Sukses

Bolehkah Bayi di Bawah 1 Tahun Makan Nasi?

Sudah berusia 6 bulan, waktunya MPASI! Mungkin Anda penasaran, bolehkah bayi di bawah 1 tahun diberi makan nasi? Begini kata dokter.

Klikdokter.com, Jakarta Bila bayi sudah berusia 6 bulan, ia butuh makanan penamping ASI (MPASI) karena ASI saja sudah tak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisinya. Mungkin karena tak ingin repot, beberapa ibu ingin memberikan nasi sebagai MPASI untuk bayi di bawah 1 tahun. Apakah ini boleh?

Faktanya, tak sedikit orang tua yang kurang memahami tahapan makan bayi. Mengingat nasi adalah sumber makanan pokok, inginnya bayi buru-buru ikut diberikan nasi. Sebelum menjawab boleh atau tidaknya memberikan nasi untuk bayi di bawah 1 tahun, Anda perlu tahu fase makan bayi terlebih dulu.

Untuk awal fase MPASI, Anda dapat memberikan makanan yang lunak, halus, dan encer (dalam bentuk pure) kepada bayi. Sayuran, buah, atau daging harus dilumatkan terlebih dulu, sehingga teksturnya benar-benar halus dan bayi bisa menelannya dengan mudah.

Setelah kemampuan mengunyah si Kecil sudah lebih baik, Anda dapat memberikan MPASI yang memiliki tekstur sedikit lebih kasar, contohnya bubur yang dicampur sayur. Pada fase ini, tidak sedikit pula orang tua yang langsung memberikan MPASI berbentuk nasi utuh pada si Kecil.

Nasi sebagai MPASI untuk bayi di bawah 1 tahun, boleh atau tidak?

Dikatakan oleh dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter, nasi bisa dijadikan sebagai menu MPASI sekalipun bayi masih berusia di bawah satu tahun. Namun, hal tersebut sebaiknya hanya dilakukan jika si Kecil benar-benar ingin mengonsumsi nasi tanpa harus dipaksa terlebih dahulu. Selain itu, nasi yang disarankan adalah nasi lembek.

"Setelah masuk masa MPASI, yang dianjurkan adalah meningkatkan tekstur makanan secara bertahap, sesuai kemampuan anak. Kalau ia terlihat belum menerima nasi, jangan dipaksa," ujar dr. Nabila.

"Pada dasarnya, tidak ada patokan khusus mengenai waktu yang tepat dalam memberikan nasi saat masa MPASI bayi di bawah 1 tahun. Ini karena tiap anak tumbuh dengan cara yang berbeda-beda,” sambungnya.

Jika memang si Kecil mau makan nasi saat MPASI, dr. Nabila mengatakan bahwa Anda bisa melanjutkan pemberiannya. Jika si Kecil menolak saat diberikan nasi, lebih baik cari alternatif makanan lain yang lebih sesuai. Hindari memaksakan kehendak, karena justru bisa membuat bayi enggan makan.

Perhatikan ini!

Nasi boleh diberikan pada bayi di masa MPASI, asalkan ia tidak menolaknya. Meski demikian, Anda tetap perlu memberikan menu MPASI yang bervariasi agar seluruh kebutuhan gizi bayi terpenuhi.

"Dalam variasi makanan, sebaiknya hindari terlalu dini mengenalkan telur dan makanan laut. Ini karena adanya risiko reaksi alergi. Begitu pula dengan susu sapi, yang sebaiknya dikenalkan setelah bayi berusia lebih dari 1 tahun,” dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter turut memberikan saran.

Lebih lanjut, dr. Reza menegaskan bahwa Anda juga wajib memerhatikan aspek kebersihan dalam memberikan MPASI untuk si Kecil. Aspek kebersihan yang dimaksud meliputi:

  • Hanya memilih bahan makanan yang segar
  • Mencuci bahan makanan dengan benar
  • Membasuh tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum memasak
  • Masak makanan dengan tingkat kematangan yang tepat
  • Pastikan alat makan bayi bersih sempurna
  • Cuci tangan sebelum memberikan MPASI kepada bayi

Jadi, bayi boleh saja diberi makan nasi sebagai MPASI, karena pada dasarnya sejak usia 6 bulan ia sudah bisa diberikan karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan, kecuali makanan laut dan telur sampai usia 1 tahun untuk mencegah alergi. Selain itu, pastikan anak tidak menolak nasi dan nasi yang diberikan adalah nasi lembek agar bayi tidak tersedak. Imbangi nasi dengan bahan makanan sehat dan bervariasi untuk memastikan nutrisi yang ia butuhkan terpenuhi.

(NB/RN)

0 Komentar

Belum ada komentar