Sukses

Waspada 7 Gejala Darah Menggumpal di Tubuh Anda

Darah menggumpal di dalam tubuh dapat menimbulkan masalah. Yuk cari tahu apa saja gejalanya.

Klikdokter.com, Jakarta Pada kondisi normal, darah berbentuk cairan yang mengalir. Namun, darah dapat berubah menjadi seperti gel atau semipadat yang menyerupai gumpalan. Darah menggumpal ini sangat berguna ketika Anda cedera – misalnya saat terluka dalam atau terpotong – untuk mencegah kehilangan terlalu banyak darah.

Akan tetapi, dikutip dari Healthline, kondisi ini akan menjadi masalah bila gumpalan terbentuk di dalam pembuluh darah. Bahkan bisa menjadi situasi yang sangat berbahaya dan bahkan mengancam jiwa.

"Iya, salah satu bahaya darah menggumpal di dalam tubuh itu bisa menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. Itu biasanya yang menjadi awal terjadinya stroke, jika darah menggumpal terjadi di otak," ujar dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter.

Waspadai gejala darah menggumpal

Sebenarnya, darah menggumpal pada tubuh bisa memiliki beberapa tanda. Ketika gejalanya muncul, Anda harus mewaspadainya.

Berikut gejala ketika terjadi kondisi darah menggumpal di tubuh Anda:

1. Kram kaki

Orang-orang yang mengalami gumpalan darah di kaki mengatakan mereka kerap merasakan kram. Kram seperti itu bisa merupakan akibat dari gumpalan darah Deep Vein Thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam. DVT terjadi ketika adanya penggumpalan darah pada satu atau lebih pembuluh darah vena dalam. Ini terbentuk di pembuluh darah besar. 

"Mengabaikan gumpalan darah di kaki bahkan untuk sehari bisa berakhir dengan emboli paru (penyumbatan di arteri paru-paru), yang jauh lebih berbahaya," ujar Kristine Arthur, MD, internis di Orange Coast Memorial Medical Center di Fountain Valley, California, Amerika Serikat kepada Reader’s Digest.

2. Kesemutan

Dijelaskan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, kesemutan atau dalam dunia medis dikenal sebagai parestesia, merupakan sensasi tubuh bagian tertentu terasa seperti digelitik dan/atau ditusuk-tusuk.

Pada kebanyakan kasus, kesemutan terjadi akibat adanya penekanan pada saraf dalam jangka waktu lama. Namun begitu, kesemutan juga dapat menjadi pertanda adanya gumpalan dalam darah. Karena itu, lebih waspadalah bila mengalami kesemutan terus-menerus di tempat yang sama.

3. Kulit pucat atau berubah warna

Pembekuan atau penggumpalan darah dapat mengganggu aliran darah normal. Akibatnya, kulit dapat menjadi pucat atau berubah warna. Ini merupakan gejala umum penggumpalan darah. 

Jika area satu kaki tampak lebih pucat atau berwarna berbeda, ini adalah gejala penggumpalan darah dan harus diperiksa oleh dokter.

4. Kulit hangat atau dingin saat disentuh

Gejala penggumpalan darah lainnya adalah variasi suhu di mana darah menggumpal terjadi. Sama seperti perubahan warna, adanya perbedaan suhu disebabkan oleh gangguan aliran darah. Jika variasi suhu ini berlanjut dan Anda memiliki riwayat peningkatan risiko pembekuan darah, segera hubungi dokter Anda.

5. Sakit punggung

Nyeri punggung mungkin tidak tampak seperti salah satu gejala darah menggumpal. Namun, ini bisa menjadi indikasi bahwa gumpalan darah ada di daerah panggul atau di vena kava inferior, yaitu pembuluh darah yang menerima darah dari badan dan kedua kaki. Jenis gumpalan ini dapat mengakibatkan kerusakan permanen jika tidak dirawat.

6. Keringat berlebihan

Keringat berlebih bisa menjadi salah satu gejala penggumpalan darah yang tidak boleh Anda abaikan. Penggumpalan yang berefek keringat berlebih biasanya terletak di paru-paru atau jantung. Ini adalah jenis gumpalan darah yang sangat serius yang harus segera diobati.

7. Sesak napas

Sesak napas adalah gejala bisu emboli paru, menunjukkan adanya gumpalan darah di paru-paru. Dikombinasikan dengan gejala gumpalan darah di kaki dan sesak napas serius, Anda harus segera memeriksakan diri Anda ke dokter karena gumpalan darah ini dapat mengancam jiwa.

Itulah beberapa gejala adanya darah menggumpal di tubuh Anda. Jika Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, segera periksa ke dokter. Jangan diabaikan, gumpalan darah dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain yang lebih serius.

[HNS/ RVS]

1 Komentar