Sukses

Gigi Anak Tumbuh Renggang, Perlukah Khawatir?

Gigi anak yang tumbuh renggang bisa membuat orang tua khawatir. Apa penyebab gigi anak renggang? Apakah berbahaya? Mari simak di sini!

Pertumbuhan anak-anak dapat berbeda satu dengan lainnya. Salah satunya adalah anak yang tumbuh dengan gigi renggang. Melihat kondisi ini, orang tua kerap khawatir. Meski semestinya, gigi anak tumbuh tidak beraturan sebetulnya tak perlu terlalu dirisaukan.

Dalam istilah medis, gigi renggang disebut juga diastema. Kondisi tersebut lebih sering terjadi pada gigi depan bagian atas. Ketika gigi susu mulai tumbuh, gigi depan bisa memiliki celah di antaranya. 

Diastema cukup umum ditemukan pada anak-anak maupun orang dewasa. Gigi anak yang tumbuh renggang, terutama pada gigi susu, bisa disebabkan oleh berbagai hal. 

Apa saja sih penyebab gigi anak renggang? Berikut beberapa di antaranya.

1 dari 6 halaman

1. Perkembangan Rahang yang Alami

Seperti kondisi kesehatan lainnya, faktor genetika juga dapat memengaruhi perkembangan diastema. Orang tua yang memiliki diastema, mungkin juga akan menurunkan kondisi yang sama pada anak-anaknya. 

Kondisi ini terbilang normal. Biasanya setelah tumbuh gigi taring permanen, semua celah akan menutup dengan sendirinya. 

Artikel lainnya: Pengaruh Susu Bisa Bikin Gigi Anak Rusak, Ini Faktanya!

2 dari 6 halaman

2. Masalah pada Frenulum

Adanya masalah pada frenulum bisa menjadi salah satu penyebab gigi anak renggang. Frenulum labial rahang atas adalah bagian kecil dari jaringan ikat antara bibir atas dan jaringan gusi di antara dua gigi depan atas. 

Frenulum yang lebih tinggi dari biasanya dapat menyebabkan gigi renggang. Dalam kasus ini, frenulum menempel begitu jauh ke bawah pada gusi sehingga membuat dua gigi depan terpisah.

3 dari 6 halaman

3. Ukuran Gigi dan Rahang yang Tidak Sesuai

Pada beberapa kasus, bisa saja ukuran gigi dan rahang anak tidak serasi sehingga dapat menciptakan celah di antara gigi.

Sebagai contoh, ruang lebih di rongga mulut dapat terjadi jika ukuran gigi anak kecil tetapi memiliki rahang yang besar.

Dengan memiliki rahang besar dan gigi kecil, akan ada ruang ekstra di mulut. Hal ini akan memungkinkan gigi bergeser dan dapat menyebabkan diastema.

Artikel lainnya: Penyebab Gigi Anak Hitam dan Cara Mengatasinya

4 dari 6 halaman

4. Kebiasaan Mengisap Jempol

Kebiasaan buruk tertentu dapat memengaruhi pembentukan diastema pada anak-anak, yakni mengisap jempol.

Tekanan yang terkait dengan mengisap jempol, dapat menyebabkan gigi depan terdorong ke depan dan menyebabkan terbentuknya celah.

Sebagai orang tua, Anda dapat mendorong dan memotivasi anak untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut demi terhindar dari kondisi gigi renggang.

5 dari 6 halaman

5. Kebiasaan Menjulurkan Lidah

Kebiasaan lainnya yang juga bisa memicu gigi renggang adalah menjulurkan lidah Dorongan lidah disebut berkontribusi terhadap kondisi diastema. 

Kondisi ini muncul dari posisi lidah yang tidak tepat saat menelan. Dengan menghentikan kebiasaan anak-anak ini, orang tua mungkin dapat menghindari terjadinya diastema. 

Itulah beberapa penyebab gigi anak tumbuh jarang. Adanya celah di antara gigi depan bisa menimbulkan rasa malu pada si kecil saat bertemu dengan teman-temannya. Hal tersebut bisa saja memengaruhi aspek sosial dan aktivitasnya sehari-hari.

Untuk mengatasinya, ada beberapa cara agar celah ini dapat ditutup atau dikoreksi. Salah satunya dengan pemasangan kawat gigi. Kawat gigi atau behel dapat membantu menutup celah serta menyelaraskan gigi geligi dengan benar.

Jadi, Anda tidak perlu khawatir. Bila Anda mendeteksi adanya diastema pada si kecil, coba periksakan ke dokter gigi. Dokter gigi dapat menyarankan metode dan prosedur tertentu untuk mengatasi masalah gigi renggang si kecil sedari dini. 

Anda masih punya pertanyaan seputar perawatan gigi anak? Yuk, langsung diskusikan dengan dokter melalui fitur Live Chat.

[HNS/JKT]

2 Komentar