Sukses

Waspadai Bahaya Polusi Kabut Asap bagi Ibu Hamil dan Janin

Polusi kabut asap akibat kebakaran hutan makin memprihatinkan. Apa bahaya kabut asap bagi ibu hamil dan janin?

Klikdokter.com, Jakarta Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau sudah masuk kategori berbahaya. Kalau orang biasa saja bisa mengalami sesak napas, coba bayangkan bahaya kabut asap pada ibu hamil. Karena itulah, ibu hamil harus menjaga kesehatan diri sekaligus melindungi janin di dalam kandungannya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai Senin (16/9) pukul 16.00 WIB, masih ada seribuan lebih titik panas terpantau. Antara lain, 58 titik panas di Riau, 62 titik di Jambi, 115 titik di Sumatera Selatan, 384 titik di Kalimantan Barat, 513 titik di Kalimantan Tengah, dan juga 178 titik di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 328.724 hektare dengan 2.583 titik api. Hal ini menyebabkan kualitas udara di wilayah sekitarnya mencapai titik yang berbahaya. Bila ibu hamil terus-menerus menghirup asap ini, tentu sejumlah bahaya kesehatan akan mengintainya dan bayi di kandungan.

Bahaya kabut asap bagi ibu hamil dan janin

Seperti dijelaskan dr. Chaerunisa Utami dari KlikDokter, polusi kabut asap kebakaran yang jika dihirup oleh ibu hamil secara berkelanjutan bisa membuat saluran pernapasan terganggu. Ibu hamil bisa mengalami batuk, sesak napas, dan infeksi saluran pernapasan.

Secara umum, kabut asap dapat mengganggu kesehatan orang-orang yang terpapar, baik yang dalam kondisi sehat maupun sakit atau memiliki daya tahan tubuh rendah. Kabut asap beserta partikel-partikel di dalamnya bisa mengiritasi saluran pernapasan.

Lalu, bagaimana dengan janin yang ada di dalam kandungan? Sebagaimana diketahui, pertumbuhan bayi di dalam kandungan sangat tergantung pada apa yang ibu hamil konsumsi dan pakai, termasuk soal udara yang dihirup. Bila udara yang dihirup secara terus-menerus buruk kualitasnya, tentu pertumbuhan janin akan turut terganggu.

“Tentu sangat berbahaya. Jika ibu hamil sampai mengalami sesak napas, oksigen tidak bisa dialirkan ke janin. Pada akhirnya, janin tidak mendapat cukup pasokan oksigen,” kata dr. Chaerunisa.

Tak cuma soal itu, ketika dihirup oleh ibu hamil, partikel-partikel kabut asap tersebut akan masuk ke dalam pembuluh darah. Padahal, pembuluh darah adalah satu-satunya jalan bagi nutrisi dan oksigen yang penting untuk tumbuh kembang janin.

Saat nutrisi dan oksigen tidak dapat disalurkan dengan sempurna, dampak kesehatan yang bisa dirasakan ibu hamil antara lain:

  • Persalinan prematur atau belum cukup bulan. Kelahiran prematur ini akan memaksa organ yang belum waktunya berfungsi normal.
  • Berat badan lahir rendah karena kurangnya nutrisi. Padahal, nutrisi adalah salah satu faktor penting dalam tumbuh kembang janin.
  • Kelahiran mati atau keguguran yang disebabkan oleh kurangnya asupan oksigen yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan janin.

Bahaya kabut asap bagi ibu hamil dan janin adalah nyata dan wajib diwaspadai. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk sebisa mungkin beraktivitas di dalam ruangan serta menggunakan masker bila berada di luar ruangan. Bila memungkinkan, Anda bisa mengungsi sementara ke lokasi yang aman dari paparan polusi asap sampai masalah kebakaran hutan dan lahan ini teratasi.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar