Sukses

Efektifkah Sunblock Mencegah Risiko Kanker Kulit?

Selain efektif melindungi kulit dari paparan sinar matahari, apakah sunblock efektif dalam mencegah risiko kanker kulit?

Klikdokter.com, Jakarta Sama seperti kanker lainnya, kanker kulit bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, serta perlindungan kulit yang tepat. Nah, sunblock atau tabir surya disebut-sebut bisa mencegah risiko kanker kulit. Benarkah demikian?

Dalam kadar yang cukup, sebenarnya sinar ultraviolet dari matahari mampu memberikan asupan vitamin D yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Namun, jika kulit menerima paparan sinar ultraviolet dari matahari secara berlebihan, DNA yang terdapat dalam kulit bisa rusak hingga akhirnya meningkatkan risiko kanker kulit, yaitu melanoma dan non-melanoma.

Namun tenang saja, jika dicegah dengan cara yang benar dan tepat, risiko kanker kulit akan menurun. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker kulit adalah dengan menggunakan sunblock secara rutin.

Sekilas tentang sunblock

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, sunblock merupakan produk yang bekerja dengan membentuk lapisan pelindung pada permukaan kulit. Lapisan ini bisa menghalangi paparan sinar ultraviolet dari matahari agar tidak mencapai kulit.

Bahan yang terkandung dalam sunblock meliputi titanium dioxide, zink oxide, dan iron oxide. Bahan-bahan ini membantu membentuk perlindungan fisik dari sinar matahari.

Sunblock juga biasanya berformula lebih tebal karena fungsinya yang melindungi fisik. Karena itulah, saat digunakan, kulit akan tampak lebih putih. Selain itu, formula kental pada sunblock juga mampu menyumbat pori-pori yang bisa menimbulkan jerawat. Karena itu, pintar-pintarlah dalam memilih jenis sunblock yang baik dan tepat untuk digunakan.

Peran sunblock turunkan risiko kanker kulit

Ditambahkan oleh dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, sunblock mampu membangun lapisan pelindung di atas permukaan kulit yang berfungsi sebagai “tameng” dari paparan sinar ultraviolet.

Meski semua jenis sunblock baik untuk kulit, Anda perlu memperhatikan kadar SPF (Sun Protection Factor) di dalamnya. SPF merupakan faktor yang menentukan tingkat perlindungan kulit yang diberikan produk sunblock yang Anda gunakan. Semakin tinggi kadar SPF sebuah sunblock, maka semakin panjang waktu perlindungan yang diberikan pada kulit dari paparan sinar ultraviolet.

“Misalnya, jika sebuah produk sunblock memiliki kadar SPF 10, perlindungan hanya akan efektif selama 150 menit. Adapun, jika Anda memilih produk pelindung kulit dengan SPF 30, maka perlindungan terhadap sinar ultraviolet akan berlangsung lebih panjang, yakni sebesar 300 menit,” kata dr. Dyah Novita.

Meski demikian, dilansir dari Psychology Today, Anda juga jangan lantas “terbuai” oleh label SPF tinggi. Faktanya, produk dengan label SPF tinggi hanya memberikan perlindungan yang sedikit lebih baik dibandingkan dengan produk dengan SPF lebih rendah. Misalnya, tabir surya SPF 60 tidak berarti dua kali lipat melindungi dibandingkan produk SPF 30.

Di sisi lain, menggunakan tabir surya juga tidak berarti kulit Anda terlindungi dari semua jenis kerusakan akibat sinar matahari. Sinar ultraviolet matahari menyebabkan kerusakan selain terbakar sinar matahari dengan menghasilkan radikal bebas yang merusak sel-sel kulit. Penggunaan sunblock memang membantu, tetapi tidak sepenuhnya.

Penggunaan sunblock memang dapat mencegah risiko kanker kulit. Akan tetapi, tidak cukup pencegahan kanker dilakukan hanya dengan penggunaan tabir surya. Anda sebaiknya juga melakukan “perawatan” kulit lainnya. Antara lain, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, cukup tidur, berolahraga, serta menggunakan pelembap. Di samping itu, Anda juga wajib mengoleskan tabir surya secara berulang setiap 2 jam sekali.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar