Sukses

Hubungan Psoriasis dengan Disfungsi Ereksi

Tak hanya pengaruhi penampilan fisik, pria yang menderita psoriasis juga berpotensi alami masalah disfungsi ereksi.

Klikdokter.com, Jakarta Konon, pria yang menderita penyakit psoriasis berisiko mengalami masalah disfungsi ereksi. Tentu ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana penyakit yang terkait dengan kondisi kulit memiliki hubungan dengan gangguan seksual?

Perlu Anda ketahui lebih dulu bahwa penyakit psoriasis adalah kelainan autoimun kronis yang memengaruhi kondisi kulit. Penderita psoriasis akan mengalami ruam merah, kulit kering dan menebal, serta bersisik-sisik putih. Terkadang, kondisi psoriasis juga dapat disertai dengan gatal dan nyeri. 

Sementara itu disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan secara terus-menerus untuk mencapai dan/ atau mempertahankan ereksi selama aktivitas seksual. Ini merupakan salah satu hal yang berdampak besar pada maskulinitas seorang pria, yakni dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan diri, stres, hingga berujung pada depresi.

Pria penderita psoriasis dan disfungsi ereksi

Studi tentang disfungsi ereksi pada pria penderita psoriasis pernah dilakukan para peneliti di Guangdong Provincial Dermatology Hospital. Studi menunjukkan bahwa pria penderita psoriasis berisiko besar terkena disfungsi ereksi.

Penelitian tersebut melibatkan 191 partisipan, yang terdiri dari pria dengan psoriasis dan pria tanpa psoriasis. Hasilnya menuukkan, sebanyak 53 persen pria yang mengalami psoriasis memiliki masalah disfungsi ereksi. 

Sementara itu, pada kelompok pria yang sehat, sebanyak 40 persen mengaku mengalami masalah disfungsi ereksi. Tapi yang lebih mengejutkan, pria dengan psoriasis lebih cenderung mengalami disfungsi ereksi yang cukup parah.

Aterosklerosis, yang memengaruhi pembuluh darah panggul, dianggap sebagai penyebab utama disfungsi pada pria. Selain faktor vaskular (pembuluh darah), gaya hidup dan faktor psikososial juga dapat menjelaskan adanya disfungsi ereksi pada penderita psoriasis.

Selain itu, gangguan hormonal mungkin menjadi alasan untuk fungsi ereksi yang terganggu. Pria penderita psoriasis menunjukkan penurunan kadar testosteron total dan peningkatan kadar estradiol.

Meski demikian, selain karena penyakit psoriasis, masalah disfungsi ereksi juga berkaitan erat gangguan kesehatan lainnya. Sebut saja obesitas dan juga masalah pada organ kardiovaskular.

Adanya perasaan rendah diri

Di sisi lain, penolakan terhadap penderita psoriasis dialami oleh 44,7 persen pria. Mereka merasa tidak menarik atau malu karena mengidap psoriasis. Kondisi kulit yang bersisik putih dan kemerahan membuat penderita pun rentan mengalami perasaan malu dan rendah diri.

Tak jarang, stigma juga sering terjadi pada penderita psoriasis. Hal ini turut memengaruhi penderita saat ingin memulai keluarga atau memiliki anak. Ada kekhawatiran akan kemungkinan penyakit psoriasis diwariskan pada sang anak kelak. 

Selain itu, dampak fisik, sosial, dan psikologis juga cukup besar. Sama halnya dengan penyakit kronis lainnya, seperti diabetes melitus, dampak negatif ini dapat berkontribusi terhadap disfungsi seksual. 

Di sisi lain, obat-obatan psoriasis dapat juga berpengaruh terhadap kesehatan seksual. Beberapa di antaranya adalah: 

  • Etretinate atau acitretin telah dikaitkan dengan disfungsi seksual dan ereksi.
  • Methotrexate adalah salah satu obat untuk psoriasis. Konsumsi obat ini dapat menghasilkan efek samping disfungsi seksual.
  • Siklosporin merupakan salah satu obat konvensional. Obat ini kurang terkait dengan disfungsi seksual pada pria. Efek samping obat ini lebih banyak dialami wanita, terutama pasca menopause.

Pria yang menderita psoriasis memang berisiko lebih besar mengalami disfungsi ereksi. Untuk mengurangi risikonya, Anda dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan seksual. Caranya, dengan menerapkan gaya hidup sehat dan aktif. Apabila diperlukan, Anda dapat menjalani sesi konsultasi dengan psikolog untuk mengatasi rasa rendah diri atau depresi.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar