Sukses

Rokok dan Alkohol, Penyebab Gangguan Tidur yang Lebih Parah

Kopi sering dituduh sebagai penyebab gangguan tidur. Padahal, rokok dan alkohol jauh lebih berpengaruh. Cari tahu faktanya di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Kebanyakan orang akan berpikir bahwa penyebab gangguan tidur adalah stres, kebanyakan minum kopi, dan tidur siang terlalu lama. Namun ternyata, rokok dan alkohol juga bisa menyebabkan gangguan tidur yang parah. Tidak percaya?

Efek rokok dan alkohol terhadap gangguan tidur

Dilansir dari Healthline, penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Sleep menunjukkan, salah satu cara utama untuk mengatasi gangguan tidur ialah dengan menjauhi nikotin (rokok) serta minuman beralkohol. Lebih baik lagi, bila 4 jam sebelum tidur, Anda tidak mengonsumsi kafein sama sekali, baik kafein dari kopi, teh, atau cokelat hitam. 

Penelitian terkait penyebab gangguan tidur itu dilakukan oleh peneliti dari Florida Atlantic University (FAU), dengan bantuan Brigham and Women’s Hospital, dan beberapa universitas terkemuka lainnya. Mereka memfokuskan penelitian pada jumlah konsumsi alkohol dan nikotin yang diisap pada 785 orang Afrika-Amerika. 

Partisipan yang dipilih dalam penelitian adalah mereka yang tidak berpikir bahwa mereka memiliki masalah tidur di malam hari. Selain itu, orang Afrika-Amerika dinilai memiliki durasi tidur yang lebih pendek dan kualitas tidur yang lebih buruk ketimbang orang kulit putih. 

Hasil penelitian menyimpulkan, mengisap rokok di malam hari, sambil konsumsi minuman beralkohol terbukti dapat membuat orang lebih terjaga, ketimbang hanya minum kopi.

Dapat merusak gen siklus tidur dan sering bikin terbangun

Minum alkohol dalam jumlah besar dapat secara permanen merusak gen yang terlibat dalam siklus tidur dan bangun yang sehat. Parahnya lagi, bila Anda mengisap rokok di malam hari, keinginan untuk mengisap sumber nikotin di pagi hari juga semakin besar. 

Sebab, nikotin dapat membuat otak ketagihan. Otak pun akan “membangunkan” Anda hanya untuk memuaskan keinginannya (merokok lagi dan lagi). 

Kondisi sering terbangun ditambah kondisi sesak napas akibat rokok akhirnya dapat membuat Anda memiliki kualitas tidur yang buruk. Buruknya kualitas tidur pasti akan memengaruhi kesehatan orang tersebut secara menyeluruh.

Sebagian besar orang membutuhkan asupan kafein yang berlebih dulu untuk membuat kualitas tidurnya terganggu. Sementara, alkohol dan nikotin tidak memerlukan jumlah yang banyak. Tak sedikit juga orang yang justru menggunakan minuman beralkohol untuk cepat tertidur. 

Sayangnya, meski alkohol dapat membuat seseorang yang mabuk mudah tertidur, atau bahkan kehilangan kesadaran, alkohol juga mampu membuatnya terbangun lebih cepat. Itu berarti, orang tersebut tetap memiliki waktu tidur yang sedikit. 

Cara mengatasi gangguan tidur

Kini, Anda tahu bahwa alkohol dan rokok adalah kombinasi ciamik bila Anda ingin mengacaukan kualitas serta waktu tidur. Jadi, jika tak ingin terkena gangguan tidur, Anda mesti menjauhi dua hal tersebut. Plus, tidak minum kopi 4 jam sebelum waktu tidur tiba. 

Di luar ketiga faktor pemicu di atas, dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter punya beberapa cara untuk membantu Anda dalam mengatasi gangguan tidur. Adapun cara yang dimaksud, antara lain:

  • Buat diri serileks mungkin sebelum tidur, seperti melakukan meditasi, yoga, berdoa, dan relaksasi.
  • Jika memiliki masalah psikologis, cobalah menerimanya. Penerimaan dapat membuat Anda lebih tenang dan lebih mudah tertidur.
  • Saat bangun, jangan cari rokok, minuman beralkohol, ataupun obat tidur.
  • Ketimbang minum kopi, merokok, atau minum minuman beralkohol sebelum tidur, lebih baik Anda berolahraga.
  • Gunakan lampu tidur dan penutup mata. Anda bisa memakai penutup mata yang di dalamnya terdapat silikon dingin agar mata lebih nyaman.
  • Cobalah untuk tidur dan bangun di waktu yang sama (meskipun hari libur) agar tubuh dapat mengatur siklus istirahat dengan baik.

Apabila penyebab gangguan tidur bukanlah alkohol, rokok, kafein, dan stres berat, melainkan kondisi fisik tertentu segera periksakan diri ke dokter. Sebab, gangguan tidur mesti segera ditangani agar tidak berujung pada kelelahan yang parah, penurunan daya tahan tubuh, ataupun depresi. 

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar