Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Terus Semangat, Ini Cara Mendampingi Pasangan dengan Gangguan Mental

Terus Semangat, Ini Cara Mendampingi Pasangan dengan Gangguan Mental

Mendampingi pasangan dengan gangguan mental sebenarnya cukup tricky. Kalau tidak tahu cara yang tepat, justru bisa Anda yang ikut stres berat!

Klikdokter.com, Jakarta Hidup bersama pasangan dengan gangguan mental, seperti depresi mungkin menjadi tantangan tersendiri. Ini membuat Anda sensitif sehingga kesalahpahaman rentan terjadi. Untuk mencegah hancurnya komunikasi dan hubungan akibat hal itu, adakah cara tersendiri untuk mendampingi pasangan dengan gangguan mental?

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog dari KlikDokter, pada dasarnya, mendampingi memang dianggap sebagai tindakan wajib untuk menolong seseorang yang depresi. Meninggalkan pengidap depresi sama saja dengan membuat dirinya sebagai manusia yang tidak berharga.

Hal yang lebih parah lagi, orang depresi yang ditinggal oleh orang-orang terdekatnya dapat berniat untuk mengakhiri hidup. Oleh karena itu, dibutuhkan kesabaran ekstra tanpa merasa terpaksa atau tertekan.

Terdapat juga cara menghadapi pasangan dengan gangguan mental agar gejalanya tidak kambuh lagi. Nah, cara-cara tersebut antara lain seperti berikut ini.

  • Jangan pernah memaksa

Sangat wajar bila Anda meminta agar pasangan menceritakan apa yang terjadi atau yang sedang dirasakan. Namun, memaksa seseorang yang tengah depresi hanya akan membuatnya semakin stres dan tidak nyaman.

“Jangan pernah memaksa. Biasanya, mereka hanya butuh didampingi agar tidak merasa sendiri. Tidak semua orang bisa langsung menceritakan apa yang dirasakan atau diingingkan. Nanti akan ada saatnya ketika ia mau menceritakan,” jelas Ikhsan Bella.

  • Tetap tunjukkan kepedulian yang wajar

Meski memaksa untuk mencari tahu kondisi pasangan itu tidak dianjurkan, bukan berarti Anda bersikap cuek. “Tetap tunjukkan kepedulian dengan cara bertanya. Misalnya, ‘Ada apa? Apa yang kamu rasakan?’ Jika ia enggan berbicara karena sedang kalut, jangan ditanyakan lagi,” jelas Ikhsan.

Lebih baik, katakan “Kalau butuh bantuan, bilang saja.” dibanding “Ayo dong, cerita! Gimana aku bisa tahu kalau kamu tidak cerita.” Kalimat kedua ini bersifat memaksa dan hanya akan menambah beban yang dirasakan oleh pasangan.

  • Dengarkan saja, Anda tidak wajib memberi nasihat

Hal keliru yang seringkali dilakukan banyak orang adalah memberikan nasihat atau kalimat-kalimat yang menghakimi. Bahkan, memarahi orang yang sedang menceritakan masalahnya. Tidak semua orang membutuhkan hal tersebut, khususnya orang dengan gangguan mental seperti depresi.

Mereka hanya ingin didengarkan, jadi berhentilah untuk menjadi ‘terapis’. Tidak perlu memberikan penilaian apabila ia tidak mengajukan pertanyaan kepada Anda. “Salah memberi saran justru dapat berdampak buruk bagi pasangan. Ia akan merasa semakin kecil hati,” tambah Ikhsan.

  • Jangan tunjukkan kebingungan

Langkah ini memang cukup sulit. Ada kalanya Anda merasa bingung untuk menghadapi pasangan sendiri. Namun, menunjukkan kebingungan bahkan mengatakan secara eksplisit hanya akan membuat dirinya merasa bersalah.

Kalau rasa bersalah itu muncul, maka ia akan semakin tertutup dan dapat berakibat fatal. Jika ia merasa bahwa bersikap terbuka atau menunjukkan sisi gelap justru membuat orang di sekitarnya tidak nyaman, tentu dia memilih untuk memendamnya sendiri.

  • Ajak pasangan beraktivitas dan tunjukan bahwa Anda membutuhkannya

Kekambuhan gejala depresi biasanya terjadi saat tidak banyak aktivitas positif yang dijalani. Untuk itu, Anda bisa mengajaknya melakukan beragam aktivitas. Misalnya, olahraga favoritnya, menonton drama komedi, makan makanan enak, ikut kegiatan sosial, mengajarinya bermain alat musik, dan lain sebagainya.

Ada trik khusus agar dia mau mengikuti agenda tersebut dan merasa bahwa dia juga dibutuhkan oleh Anda. Keluarkan kalimat “Mau nggak kamu menemani aku ikut acara X?” atau “Mau nggak kamu menemani belanja ini?” Dengan begitu, ia merasa bukan ia saja yang membutuhkan seseorang, tetapi Anda juga.

Kelima cara mendampingi pasangan dengan gangguan mental depresi akan maksimal bila Anda tahu gejalanya. Misalnya, sulit tidur, mood swing parah, sakit kepala, gemetar, kekhawatiran berlebih, dan kehilangan harapan. Apabila pasangan memang butuh bantuan untuk menyelamatkan hubungan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar