Sukses

Atasi Tipus Dengan Labu Siam, Mitos atau Fakta?

Mungkin Anda termasuk yang makan labu siam banyak-banyak saat sedang tipus, untuk mengatasinya. Ini mitos atau fakta, ya?

Klikdokter.com, Jakarta Pemulihan tipus dikenal cukup makan waktu, sekitar 2-4 minggu. Katanya, konsumsi labu siam bisa membantu mengatasi penyakit tersebut. Ini mitos atau fakta?

Tipus—juga dikenal sebagai tifus, demam tifoid, atau awam menyebutnya tipes—adalah salah satu penyakit yang sering menyerang masyarakat. Sebagai pengobatan, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik untuk dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu.

Selain obat dari dokter, rupanya tak sedikit orang yang juga berusaha mengoptimalkan pengobatan dengan menggunakan bahan alami. Salah satunya adalah labu siam. Konon, mengonsumsinya bisa membantu mengatasi tipus. Benarkah?

Apakah labu siam bisa diandalkan untuk mengatasi tipus?

Tipus adalah penyakit  yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii. Biasanya, bakteri ini paling sering ditularkan melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.

Karena tipus paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, maka dikatakan oleh dr. Rifka Hanifa Huwaida dari KlikDokter, metode penyembuhannya butuh obat-obatan seperti antibiotik dan obat-obatan lain untuk mengatasinya.

Lantas, bagaimana dengan labu siam?

“Pengobatan yang hanya mengandalkan labu siam tidak bisa menyembuhkan tipus. Sejauh ini, belum ada penelitian medis yang membuktikan bahwa sayur tersebut bisa menyembuhkan tipus, apalagi tanpa bantuan obat,” jawab dr. Rifka ketika ditanya.

Meski tak bisa mengobati secara langsung, tetapi mengonsumsi labu siam saat terkena tipus bisa membantu mempercepat penyembuhan.

Kata dr. Rifka, labu siam termasuk dalam jenis sayuran yang memang dianjurkan dikonsumsi selama tipus.

“Ini karena labu siam mudah dicerna dan mudah dimakan selama tipus, karena teksturnya yang lunak setelah dimasak. Tapi ingat, labu siam tidak bisa mengobati tipus secara langsung. Mengonsumsinya harus diikuti dengan asupan nutrisi lainnya serta obat yang diberikan oleh dokter.”

Penderita tipus pun juga disarankan untuk menghindari makanan yang tinggi serat, makanan pedas, berlemak, dan terlalu asam saat tipus.

“Semua makanan itu akan sulit dicerna dan menyebabkan penyumbatan, yang pada akhirnya membuat tipus jadi makin parah,” tambah dr. Rifka.

Yang harus dilakukan agar tidak kena tipus

Tipus umumnya berkaitan dengan kondisi kebersihan yang tidak baik. Oleh karena itu, lakukan tips di bawah untuk mencegahnya.

1. Hanya minum air matang

Hindari minum air dari wadah yang kotor atau belum dicuci bersih. Selain itu, pastikan juga Anda meminum air yang matang, sehingga tak ada bakteri atau meminimalkan bakteri yang masuk ke tubuh.

Apabila ingin menambahkan es batu ke dalam minuman, pastikan es batu dibuat dari air yang sudah matang, bukan air keran.

2. Vaksinasi

Vaksinasi tifoid dipercaya mampu membantu mencegah dan menurunkan risiko tipus pada warga yang tinggal di wilayah endemik seperti Indonesia. Rekomendasinya adalah vaksin tifoid setiap tiga tahun sekali.

3. Perhatikan kebersihan makanan

Hindari mengonsumsi makanan yang tidak terjamin kebersihannya, misalnya terlihat kotor, makanan di pinggir jalan yang dekat dengan kerumunan lalat atau serangga lain, dekat got, dan lain-lain. Makanan seperti itu lebih rentan terpapar bakteri.

Pastikan juga makanan dan minuman yang akan dikonsumsi sudah dimasak matang. Jika ingin makan buah, cuci bersih dulu sebelum dikonsumsi.

4. Rajin cuci tangan

Terdengar sepele, tetapi bakteri Salmonella typhii bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh yang kotor. Karenanya, selalu ingat untuk cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan setelah makan, serta setelah menggunakan kamar mandi.

Jadi, anggapan labu siam bisa mengatasi tipus itu mitos. Faktanya, pengobatan tipus harus sesuai instruksi dokter. Meski demikian, labu siam bisa membantu mempercepat proses pemulihan, karena teksturnya yang lunak dan mudah dicerna. Optimalkan pengobatan dengan tetap makan sehat bergizi seimbang (sesuai pantangan tipus) dan istirahat cukup.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar