rendah, kelahiran prematur, atau kematian janin di dalam kandungan. Hal ini terjadi terutama pada dosis yang besar.

Namun demikian, bahaya kafein pada ibu hamil tersebut masih membutuhkan penelitian mendalam. Sebab, hasil penelitian yang ada masih bertentangan sehingga belum dapat diambil kesimpulan.

Kafein memang memiliki efek menyempitkan pembuluh darah plasenta. Hal ini bisa menyebabkan aliran nutrisi ke janin berkurang dan memperbesar risiko berat badan janin rendah atau kematian janin dalam kandungan.

Artikel Lainnya: Ibu Hamil Minum Kopi, Anak Rentan Obesitas?

Kafein dapat masuk ke dalam peredaran darah janin. Padahal, janin belum memiliki enzim untuk mengolah kafein sehingga kafein bertahan pada waktu lama di peredaran darah janin dan menyebabkan efek samping yang lebih besar.

Selain itu, efek kafein pada ibu hamil juga berkaitan dengan kesehatan ginjal bayi dalam kandungan. Ini dapat terjadi karena ginjal bayi yang belum berkembang sempurna, sehingga pembersihan kafein menjadi lebih lama.

Kadar kafein yang belum sempat dibersihkan dapat bertumpuk dengan konsumsi kafein yang baru dari ibu. Ini dapat membuat efek sampingnya semakin besar lagi. Semakin banyak kafein yang diminum, bahaya kafein pada ginjal bayi akan semakin besar.

Lebih singkat, kafein berisiko merusak ginjal janin melalui dua hal.

Pertama, konsumsi kafein berlebihan pada ibu hamil berisiko membuat janin lahir dengan berat badan rendah atau lahir prematur. Hal ini bisa membuat ginjal janin tidak terbentuk dengan sempurna. Artinya, sel-sel ginjal terdapat lebih sedikit dibandingkan janin normal.

Akibatnya, anak dapat berisiko mengalami penyakit ginjal dan penyakit darah tinggi di kemudian hari.

Pada bayi prematur, bisa juga terjadi kerusakan ginjal sementara, yang semakin membunuh sel ginjal menjadi semakin sedikit.

Kedua, jika ibu hamil mengonsumsi kafein secara berlebihan, maka dapat memicu stres oksidatif (suatu kondisi di dalam tubuh yang bisa merusak sel). Pada janin, ini tentu mengganggu pertumbuhan dan pematangan organ.

Pada kehamilan normal, stres oksidatif adalah hal yang pasti terjadi dan dapat ditangkal dengan antioksidan. Kafein dosis tinggi pada janin meningkatkan risiko kerusakan sel ginjal melalui proses stres oksidatif ini. 

Artikel Lainnya: Batas Aman Minum Kopi untuk Ibu Hamil

2 dari 3 halaman

Jaga Ginjal Bayi, Ini Aturan Konsumsi Kafein Saat Hamil

Meski penelitian mengenai bahaya kafein pada ibu hamil masih bertentangan, para ahli menyarankan ibu hamil untuk membatasi jumlah kafein.

Ibu hamil dianjurkan untuk tidak mengonsumsi kafein lebih dari 200 miligram dalam sehari, kira-kira ini adalah kandungan dalam 350 ml kopi. Namun, jumlah ini bisa sangat bervariasi.

Selain itu, perlu diperhatikan juga kalau kafein bisa didapatkan dari banyak sumber, tidak hanya kopi. Sumber kafein, antara lain:

  • Kopi dan makanan atau minuman berperisa kopi.
  • Teh.
  • Soda.
  • Minuman energi.
  • Cokelat dan produk yang mengandung cokelat.
  • Beberapa obat-obatan, terutama obat nyeri kepala.
  • Beberapa produk herbal juga bisa mengandung kafein, misalnya yang mengandung ekstrak teh hijau.

Kadar kafein dalam makanan dan minuman sangatlah bervariasi. Dalam kopi atau teh saja, kadar kafein dipengaruhi oleh beberapa hal berikut:

  • Merek.
  • Cara membuat dan penyajian.
  • Jenis biji kopi atau daun teh yang digunakan.
  • Banyaknya.

Kafein dapat memberikan efek yang tidak diinginkan pada ibu hamil. Karena itu, konsumsilah dalam batas wajar untuk menjaga kesehatan Anda dan bayi di dalam kandungan.

Selain itu, selalu baca label produk, pastikan keamanan produknya (terdaftar di BPOM), kandungannya, dan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Bila masih memiliki pertanyaan seputar panduan konsumsi kafein yang tepat untuk ibu hamil, Anda dapat bertanya kepada dokter lewat fitur Live Chat 24 Jam di aplikasi Klikdokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar