Sukses

Penis Gatal dan Berbau, Tanda Penyakit Apa?

Bagi pria, menjaga kebersihan penis adalah hal yang harus dilakukan. Tapi, jika sampai mengalami gatal dan berbau, itu penyakit apa?

Klikdokter.com, Jakarta Penis yang gatal dan berbau tak hanya bikin tak nyaman, tetapi juga bisa merusak kepercayaan diri pria dan berpotensi mengganggu kesehatan. Bisa disebabkan oleh berbagai faktor, sebetulnya penis gatal dan berbau tak sedap itu tanda penyakit apa, sih?

  1. Dermatitis kontak

Meski penyebab tersering penis gatal adalah penyakit menular seksual, tetapi tak selalu itu penyebabnya. Bisa jadi gatal di penis adalah akibat dermatitis kontak.

Berdasarkan keterangan dari dr. Rio Aditya kepada KlikDokter, iritasi atau peradangan di daerah sekitar selangkangan bisa menyebar ke bagian penis, yang mana ini disebut sebagai dermatitis kontak.

Dermatitis kontak merupakan suatu reaksi peradangan pada kulit, yang disebabkan oleh paparan dengan bahan atau zat tertentu. Ini berarti penis gatal juga dapat terjadi jika Anda berkontak dengan sabun mandi, busa sampo, bahan karet, atau sisa urine yang masih menempel.

“Jika terjadi dermatitis kontak, gejala yang muncul tidak hanya gatal, tetapi bisa juga disertai ruam kemerahan di daerah sekitar penis, nyeri, dan bahkan kulit sekitar penis terkelupas. Namun, gejala awal dan yang paling sering muncul adalah rasa tidak nyaman atau gatal-gatal. 

  1. Penyakit menular seksual

Klamidia dan gonore bisa menimbulkan keluhan penis berbau tidak sedap.

“Pada klamidia, gejala infeksi adalah keluarnya cairan (sekret) yang jernih atau keruh dari ujung penis, nyeri saat berkemih, sensasi panas dan gatal di ujung penis, serta nyeri dan pembengkakan di sekitar testis,” kata dr. Nadia Octavia dari menjelaskan.

Sementara pada gonore, dr. Nadia melanjutkan bahwa bisa ada keluhan cairan putih kekuningan dari penis, nyeri dan sensasi terbakar saat berkemih, serta terjadi peradangan di kulit penis.

  1. Smegma

Smegma adalah penumpukan produksi sekret, sel kulit mati, dan minyak alami yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar di sekitar kepala penis. Jika malas-malasan membersihkan penis, bisa terbentuk smegma dan menimbulkan cairan lengket keputihan di sekitar area penis.

Smegma sering dialami oleh pria yang tidak disunat. Selain menimbulkan bau, smegma juga dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan meningkatkan risiko infeksi bakteri. Demikian dijelaskan oleh dr. Nadia.

  1. Balanitis

Sering ditemukan pada pria yang belum disunat akibat kebersihan yang buruk atau akibat iritasi oleh smegma. Balantis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri aerob atau anaerob, jamur, virus, parasit, dan lainnya. Penyakit kulit tertentu seperti psoriasis atau alergi terhadap sabun, kondom, dan obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan terjadinya balanitis. 

“Selain bau penis jadi tak sedap, balanitis juga bisa memunculkan keluhan nyeri, gatal, iritasi, dan rasa tak nyaman saat buang air kecil,” tambah dr. Nadia.

Kapan perlu khawatir?

Apabila penis gatal setiap usai melakukan aktivitas, misalnya olahraga, maka kemungkinan besar keluhan penis gatal terjadi akibat lingkungan lembap karena keringat.

Jika penis gatal terjadi sehabis mandi, coba dulu ganti sabun mandi yang dipakai, mungkin ada kandungan dalam sabun yang memicu rasa gatal.

Namun jika gatal yang dialami makin parah dan area yang gatal meluas, bisa jadi itu adalah tanda infeksi jamur. Sebaiknya periksa diri ke dokter, apalagi jika gatal juga disertai keluhan lainnya seperti bau tak sedap, ruam, dan lain-lain.

Perhatikan juga kesehatan diri, misalnya saat habis buang air kecil.

“Kadang urine masih menetes, tetapi sudah buru-buru memakai celana lagi. Padahal, ini bisa menyebabkan iritasi dan gatal pada penis. Selain itu, sisa urine yang menempel di celana dalam juga bisa menjadi media untuk bakteri berkembang biak. Bila celana dalam digunakan terus-menerus tak diganti, infeksi sangat mungkin terjadi,” ujar dr. Rio.

Pria (dan pasangannya) pasti ingin penis yang sehat dan bersih. Karenanya, jika penis gatal dan berbau tak sedap, atau keluhan lainnya seperti ada benjolan, perubahan kulit, nyeri, atau keluar cairan dari penis, sebaiknya jangan tunda janji temu dengan dokter, agar diketahui penyebab dan penanganan yang sesuai.

(RN)

0 Komentar

Belum ada komentar