Sukses

Ciri-ciri dan Gejala Cacar Air pada Bayi

Meski rentan menyerang anak usia sekolah, cacar air juga bisa terjadi pada bayi yang belum genap setahun. Ini ciri dan gejala yang dialami.

Klikdokter.com, Jakarta Cacar air, penyakit yang sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Pasalnya, penyakit infeksi yang satu ini sangat sering menyerang anak usia sekolah dasar. Kendati demikian, tahukah Anda bahwa cacar air sebenarnya juga bisa menyerang bayi yang belum genap berusia satu tahun?

Cacar air itu sendiri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus varisela zoster. Penyakit ini sangat menular dan bisa terjadi pada siapa saja, tak terkecuali bayi. Hal itu terjadi karena cacar air mengincar orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah. Di satu sisi, bayi adalah golongan orang yang memiliki kekebalan tubuh lebih rendah ketimbang anak ataupun orang dewasa. 

Ciri dan gejala cacar air pada bayi

Ciri dan gejala cacar air pada bayi sebenarnya mirip dengan yang dialami oleh anak maupun orang dewasa. Dikatakan dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, gejala cacar air pada bayi yang paling utama dan mudah dikenali adalah demam disertai munculnya bintik merah pada kulit.

“Bintik merah bentuknya akan melenting dan ada isinya berupa cairan. Muncul pertama kali di tangan atau wajah, dan lama-kelamaan akan menyebar pada area tubuh lain seperti kaki, kepala, punggung dan perut,” ujar dr. Sara.

Tak berhenti di situ, dr. Sara mengatakan bahwa cacar air pada bayi juga akan menimbulkan rasa gatal yang luar biasa. 

“Pada anak yang merasa gatal akibat cacar air, mereka sudah bisa menggaruk atau mengadu pada orang tuanya. Tapi, pada bayi? Mereka belum bisa menggaruk atau berbicara apa-apa, sehingga akan menangis secara intens akibat gatal yang dirasakan,” tutur dr. Sara.

Jika bayi yang sering menangis disertai dengan kemunculan bintik merah melenting di tubuhnya, sudah bisa dipastikan bahwa ia mengalami cacar air. 

“Setelah beberapa hari atau minggu, bintik merah akan pecah, mengering dan menyebabkan koreng di tubuh bayi. Tidak perlu khawatir, karena nantinya bekas luka akibat cacar akan mengelupas dengan sendirinya,” tambah dr. Sara Elise. 

Untuk membantu mempercepat proses penyembuhan bekas luka, ibu bisa mengoleskan losion khusus bayi secara rutin setelah si Kecil mandi. Selain membantu memudarkan bekas luka, penggunaan losion khusus bayi juga bisa melembapkan kulit si Kecil yang kering. 

Mengobati cacar air pada bayi

Cacar air bisa disembuhkan dengan perawatan di rumah. Bagi bayi yang masih menyusui, ibu dianjurkan untuk lebih sering memberikan ASI. Tindakan ini bertujuan agar tubuh bayi mendapatkan sistem kekebalan dari ASI dengan lebih optimal lagi. 

Selain itu, pemberian ASI pada bayi yang mengalami cacar air juga berfungsi untuk mencegah dehidrasi. Apabila bayi sudah berusia di atas enam bulan, ibu wajib memberikan MPASI yang kaya nutrisi serta air putih yang cukup.

Tak cukup dengan itu, ibu juga harus memastikan agar bayi mengenakan pakaian yang berbahan katun. Karena, katun bersifat halus dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi. Pakaian dengan bahan katun juga membuat bayi merasa lebih nyaman dan tidak kepanasan.

Di sisi lain, apabila cacar air pada bayi menyebabkan gejala yang sangat menganggu, membuatnya rewel atau tidak mau menyusu, jangan tunda untuk membawa si Kecil berobat ke dokter. Dengan ini, si Kecil akan diberikan obat yang telah diresep sedemikian rupa sesuai dengan usia, berat badan dan kondisinya. 

“Pemberian obat pada bayi tidak boleh dilakukan sendiri. Obat harus sesuai dengan anjuran dan resep dari dokter, agar tidak menyebabkan komplikasi kesehatan yang membahayakan kesehatan si Kecil,” tegas dr. Sara. 

Cacar air pada bayi adalah kondisi yang patut diwaspadai. Jangan biarkan si Kecil menderita dalam diam lantaran belum bisa berbicara dan berbuat apa-apa dengan kondisi yang dialaminya. Selalu perhatikan setiap perubahan yang dialami bayi, agar jika terdapat gejala penyakit bisa dideteksi dan diobati sejak dini.

(NB/ RH)

1 Komentar