Sukses

Cara Menghilangkan Kumis Tipis pada Wanita

Tak hanya pada pria, kumis tipis pada wanita juga kerap ditemui. Lantas, adakah cara menghilangkan kumis tipis tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Karena dibilang mirip pria, sebagian kaum hawa mencari cara menghilangkan kumis tipis pada wanita. Pasalnya, tak seperti bulu lain yang bisa disembunyikan, keberadaan kumis dapat mengganggu penampilan dan rasa percaya diri wanita. Penyebab kumis ini dapat beragam, dan kebanyakan tidak bisa dihindari wanita.

Kenali penyebab timbulnya kumis tipis pada wanita

Timbulnya rambut-rambut halus di atas bibir, di sisi wajah, dan bagian bawah tubuh memang kerap dikaitkan dengan tingginya “hormon pria” atau hormon androgen dalam tubuh seorang wanita. Selain berkumis, rambut tersebut juga dapat tumbuh di bagian tubuh lainnya, seperti punggung, betis, dada, bokong, dan paha.

Wanita yang memiliki kumis tipis biasanya juga kerap mengalami menstruasi tidak teratur, kulit berminyak, dan suara yang lebih dalam. Kondisi kumisan seperti itu juga cenderung diturunkan oleh keluarganya. Dibandingkan dengan ras lain, wanita Asia Selatan, Mediterania, dan Timur Tengah lebih berpotensi untuk “kumisan”.

Selain kelebihan hormon androgen dan adanya faktor riwayat keturunan, beberapa hal di bawah ini juga sering dikaitkan dengan kemunculan rambut-rambut halus di bagian tubuh wanita, termasuk di atas bibir.

  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS) 

Kondisi ini menyebabkan kista rahim dan menstruasi tidak teratur. Gejalanya adalah sering sakit kepala, kelelahan, mood sering berubah-ubah, nyeri panggul, punya gangguan tidur, dan punya masalah kesuburan. 

  • Hiperplasia adrenal kongenital

Ini adalah gangguan genetis pada kelenjar adrenal. Gangguan adrenal lain yang mungkin terjadi adalah tumor dan kanker adrenal. 

  • Sindrom crushing dan obat steroid anabolik

Ini adalah gangguan hormonal yang menyebabkan pembengkakan di leher dan wajah, serta penambahan berat badan. Bila Anda mengonsumsi obat steroid anabolik untuk meningkatkan performa atletik atau membentuk otot, maka risiko untuk mengalami sindrom itu akan tinggi dan timbul kumis di wajah.

  • Akromegali

Ini terjadi saat tubuh kelebihan hormon pertumbuhan (growth hormone). Akibatnya, terjadi pertumbuhan secara berlebih pada berbagai jaringan tubuh, otot dan tulang, khususnya pada kaki, tangan, dan wajah.

Bagaimana cara menghilangkan kumis tipis yang aman?

Sebenarnya, tidak ada kewajiban untuk menghilangkan kumis tipis. Itu semua sangat terkait dengan masalah kepercayaan diri. Jika kondisinya memang mengharuskan Anda untuk menghilangkan kumis, ada beberapa opsi yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Mencukur atau waxing

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, mencukur atau melakukan waxing untuk menghilangkan kumis tipis terbilang cara yang paling simpel dan aman. 

“Sebelum mencoba treatment lain, mencukur atau waxing bisa dijadikan pilihan. Ini aman dan jangan takut nanti bertambah banyak atau bertambah tebal. Efek seperti itu tidak berlaku untuk semua orang, kok,” jelasnya. 

Namun untuk mencukur, sebaiknya Anda tidak melakukannya terlalu sering. Sebab, mencukur terlalu sering dapat menimbulkan folikulitis, yakni peradangan di lubang tempat tumbuhnya rambut.

  • Manfaatkan laser hair removal

Ini adalah cara efektif untuk menghilangkan kumis halus pada wanita. Dokter akan menggunakan cahaya laser yang terkonsentrasi pada folikel untuk menghancurkan rambut, Meski tidak permanen, hasilnya bisa bertahan selama beberapa bulan. Pastikan Anda melakukan treatment ini di klinik tepercaya, ya!

  • Oleskan krim hair removal

Produk krim hair removal biasanya aman digunakan di wajah. Namun, bila Anda punya kulit yang sensitif, akan lebih baik bila Anda berkonsultasi dulu kepada dokter. Atau, coba oleskan di lipatan siku atau di pergelangan tangan dulu untuk cek alergi.

Krim ini adalah larutan basa yang mampu memecah ikatan protein di rambut hingga membuatnya mudah rontok. Setelah mengoleskannya di bagian yang berambut, diamkan selama beberapa menit lalu bilas. Karena krim ini tidak mencabut rambut hingga ke akar, kumis bisa mudah tumbuh kembali. 

Ada satu lagi cara menghilangkan kumis tipis pada wanita, yakni dengan mengonsumsi pil KB jenis tablet co-cyprindiol, obat anti-androgen, dan krim eflornithine. Namun, menurut dr. Astrid, ketiganya tidak bisa digunakan sembarangan. Anda mesti berkonsultasi dulu kepada dokter spesialis kulit (banyak pertimbangan, apalagi bila Anda sedang hamil/menyusui) untuk mendapatkan resepnya. 

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan kumis tipis pada wanita. Ketiga cara di atas tergolong mudah dan aman. Namun, bila Anda tidak terlalu terganggu dengan keberadaan kumis tersebut, sebaiknya tidak perlu melakukan apa pun untuk mengubahnya. Tampil percaya diri sesuai keunikan diri masing-masing tentu lebih baik, bukan?

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar