Sukses

Yuk, Belajar Membaca Informasi Gizi pada Label Kemasan Makanan

Hampir semua makanan dalam kemasan disertai dengan label informasi gizi. Ketahui cara membacanya pada kemasan makanan.

Klikdokter.com, Jakarta Label pada kemasan makanan atau minuman mempunyai istilah sebagai label pangan. Label ini merupakan keterangan mengenai pangan dan informasi gizi yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan.

Digunakan sebagai sarana komunikasi antara produsen dengan konsumen, label ini menjadi penentu keputusan “membeli” bagi konsumen. Selain itu, label yang ada juga bertujuan untuk menciptakan perdagangan yang adil, jujur, dan bertanggung jawab serta untuk melindungi konsumen.

Cara membaca label kemasan

Membaca label bisa dibagi menjadi dua cara, yaitu melihat bagian utama label dan bagian lain label. Bagian utama label menunjukkan nama atau merek dagang dan terdapat banyak informasi, antara lain:

  • Nama dagang, yaitu keterangan yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam perdagangan.
  • Nama pangan olahan, yaitu keterangan identitas pangan olahan misalnya minuman berenergi.
  • Saran penyajian, yaitu keterangan yang menjelaskan gambar atau tulisan yang tercantum merupakan saran penyajian.
  • Nama dan alamat produsen atau importir, yaitu keterangan mengenai dimana produk ini diproduksi atau dari mana produk ini diimpor.
  • Berat/isi bersih, yaitu keterangan mengenai jumlah pangan olahan yang terdapat di dalam kemasan.
  • Nomor izin edar, yaitu keterangan bahwa produk tersebut telah terdaftar atau mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau Dinas Kesehatan.
  • Nomor izin edar ini dapat diperiksa di website BPOM untuk mengetahui apakah benar produk tersebut sudah terdaftar di BPOM.
  • Logo Halal, menunjukkan bahwa produk kemasan tersebut telah memiliki sertifikat Halal.

Sementara itu, bagian lain label adalah bagian di sekeliling bagian utama label, yang dapat berisi:

  • Daftar bahan/komposisi, yaitu mengenai daftar bahan yang digunakan dalam pembuatan produk tersebut.
  • Informasi nilai gizi, yaitu keterangan mengenai daftar kandungan zat gizi pangan sesuai dengan format yang dibakukan.
  • Keterangan kedaluwarsa, yaitu batas akhir suatu pangan olahan terjamin mutunya sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk penyimpanan.
  • Kode produksi, yaitu keterangan mengenai riwayat produksi pangan olahan yang diproses pada kondisi dan waktu yang sama.
  • Cara menyiapkan/ mengolah, yaitu keterangan mengenai cara mengolah makanan sebelum disajikan atau dikonsumsi.
  • Petunjuk penyimpanan, yaitu keterangan mengenai cara penyimpanan pangan olahan yang tepat.

Selain keterangan-keterangan di atas, terdapat keterangan lain yang harus dicantumkan pada label sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Keterangan peringatan yang biasa dicantumkan misalnya “mengandung babi”, “tidak cocok untuk bayi dibawah usia 12 bulan”, “mengandung gula dan pemanis buatan”, atau “wanita hamil dilarang minum”. Contoh lainnya adalah keterangan peruntukan, misalnya “untuk bayi usia 0–6 bulan” dan “makanan diet khusus untuk gangguan hati”, dan lain sebagainya.

1 dari 2 halaman

Yang wajib ada pada label informasi gizi

Karena ukuran produk yang beragam, banyak label yang tidak mengandung seluruh keterangan di atas. Terdapat beberapa format yang biasa digunakan untuk mencantumkan informasi nilai gizi.

Informasi nilai gizi tersebut wajib dicantumkan bila produk tersebut mencantumkan klaim gizi dan klaim kesehatan, pangan fortifikasi wajib, seperti garam beryodium, atau pangan yang ditujukan untuk bayi, pangan ibu hamil, atau pangan untuk penyakit tertentu.

Informasi yang wajib dicantumkan adalah takaran saji, jumlah sajian per kemasan, dan footnote. Pada informasi nilai gizi terdapat takaran saji dan jumlah sajian per kemasan.

Takaran saji menunjukkan jumlah yang produk atau bagian produk pangan per sajian, misalnya empat keping.

Sedangkan, jumlah sajian per kemasan menunjukkan berapa banyak sajian dalam satu kemasan produk, misalnya dalam satu produk terdapat 12 keping, sedangkan takaran sajinya 4 keping. Maka, jumlah sajian per kemasan adalah 3.

Sedangkan, zat gizi yang wajib dicantumkan pada informasi nilai gizi adalah energi total, lemak total, protein, karbohidrat total, dan natrium. Banyak zat gizi lainnya yang dapat dicantumkan atau merupakan penjelasan lebih lanjut dari zat gizi wajib di atas.

Zat gizi ini disertai dengan persentase angka kecukupan gizi (AKG) per sajian yang mencantumkan informasi mengenai persentase kontribusi produk tersebut terhadap kebutuhan harian suatu zat gizi yang dihitung berdasarkan kebutuhan energi tertentu, biasanya 2000 kKal.

Demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membaca label kemasan makanan, termasuk juga informasi gizi. Selain itu, banyak juga informasi yang dapat diperoleh dari label kemasan makanan yang dapat digunakan sesuai fungsi masing-masing. Oleh karena itu, selalu baca label pada kemasan dengan teliti agar Anda bisa memilih makanan yang sehat dan tepat untuk keluarga. Dengan demikian Anda juga bisa terhindar dari kemungkinan alergi atau keracunan makanan.

[NP/ RVS]

1 Komentar