Sukses

Nick Jonas Pernah Nyaris Koma karena Diabetes

Nick Jonas ternyata pernah nyaris koma karena diabetes. Bagaimana diabetes bisa membuat seseorang nyaris koma?

Klikdokter.com, Jakarta Musisi Nick Jonas, suami dari Priyanka Chopra, baru-baru ini mengungkapkan pengalamannya terkait diabetes. Dilansir dari laman Independent UK, Nick pernah nyaris koma sebelum akhirnya didiagnosis diabetes tipe 1 saat usianya masih 13 tahun.

Pengalaman tersebut terungkap dalam sebuah sesi wawancara dengan salah satu media Amerika, Cigar Aficionado. Untungnya, saat itu, orang tua Jonas segera membawanya ke rumah sakit, sehingga dia segera mendapat penanganan medis.

Sebelum akhirnya didiagnosis, sebenarnya Jonas telah menunjukkan beberapa gejala diabetes. Saat itu, tubuhnya mengurus tanpa sebab, tapi keinginannya untuk terus mengonsumsi minuman manis seperti soda sangat tak bisa ditahan.

Kini, Jonas telah memahami bahwa diabetes merupakan penyakit yang “mudah ditangani”, asalkan penderitanya atau si diabetesi telaten dalam menjalani pengobatan.

Tapi tak hanya itu, kedisiplinan dalam menjalani pola hidup sehat, terutama pola makan, juga wajib diterapkan jika tak ingin gula darah tiba-tiba naik signifikan ataupun turun drastis.

Berkenalan dengan diabetes tipe 1 pemicu koma Nick Jonas

Menurut dr. Fiona Amelia MPH dari KlikDokter, diabetes tipe 1 adalah jenis diabetes yang disebabkan oleh kerusakan pankreas. Dengan demikian, organ tersebut tak mampu lagi memproduksi insulin.

“Penderita diabetes yang satu ini akan memerlukan terapi insulin sepanjang hidupnya. Memang tak bisa disembuhkan, tapi tetap bisa dikendalikan dengan terapi yang tepat.” jelasnya.

Diabetes tipe 1 juga dikenal dengan istilah lain, yakni insulin-dependent diabetes dan juvenile diabetes. Istilah insulin-dependent diabetes sendiri muncul dari sebuah ungkapan untuk menggambarkan kondisi penderitanya yang sangat bergantung pada insulin.

Sedangkan, juvenile diabetes merupakan ungkapan yang berarti bahwa diabetes tipe 1 adalah penyakit yang sering terjadi pada anak usia 4–7 tahun, dan remaja usia 10–14 tahun, meski tetap tak menutup kemungkinan untuk terjadi pada usia berapa pun.

Selain koma, pada kasus diabetes tipe 1 yang tak terkontrol, penderitanya juga dapat mengalami komplikasi berupa gangguan pada retina mata, gangguan saraf, sirkulasi darah yang kurang baik, gagal ginjal, penyakit jantung, hingga kematian.

Mengapa bisa sampai menyebabkan koma?

Koma karena diabetes biasanya dipicu oleh kadar gula darah penderitanya yang tak pernah stabil. Baik itu terlalu rendah (hipoglikemia) atau terlalu tinggi (hiperglikemia).

Jika penderita diabetes terus mengalami hiperglikemia, maka yang terjadi selanjutnya adalah rusaknya sistem saraf pusat otak. Nah, kalau sistem saraf pusat sudah rusak, maka koma bisa terjadi.

Sementara itu, kadar gula darah penderita diabetes yang terus-menerus rendah dapat memicu timbulnya dehidrasi parah, sehingga risiko kehilangan kesadaran pun menjadi tinggi.

Koma juga bisa terjadi pada penderita yang mengalami ketoasidosis diabetik, yaitu komplikasi diabetes tipe 1 yang membuat seseorang tidak bisa membakar kelebihan glukosa sebagai energi dan akhirnya menggunakan lemak sebagai bahan energi.

Sisa pembakaran lemak tersebut disebut dengan keton, yang jika jumlahnya terlalu banyak bisa meracuni penderitanya.

Pengobatan koma karena diabetes

Pengobatan pada penderita koma karena diabetes sangat bergantung pada kondisi yang memicunya. Jika dipicu hiperglikemia, maka penderita akan membutuhkan cairan intravena dan insulin. Bila penyebabnya adalah hipoglikemia, maka akan dibutuhkan injeksi glukoagon yang bisa meningkatkan kadar gula darah.

Selain itu, terapkan juga 3J, yaitu jadwal, jumlah, dan jenis pada pola makan sehari-hari. Jangan lupa juga untuk berolahraga secara teratur. Tujuannya adalah untuk mengontrol gula darah dan mencegah komplikasi diabetes tipe 1.

Penderita diabetes tipe 1 disarankan untuk selalu memeriksa kadar gula darah secara berkala, baik menggunakan metode pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, pemeriksaan kadar gula darah puasa, atau pemeriksaan kadar gula darah selama 3 bulan terakhir (HbA1c).

Perlu diketahui juga bahwa ketidakstabilan kadar gula darah bisa menjadi pertanda bahwa dosis pengobatan yang Anda terima sudah tidak sesuai dengan tubuh. Hal ini disebabkan oleh perubahan senyawa kimia dalam tubuh seiring bertambahnya usia.

Jika Anda tak mau mengalami koma karena diabetes tipe-1 seperti Nick Jonas, sangat penting untuk rutin memeriksakan diri ke dokter demi menyesuaikan obat atau dosis insulin secara berkala. Sebab, mengatasi ketidakstabilan gula darah sangat bisa mencegah terjadinya koma dan komplikasi lainnya.

[MS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar