Sukses

Amankah Anak Terus-menerus Menggunakan Salep untuk Atasi Alergi?

Alergi dapat menyebabkan anak gelisah akibat kulit yang gatal. Apakah boleh pemberian salep untuk alergi secara terus-menerus?

Klikdokter.com, Jakarta Pemberian salep untuk atasi alergi jamak dilakukan orang tua pada anak yang sedang kambuh alerginya. Dengan pemakaian salep yang rutin, gejala alergi pada kulit, seperti gatal, bentol, bengkak, dan kemerahan, dapat diatasi. Akan tetapi, bolehkah terus-menerus menggunakan salep untuk atasi alergi?

Pengobatan alergi

Alergi pada dasarnya tidak dapat disembuhkan. Karena itulah, tujuan pengobatan alergi pada kulit adalah untuk menghilangkan keluhan yang ditimbulkan. Agar keluhan tak berulang, penderita harus menghindari pencetus alergi, seperti makanan tertentu, debu, dingin, panas, keringat, sabun, dan sampo.

Pengobatan alergi pada kulit dapat berupa obat oral ataupun topikal. Obat oral biasanya diberikan untuk mengurangi rasa gatal dan jika alergi terjadi secara menyeluruh pada tubuh. Adapun obat topikal biasanya diberikan jika alergi terjadi pada sebagian kecil atau beberapa bagian tubuh saja.

Obat untuk alergi dapat berupa antihistamin untuk antigatal dan kortikosteroid untuk antiradang. Obat oral untuk alergi ada yang dapat dibeli dengan bebas, tapi juga ada yang harus dengan resep dokter. Akan tetapi, yang harus diketahui, pemakaian obat oral – baik antihistamin dan kortikosteroid – tidak boleh dalam jangka waktu yang lama.

Obat alergi topikal biasanya juga mengandung antihistamin dan kortikosteroid. Di Indonesia sendiri masih belum banyak krim atau salep yang mengandung antihistamin. Biasanya salep alergi hanya mengandung kotrikosteroid. 

Kortikosteroid topikal sendiri terbagi menjadi berbagai potensi dari kuat hingga lemah. Pembagian ini juga tersedia dalam berbagai sediaan dari krim, salep, dan sebagainya. Penggunaan setiap potensi maupun sediaan berbeda tergantung pada banyak faktor seperti letak lesi, luas lesi, usia, dan sebagainya. 

Penggunaan salep kortikosteroid potensi kuat harus hati-hati dan hanya boleh sebentar. Sebaiknya, penggunaan kortikosteroid topikal jenis ini harus disarankan oleh dokter. 

Salep kortikosteroid lemah dijual secara bebas. Penggunaannya pun dapat lebih lama dibandingkan salep potensi kuat. 

Meski begitu, tetap saja penggunaan salep kortikosteroid, baik yang lemah maupun kuat, secara sembarangan dapat menyebabkan efek samping, yaitu:

  • Atrofi kulit atau penipisan kulit
  • Telangiektasis atau pembuluh darah kecil yang bertambah banyak dan terlihat
  • Jerawat
  • Adiksi steroid
  • Hipertrikosis atau pertumbuhan rambut tipis dan pendek pada pipi dan bibir atas
  • Hipopigmentasi atau menurunnya pewarnaan pada kulit
  • Purpura atau lebam
  • Infeksi
  • Penyembuhan luka yang lebih lama.
1 dari 2 halaman

Alternatif pengganti salep

Dibandingkan menggunakan salep obat setiap hari untuk mengatasi alergi, Anda dapat menggunakan pelembap kulit. Seperti dituliskan di atas, penggunaan salep obat setiap hari dapat berdampak negatif pada kulit.

Alergi juga mudah terjadi pada kulit yang kering. Melembapkan kulit dapat menurunkan risiko alergi dan mengurangi gatal. Pakailah pelembap, baik dalam bentuk krim, salep, atau losion minimal dua kali sehari setelah mandi.

Selain itu, menjaga hidrasi kulit sangatlah penting. Minumlah air putih secara cukup agar kulit tidak kering. Hindari juga mandi dengan air panas. Lebih baik, Anda menggunakan air hangat atau dingin. Pilihlah sabun dan sampo yang untuk kulit sensitif, tanpa pewangi dan mengandung pelembap. 

Anda juga dapat menggunakan cara tradisional untuk mengurangi gatal. Salah satunya adalah dengan menggunakan kompres dingin. Kompres dapat dilakukan selama 5-10 menit. Hal ini dapat membuat kulit sedikit mati rasa akibat dingin sehingga mengurangi gatal. Ada juga zat mentol yang juga memberikan efek dingin dan mengurangi gatal.

Hindari penggunaan salep untuk alergi pada anak secara terus-menerus setiap hari. Penggunaan yang berlebihan apalagi tidak sesuai petunjuk dokter bisa berefek buruk pada kulit mereka. Jauh lebih baik, bila anak menghindari alergen dan menjaga kelembapan kulit untuk mencegah kekambuhan alergi.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar