Sukses

Bahaya Minum Air Kemasan yang Terpapar Panas

Minum air kemasan botol yang terpapar panas katanya bisa membahayakan kesehatan Anda. Berikut fakta medisnya.

Klikdokter.com, Jakarta Apa yang muncul di pikiran Anda ketika mendengar air kemasan botol tertinggal di mobil dalam keadaan terpapar panas matahari? Meskipun isinya masih terbilang banyak, tentu Anda langsung ingin membuang air kemasan botol tersebut bukan? Pasti muncul anggapan bahwa air mineral tersebut jadi tidak sehat karena partikel kecil botol plastik tersebut yang “meleleh” dan bercampur dalam air. Tapi apakah benar berbahaya seperti yang dikatakan?

Air kemasan botol plastik biasanya terbuat dari bahan yang disebut polyethylene terephthalate (PET). Ketika terpapar panas, bahan tersebut dapat luluh dan menghasilkan dua jenis bahan kimia, yaitu Bisphenol A (BPA) dan juga antimon. Sebelum membahas bahayanya lebih lanjut, anda perlu mengenal dahulu kedua zat kimia tersebut.

  • Bisphenol A (BPA)

Pernahkah Anda melihat suatu produk berbahan plastik dengan tulisan “BPA free” atau “bebas BPA”? senyawa kimia ini merupakan salah satu zat yang banyak digunakan pada industri dalam pembuatan plastik, tak terkecuali botol minum plastik. 

Meskipun kadang berlabel bebas BPA, tidak menjamin bahwa botol plastik tersebut lebih aman. Zat lain yang disebut Bisphenol S (BPS) digunakan sebagai substitusi dan akan memiliki dampak yang tidak jauh berbeda.

Jika masuk ke dalam tubuh, BPA diketahui bahan yang mengganggu aktivitas endokrin atau hormon. Zat kimia ini dapat bekerja selayaknya hormon yang ada di tubuh. Padahal, hampir seluruh yang terjadi pada tubuh Anda diregulasi oleh hormon. 

Menurut penelitian pada hewan, BPA dalam jumlah diatas normal dapat berakibat pada terganggunya perkembangan dan pertumbuhan anak, perkembangan otak janin, gangguan reproduksi seperti menurunnya kesuburan, hingga gangguan metabolik seperti tiroid atau gondok.

  • Antimon

Antimon merupakan unsur kimia dengan nama lain Stibium (Sb) yang sering menjadi komponen penyusun dari PET sebagai bahan pembuat botol plastik kemasan. Selain itu, antimon juga banyak digunakan pada manufaktur plastik lain, bahan semikonduktor, dan lainnya. 

Sama halnya dengan Bisphenol A, jika terpapar panas maka zat kimia ini juga dapat beracun bagi tubuh jika masuk dalam jumlah banyak. Diketahui antimon bersifat racun, mutagenik, karsinogenik, dan teratogenik. Artinya selain beracun, zat ini juga dapat menyebabkan mutasi, pembentukan kanker, dan kecacatan pada janin yang sedang dikandung.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, botol air kemasan yang terpapar panas dalam waktu yang lama dapat meluluhkan zat kimia yang terkandung pada plastik dan tercampur dalam air dan dapat membahayakan tubuh. Namun, menurut BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), isu yang sering beredar di masyarakat tentang ini merupakan hal yang tidak benar. 

Kandungan Bisphenol A dan antimon pada botol air kemasan memang akan meluluh pada paparan panas. Namun demikian hanya dalam jumlah yang sangat sedikit dan tidak akan menimbulkan masalah kesehatan. 

Menurut penelitian yang dilakukan di Tiongkok tahun 2016, membutuhkan paparan suhu sekitar 70 derajat Celsius selama 4 minggu berturut-turut pada air kemasan botol hingga mencapai ambang batas yang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Selain itu, yang perlu Anda ketahui adalah semua bahaya dan risiko akibat BPA ataupun antimon yang disebutkan di atas, merupakan hasil penelitian yang dilakukan terhadap binatang percobaan. 

Jadi setelah mengetahui data di atas, Anda tidak perlu khawatir jika ingin minum air kemasan yang sudah terpapar panas karena hal tersebut terbilang aman. Namun, menurut penelitian yang ada, tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang masalah ini dan efeknya langsung pada manusia. Dengan adanya masalah pengelolaan plastik, ada baiknya juga jika Anda mulai membawa botol minum sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik dan menghindari risiko kesehatan karenanya.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar