Sukses

Dampak Kekurangan Nutrisi bagi Ibu Menyusui

Kurangnya asupan nutrisi ibu menyusui tak hanya berdampak negatif pada tumbuh kembang bayi, tapi juga bagi sang ibu. Mengapa begitu?

Klikdokter.com, Jakarta Air Susu Ibu (ASI) sebagai makanan terbaik bagi bayi tentu tak perlu dipertentangkan lagi. Namun, apa yang terjadi jika ibu yang menyusui, justru kekurangan asupan nutrisi? Tentu tumbuh kembang bayi akan terdampak. Tapi, ternyata tak hanya pada bayi, si ibu pun bisa ikut terkena dampaknya.

ASI mengandung berbagai nutrisi yang dapat mencukupi kebutuhan bayi usia 0-6 bulan untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal. Oleh karena itu, kualitas ASI yang baik sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Mengapa ibu menyusui lebih rentan kekurangan gizi?

Kondisi kekurangan nutrisi sendiri, atau biasa juga disebut sebagai malnutrisi, merupakan suatu keadaan di mana tubuh tidak mendapatkan cukup energi, protein, vitamin, dan mineral yang diperlukan untuk menjaga kesehatan.

Banyak ibu menyusui yang tidak dapat menjaga pola dan kualitas makannya setelah melahirkan. Hal ini berkebalikan dengan kondisi yang terjadi saat ibu masih dalam masa kehamilan.

Sebagian besar ibu hamil dapat benar-benar menjaga pola makan yang sehat dan berkualitas. Meskipun ada berbagai jenis makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi, terdapat cukup banyak pantangan makan.

Pada ibu menyusui, sering kali mereka justru menemui banyak kesulitan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

Padahal pasca melahirkan, ibu menyusui sering harus terbangun tiap 2-3 jam sekali pada malam hari untuk menyusui bayinya. Belum lagi kalau bayi sedang rewel dan tidak ada bantuan untuk menjaganya. Akibatnya ibu pun semakin sulit mencari waktu untuk bisa makan secara ideal.  

Masalah bisa bertambah pelik jika ibu menyusui sudah memiliki lebih dari satu anak. Tentu saja kewajiban untuk mengurus anaknya yang lain tak bisa diabaikan begitu saja.

Lagi-lagi, asupan gizi untuk diri sang ibu pun semakin kurang diperhatikan oleh ibu menyusui. Hal ini tentu saja dapat berdampak buruk pada kandungan dan kualitas ASI.

Apakah ASI dari ibu yang kekurangan nutrisi masih aman untuk bayi?

Akan tetapi, meskipun ibu menyusui tidak mengonsumsi nutrisi yang cukup sesuai anjuran, ternyata penelitian menemukan bahwa kandungan ASI-nya tetap tidak terlalu jauh berbeda dengan kandungan ASI dari ibu yang mengonsumsi makanan dengan gizi baik.

Karbohidrat, protein, lemak, asam folat, kalsium, zinc, dan zat besi relatif konstan. Hanya kandungan lemak, vitamin A, B, C, D, dan E yang dapat bervariasi, tergantung dari asupan ibu menyusui.

Apabila ibu menyusui kurang mengonsumsi vitamin A, B, C, D, dan E, otomatis kandungan zat gizi tersebut di dalam ASI juga akan rendah.

Penelitian juga menunjukkan, hanya ibu menyusui dengan malnutrisi berat saja yang akan menghasilkan ASI dengan kandungan nutrisi rendah. Artinya, ASI kemungkinan jadi tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi.

Justru lebih berbahaya bagi si ibu sendiri

Lantas, bagaimana bisa ibu menyusui menghasilkan ASI yang kandungan gizinya cukup, meskipun ia tidak mengonsumsi nutrisi dengan jumlah yang cukup?

Ternyata, tubuhnya sendiri yang ‘dipecah’ untuk memenuhi kandungan gizi di dalam ASI yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan bayi. Ya, bisa dibilang tubuh ibu menyusui ‘dikorbankan’ untuk memberi makan bayinya.

Apabila kandungan gizi di dalam ASI kurang, maka tubuh ibu akan berusaha untuk mencukupinya agar kadar nutrisi di dalam ASI tetap konstan. Dengan demikian, kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi.

Misalnya, apabila asupan kalsium ibu menyusui kurang, ada mekanisme otomatis di mana tubuhnya yang akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan kalsium di dalam ASI tersebut. Kalsium di dalam tulang ibu menyusui akan dipecah dan diambil untuk memenuhi kebutuhan kalsium bayi.

Tidak heran jika kemudian banyak ibu menyusui yang mengalami gangguan gigi, tulang, dan sendi karena kekurangan kalsium selama menyusui. Seperti yang telah diketahui, kalsium sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang bayi, di mana dalam 2 tahun pertama, pertumbuhannya sangat pesat.

Apabila masalah ‘tambal-sulam’ ini berlangsung terus-menerus, lama-kelamaan ibu menyusui juga dapat mengalami gangguan kesehatan dan kekurangan gizi. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui untuk mengonsumsi makanan dengan gizi yang cukup. Sebab dampak buruk kekurangan nutrisi bisa dirasakan si bayi dan lebih parah lagi pada si ibu itu sendiri.

[MS/ RH]

1 Komentar