Sukses

Kotoran Telinga, Beda Warna Beda Arti

Ternyata, kotoran telinga memiliki berbagai warna dan tekstur yang berbeda. Lalu, apa saja arti setiap warna tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Tak banyak yang menyadari bahwa kotoran telinga memiliki manfaat positif bagi telinga dan pendengaran Anda. Kotoran telinga ini memiliki warna dan tekstur yang berbeda-beda. Setiap warna tersebut pun ternyata memiliki arti yang berbeda.

Kotoran telinga atau serumen merupakan zat alami yang diproduksi telinga untuk melindungi liang dan gendang telinga. Kotoran telinga membantu menyingkirkan debris (benda atau partikel asing) dari liang telinga dan mencegahnya untuk masuk lebih dalam. Bahkan, juga dapat melindungi telinga dari kuman. 

Akibat gerakan mulut saat berbicara dan mengunyah, kotoran telinga pun dapat keluar dari telinga secara alami. Kotoran telinga yang sudah lama akan bergerak dari telinga dalam hingga terjatuh secara alami, sambil membawa debris dan sel kulit mati bersamanya.

Warna normal kotoran telinga

Seperti sudah disebut sebelumnya, kotoran telinga bisa memiliki berbagai warna dan tekstur yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa warnanya yang normal dan juga artinya:

  • Putih pucat hingga kuning, merupakan kotoran telinga baru.
  • Kuning hingga oranye, masih merupakan kotoran telinga baru.
  • Oranye gelap, yaitu kotoran telinga yang lebih lama dan telah membawa debris bersamanya, serta bersifat lengket dan berkeping-keping.
  • Oranye hingga cokelat, merupakan kotoran telinga yang telah diproduksi sejak sangat lama, serta bersifat lengket dan tebal.
  • Oranye pucat, merupakan kotoran telinga yang telah diproduksi sejak sangat lama dan bersifat kering.

Jika dilihat dari penjelasan artinya, warna kotoran telinga akan bergantung pada usianya. Semakin tua warnanya, maka akan semakin lama pula kotoran telinga tersebut telah diproduksi.

Sementara untuk jumlah kotoran telinga yang diproduksi, maka akan bervariasi pada setiap orang. Pada seseorang yang dapat memproduksi kotoran telinga secara rutin, maka telinganya akan dapat mengeluarkannya secara alami dengan lebih mudah. 

Akan tetapi, tidak semua kotoran telinga punya kecepatan yang sama dalam melewati proses pengeluaran tersebut. Oleh sebab itu, dalam telinga seseorang bisa terdapat kotoran dengan berbagai warna dan tekstur.

Lalu, ada juga kondisi di mana telinga tidak dapat mengeluarkan kotoran telinga secepat biasanya. Biasanya, ini terjadi pada orang yang memproduksi kotoran telinga lebih banyak dari rata-rata atau ketika seseorang sedang dalam keadaan sangat stres. 

Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan, sehingga terjadi juga perubahan warna dan tekstur kotoran telinga yang tidak normal. 

Selain itu, jika kotoran telinga tidak dapat dikeluarkan, liang telinga akan terblokir. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan fungsi pendengaran, serta meningkatkan risiko infeksi.

1 dari 2 halaman

Warna kotoran telinga yang tidak normal

Seperti apa warna dan tekstur kotoran telinga yang tidak normal? Berikut ini adalah penjelasannya:

  • Kuning hingga hijau, artinya ada nanah yang disebabkan infeksi.
  • Hijau dan berbau tidak sedap, hal ini bisa menjadi tanda adanya infeksi yang cukup serius.
  • Kotoran telinga disertai bercak darah. Biasanya, ini akibat garukan, trauma dari penggunaan cotton bud, atau digigit serangga. Jika basah dan mengalir terus-menerus, ada kemungkinan pecahnya gendang telinga.
  • Abu-abu, artinya telah terjadi penumpukan debu atau debris lainnya di dalam liang telinga.
  • Hitam, artinya telah terjadi penumpukan kotoran telinga berlebih yang dapat menyebabkan sumbatan dan menurunnya pendengaran (impaksi serumen).

Kapan kotoran telinga perlu diwaspadai?

Terdapat beberapa kondisi yang perlu Anda waspadai:

  • Jika terdapat cairan yang keluar terus-menerus dari telinga 
  • Terdapat darah di dalam kotoran telinga
  • Keluar sesuatu yang bukan kotoran telinga 
  • Mengalami penurunan pendengaran akibat penumpukan kotoran telinga

Beberapa dari kondisi di atas perlu dicurigai kaitannya dengan infeksi. Selain itu, kotoran telinga yang menumpuk juga perlu dikeluarkan dengan alat bantu oleh dokter. 

Adapun orang-orang yang rentan memproduksi kotoran telinga berlebih, yaitu:

  • Memiliki gaya hidup dengan tingkat stres tinggi
  • Memiliki infeksi telinga kronis
  • Berusia lanjut
  • Memiliki banyak rambut di dalam telinga
  • Memiliki kelainan bentuk pada liang telinga

Cara membersihkan telinga yang aman

Untuk membersihkan telinga secara aman, bersihkan telinga luar dengan menggunakan campuran sabun dan air, lalu posisikan telinga yang akan dibersihkan menghadap ke langit. Pertahankan posisi tersebut selama semenit untuk membantu cairan masuk dan membasuh kotoran telinga yang berada pada dinding liang telinga. 

Setelah itu, balik kembali kepala Anda agar cairan dapat keluar bersama kotoran telinga. Keringkan telinga dari kelembapan berlebih serta kotoran telinga yang sudah lepas dengan handuk. Untuk sebagian besar orang, membersihkan kotoran telinga dengan cara ini sudah cukup.

Jadi, kotoran telinga atau serumen memang memiliki warna dan tekstur yang berbeda. Setiap warna juga memiliki arti yang berbeda. Tapi ingat, telinga dapat membersihkan dirinya sendiri. Jadi, jangan pernah mengoreknya dengan alat apa pun. Jika Anda merasakan adanya penyumbatan yang mengganggu pendengaran, segera periksakan ke dokter THT. 

[MS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar