Sukses

Seberapa Penting Pemeriksaan HIV Sebelum Menikah?

Calon pengantin diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan HIV guna mendapat sertifikat pranikah. Sebenarnya, seberapa penting pemeriksaan tersebut? Ini faktanya!

Akhir-akhir ini pemerintah meminta adanya pemeriksaan HIV untuk mendapatkan sertifikat pranikah. Tentunya, ini membuat masyarakat Indonesia heboh dan mulai menuai banyak pro dan kontra. Bahkan, tak sedikit pula yang mempertanyakan pentingnya pemeriksaan tersebut. 

Gagasan untuk tes kesehatan sebelum menikah disampaikan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhajir Effendy. Beliau meminta pasangan yang hendak menikah sebaiknya mengikuti bimbingan pranikah dan pemeriksaan kesehatan. 

Tentunya, hal itu memicu munculnya beragam opini dari masyarakat. Apalagi ada asumsi di masyarakat bahwa calon pengantin yang tidak mengantongi sertifikat pranikah tidak diperbolehkan untuk melangkah ke jenjang selanjutnya.

Artikel Lainnya: Siapa Saja yang Harus Melakukan Tes HIV?

1 dari 4 halaman

Mengungkap Manfaat Tes Kesehatan Pranikah

Tidak hanya sebagai syarat sertifikat pranikah, tes kesehatan sebelum menikah juga bisa membawa manfaat berikut ini:

  • Membantu Merencanakan Program Kehamilan

Kehamilan yang sehat diawali dengan calon terutama calon ibu dan ayah yang sehat. Oleh karena itu, akan lebih baik jika kesehatan dipersiapkan dengan baik sebelum kehamilan terjadi.

  • Merencanakan Kesehatan Keluarga dengan Lebih Baik

Adanya suatu penyakit tentu bisa mengganggu kualitas hidup Anda dan pasangan, apalagi bila penyakit tersebut sangat menular. Pasangan mungkin akan menjadi orang pertama yang tertular karena tinggal bersama. 

Dengan pemeriksaan kesehatan pranikah, hal tersebut bisa ditanggulangi sebelum terlanjur parah. Soalnya, dengan pemeriksaan tersebut, deteksi dini dan tindakan penanganan bisa dilakukan sehingga Anda atau calon buah hati nantinya tidak mengalami penyakit yang sama.

  • Mencegah Gangguan Kesuburan

Gangguan kesuburan, baik pada pria maupun wanita, tentunya dapat menimbulkan masalah sulitnya memperoleh keturunan setelah menikah. 

Dengan pemeriksaan kesehatan, hal tersebut dapat diketahui sejak dini sehingga penanganan pun dapat segera dilakukan. 

Artikel Lainnya: Bisakah Ibu Pengidap HIV/AIDS Melahirkan Normal?

2 dari 4 halaman

Bagaimana dengan Tes HIV Sebelum Menikah?

Penyakit HIV  umumnya tidak menunjukkan gejala hingga bertahun-tahun. Sehingga, cara efektif mengetahui adanya infeksi tersebut hanya melalui pemeriksaan. 

Infeksi HIV yang diketahui secara cepat dapat diberikan obat lebih dini, sehingga kualitas hidup ODHA (Orang dengan HIV AIDS) diharapkan akan lebih baik dan tetap optimal.

Tidak hanya itu, pemeriksaan HIV sebelum menikah juga bisa memutus rantai penyebaran penyakit tersebut di keluarga. Jadi, dengan pemeriksaan tersebut, penularan HIV dari orang tua ke anak atau pasangan bisa dihindari.

Hal yang sangat disayangkan, masih banyak orang Indonesia yang terkungkung dengan stigma negatif HIV. Akhirnya, mereka yang punya masalah HIV jadi takut diketahui orang lain dan lebih memilih menyimpan rapat penyakitnya itu.

Padahal, dengan pemeriksaan HIV sebelum menikah, ODHA bisa mendapatkan pasokan obat antiretroviral (ARV) yang harus diminum dalam jangka panjang. Selama obat itu diminum sesuai anjuran, orang dengan HIV diharapkan mampu beraktivitas layaknya orang normal. 

Artikel Lainnya: Gejala HIV Dapat Menyerang Bagian Tubuh Ini

3 dari 4 halaman

Bagaimana Kalau Ternyata Positif HIV?

Jangan patah semangat, sekalipun jika Anda atau pasangan terdiagnosis HIV pada pemeriksaan sebelum menikah. Pasalnya, Anda tetap bisa dan boleh menikah. Ingat, tujuan awal pemeriksaan kesehatan—secara khusus HIV—adalah untuk pencegahan.

Pada akhirnya, kalau memang positif, Anda bisa melakukan terapi bersama. Anda bisa melakukan terapi tersebut, sekalipun yang positif HIV hanya salah satu pihak saja.

Faktanya, seseorang yang positif HIV sangat mungkin untuk memiliki pasangan yang negatif HIV. Hal ini dikenal dengan istilah serodiscordant couple. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, hampir setengah penderita HIV memiliki pasangan yang negatif. 

Bagi serodiscordant couple, pasangan dengan HIV AIDS positif disarankan untuk melakukan pengobatan AIDS seperti meminum obat ARV dan menggunakan kondom saat berhubungan seks. Jika ingin meraih kehamilan, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.

Faktanya, pasangan yang sudah konsumsi obat ARV sehingga HIV berkurang hingga kisaran tertentu dapat melakukan hubungan seksual tanpa pengaman sehingga peluang untuk hamil bisa meningkat. Namun sekali lagi, hal ini mesti dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

Saling mendukung satu sama lain bisa membuat persiapan pernikahan menjadi semakin lancar. Jangan takut untuk melakukan pemeriksaan HIV sebelum menikah. Selain sebagai syarat mendapat sertifikat pranikah, hal tersebut juga bisa membuat Anda mengatur rencana untuk keluarga nantinya.

Jika Anda punya pertanyaan mengenai tes kesehatan pranikah, jangan sungkan untuk ngobrol secara langsung pada dokter melalui Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Gratis, lho!

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar