Sukses

Kenali Beragam Gejala Diabetes Insipidus

Gejala diabetes insipidus bisa berbeda pada orang dewasa, anak-anak, dan bayi. Simak ulasan lengkapnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes insipidus berbeda dengan diabetes lainnya, yang tidak berhubungan dengan gangguan insulin dan gula darah yang tinggi. Apa saja gejala penyakit ini?

Diabetes insipidus disebabkan oleh gangguan produksi hormon antidiuretik di dalam tubuh, sehingga tubuh tak bisa menahan air. Sebagian besar air dikeluarkan melalui urine.

Penyakit bisa timbul karena faktor genetik, mengalami trauma di kepala, operasi tumor otak, menderita penyempitan pembuluh darah, leukemia, pernah menjalani terapi radiasi, dan konsumsi obat-obatan tertentu secara berlebihan.

Jenis diabetes insipidus

Penyakit diabetes insipidus ini ditandai dengan banyaknya urine encer dengan volume lebih dari 3 liter tiap 24 jam. Kondisi ini dapat sangat mengganggu karena pasien akan bolak-balik ke kamar mandi, lebih mudah haus, serta berisiko mengalami dehidrasi.

Dalam dunia medis, terdapat dua macam diabetes insipidus, yakni:

  • Central (neurogenik, pituitary, atau neurohypophyseal) DI, ditandai dengan penurunan sekresi hormon antidiuretik (ADH, yang juga disebut sebagai arginine vasopressin).
  • Nephrogenic DI, ditandai dengan penurunan kemampuan untuk mengonsentrasikan urine karena adanya resistensi terhadap ADH di ginjal.
  • Jenis lainnya (gestasional dan  polidipsia primer), keduanya ditandai dengan defisiensi arginine vasopressin, tetapi bukan disebabkan oleh kelainan pada ginjal. Pada tipe gestasional, terjadi penghancuran ADH akibat enzim yang dihasilkan oleh plasenta ibu saat hamil. Sedangkan pada polidipsia primer, terjadi karena konsumsi cairan yang terlalu banyak. 
1 dari 3 halaman

Gejala diabetes insipidus

Diabetes insipidus termasuk jarang terjadi, tetapi tetap perlu diwaspadai dan mendapatkan penanganan khusus. Langkah pertama adalah dengan mengetahui gejala-gejalanya.

Pada orang dewasa, gejalanya meliputi:

  • Poliuria, yaitu produksi urine harian relatif konstan pada setiap pasien, tetapi sangat bervariasi antara 3-20 liter per harinya. 
  • Polidipsi, yaitu rasa haus yang tidak berkesudahan.
  • Nokturia, yaitu buang air kecil berlebihan pada malam hari.

Sedangkan pada bayi dan anak-anak, gejalanya antara lain:

  • Mengompol atau popok selalu basah atau cepat penuh
  • Tangisan yang tidak dapat ditenangkan
  • Kesulitan tidur
  • Rasa lelah terus-menerus
  • Demam
  • Muntah
  • Diare atau sembelit
  • Berat badan turun drastis
  • Nafsu makan menurun
  • Gangguan pada pertumbuhan.

Jika Anda atau anak memiliki gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas, maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnosis diabetes insipidus. Pemeriksaannya meliputi:

  • Pengumpulan urine selama 24 jam untuk mengetahui jumlahnya
  • Gula darah
  • Serum electrolyte concentrations 
  • Urinary specific gravity
  • Osmolalitas urine dan plasma simultan 
  • Level plasma ADH. 
2 dari 3 halaman

Pengobatan diabetes insipidus

Penanganan pada diabetes insipidus bergantung dari tipe atau penyebab kondisi itu sendiri.

  • Tipe sentral

Untuk diabetes insipidus tipe ini, di mana produksi urine masih tidak terlalu banyak (sekitar 3-4 liter per hari), tidak membutuhkan penanganan khusus. Penanganan cukup dengan minum air putih lebih banyak untuk menggantikan urine yang keluar, sehingga tidak mengalami dehidrasi.

Namun, jika volume urine yang dikeluarkan melebihi 4 liter per 24 jam, maka perlu diberikan obat desmopresin yang berfungsi layaknya vasopresin dalam tubuh. Desmopresin bekerja dengan menghentikan produksi urine berlebih dari ginal.

  • Tipe nefrogenik

Penyebab paling sering tipe ini adalah akibat konsumsi obat tertentu. Jika konsumsinya dihentikan, otomatis keluhan akan menghilang dengan sendirinya. 

  • Polidipsia primer

Mengurangi asupan cairan yang berlebihan adalah kunci pengobatan tipe ini. Minuman yang perlu dihindari adalah yang bersifat diuretik atau menarik cairan, seperti kopi, teh, dan minuman bersoda.

Meski sepintas gejala keduanya serupa, tetapi diabetes insipidus dan diabetes adalah dua kondisi yang berbeda. Tata laksana diabetes insipidus sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis penyakit dalam supaya penanganannya tepat sasaran.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar