Sukses

Tren Memutihkan Kulit dengan Glutathione, Amankah?

Banyak wanita di Indonesia yang melakukan injeksi glutathione demi memiliki kulit lebih putih dan cerah. Akan tetapi, amankah hal tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Keinginan wanita untuk tampil lebih cantik dan menarik tentunya tidak akan pernah padam hingga kapan pun. Salah satu tren memutihkan kulit yang sedang banyak dibicarakan adalah dengan melakukan injeksi glutathione. Namun, amankah hal tersebut secara medis? 

Sebenarnya, persepsi cantik bagi setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang menganggap wanita berkulit sawo matang lebih cantik, tapi ada pula yang berpendapat bahwa wanita berkulit putih bersih yang lebih cantik.

Akan tetapi, meskipun banyak orang Indonesia yang pandangannya sudah berubah dari “putih itu cantik”, namun masih banyak juga wanita yang menginginkan kulit lebih putih dan cerah. Hal ini bisa dilihat dari masih marak dan tingginya penjualan krim-krim dan produk kecantikan yang mengklaim dapat memutihkan dan mencerahkan kulit. 

Bahkan, tidak hanya dengan perawatan kulit biasa, para wanita juga merambah opsi lain untuk bisa mendapatkan kulit lebih putih dan cerah dengan waktu yang lebih cepat. Hal tersebut juga tidak hanya pada wajah saja, tapi termasuk pada seluruh tubuh.

Suntik glutathione sebagai salah satu cara memutihkan kulit

Salah satu cara untuk memutihkan kulit yang kini telah dikenal luas oleh banyak wanita adalah “suntik putih”, yang salah satu kandungan utamanya adalah glutathione

Glutathione sendiri adalah antioksidan kuat (zat yang berfungsi untuk memerangi radikal penyebab kerusakan di sel tubuh) yang memiliki efek antimelanogenesis, yaitu melawan pembentukan pigmen melanin sebagai pemberi warna kulit. Sebab, semakin banyak pigmen melanin seseorang, maka akan semakin gelap warna kulitnya.

Terapi glutathione suntik atau infus yang dilakukan melalui pembuluh darah telah diakui keamanan dan efektivitasnya oleh berbagai badan kesehatan dunia. Terapi ini disebut dapat membantu mengatasi beberapa kasus penyakit, seperti perlemakan hati, pengerasan hati (sirosis), hepatitis (radang hati), dan sebagai terapi untuk mengatasi kerusakan saraf akibat kemoterapi.

Tapi sayangnya, bukti ilmiah bahwa glutathione dapat bermanfaat dan aman dilakukan untuk memutihkan kulit, hingga saat ini justru masih belum terlalu banyak, yakni hanya empat artikel jurnal.

Ada yang meneliti efektivitas dan keamanan glutathione oral (minum), topikal (salep atau krim), serta suntikan atau infus. Pada dua penelitian mengenai glutathione oral yang dilakukan di Thailand dan Filipina, di mana pasien diberikan glutathione sebesar 500 mg sehari, didapati pengurangan melanin pada kulitnya. Selain itu, glutathione pun didapati aman dan tanpa efek samping yang berarti pada subjek penelitian tersebut.

Sementara penelitian terhadap glutathione topikal juga dilakukan di Filipina, di mana krim tersebut diaplikasikan dua kali sehari selama 10 minggu. Didapati jika kulit para subjek penelitian menjadi lebih putih, meskipun hasil tersebut tidak permanen. 

Khusus untuk penelitian terhadap glutathione suntik dan infus dilakukan di Pakistan, di mana hasilnya pun memuaskan.

Meski memberikan hasil yang baik, tapi masih diragukan

Meskipun keempat penelitian tersebut mendapatkan hasil yang baik dan signifikan, tapi para ahli masih meragukan kebenarannya. Hal tersebut disebabkan karena terlalu sedikitnya subjek penelitian yang digunakan (hanya 30-60 orang) dan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat (hanya 4-10 minggu), serta tidak mengukur kadar glutathione dalam darah.

Akan tetapi, meski masih kontroversial, terapi suntik dan infus glutathione masih banyak dilakukan. Selain karena ada dasar ilmiah yang sudah dipublikasikan, walaupun masih diragukan banyak pihak, tapi juga disebabkan oleh masih sangat tingginya permintaan dari para wanita yang ingin tampil dengan kulit lebih putih dan cerah.

Setelah mendapat informasi tentang memutihkan kulit dengan glutathione di atas, maka keputusan untuk menggunakan metode tersebut kembali pada Anda. Tapi yang pasti, sebelum melakukan tindakan apa pun untuk kepentingan kecantikan, akan lebih baik apabila Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui keamanan dan efektivitasnya.

[MS/ RVS]

1 Komentar