Sukses

Saat Idul Adha, Sehat Makan Daging Sapi atau Daging Kambing, Sih?

Idul Adha identik dengan menu daging sapi dan daging kambing. Tapi di antara keduanya, lebih sehat yang mana ya?

Klikdokter.com, Jakarta Hari raya Idul Adha identik dengan daging sapi dan daging kambing. Hampir bisa dipastikan, kebanyakan orang Indonesia akan menyajikan menu yang terdiri dari dua daging tersebut selama beberapa hari ke depan. Bagaimana dengan Anda?

Tidak dimungkiri, sajian daging sapi atau daging kambing memang menjadi favorit beberapa orang saat Idul Adha. Sayang, keduanya diberi stigma sebagai penyebab masalah kesehatan tertentu. Lantas, jika ditinjau secara medis, mana yang lebih aman untuk dikonsumsi antara daging sapi dan kambing?

Daging sapi vs daging kambing

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, sebanyak 100 gram sajian daging sapi mengandung sekitar 217 kalori dengan 4,2 gram lemak. Sementara itu, 100 gram daging kambing mengandung 258 kalori dengan 8,8 gram lemak.

Dari data tersebut menunjukkan bahawa kandungan lemak pada daging kambing memang lebih tinggi daripada daging sapi. Meski demikian lemak yang menempel pada daging kambing lebih mudah dipisahkan saat proses pengolahan. Sedangkan pada daging sapi, lemaknya terletak pada serat-serat daging (marbling) sehingga lebih sulit untuk dipisahkan saat diolah.

Selain itu, daging kambing juga dinilai memiliki kandungan protein yang lebih berkualitas. Sebaliknya, daging sapi mengandung kualitas protein yang biasa saja. Akibatnya, proses memasak yang tidak tepat dapat menghilangkan kandungan zat gizi ini. Lebih jauh, daging sapi juga lebih sulit dicerna daripada daging kambing.

Ditinjau dari kandungan nutrisi lainnya – baik zink, fosfor, zat besi, tembaga, kalium, magnesium, natrium, dan vitamin B – baik pada daging sapi atau kambing memiliki nilai yang sama.

Ada sedikit perbedaan pada nilai folat yang terkandung dalam kedua jenis daging tersebut. Pada daging kambing nilai folatnya 5 poin, sedangkan sapi hanya 2 poin. Selain itu daging sapi tidak memiliki kandungan nutrisi vitamin K dan vitamin D.

Lalu, jika Anda melihat kandungan kolesterolnya, daging sapi mengandung lebih banyak kolesterol dan lemak dibanding daging kambing. Dalam 3 ons atau sekitar 85 gram daging kambing mengandung 64 miligram kolesterol. Sementara itu dalam jumlah yang sama, daging sapi mengandung 73,1 miligram kolesterol.

Dari perbandingan itu, Anda dapat melihat bahwa daging sapi ternyata mengandung kolesterol dan lemak lebih banyak dibanding daging kambing. Bahkan bila dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya seperti daging ayam, daging kambing masih lebih rendah.

Berkaca dari kandungan gizi yang ada, memang secara mengejutkan daging kambing ternyata lebih baik. Meski begitu, Anda sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa daging sapi lebih buruk.

Tetap harus diolah dengan baik

Kunci agar daging sapi dan daging kambing bisa disantap dengan aman adalah cara pengolahannya. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk memasak olahan daging menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter:

  • Pilih daging bagian dengan lemak paling sedikit. Pada daging sapi, pilihlah potongan pinggang yang sedikit lemaknya.
  • Potong dan pisahkan semua lemak pada permukaan daging.
  • Jangan sajikan daging sapi atau kambing dalam bentuk gulai karena lemak jenuh dari santan yang dimasak.
  • Bila Anda ingin menggoreng atau menumis daging, gunakan minyak sehat seperti minyak zaitun atau minyak kanola. Kedua minyak tersebut memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah.
  • Gunakan sari buah untuk melunakkan daging yang dibakar atau dipanggang. Cara ini juga bisa meningkatkan cita rasa daging.
  • Hindari konsumsi daging olahan, seperti nugget atau sosis. Makanan olahan tersebut umumnya mengandung garam yang tinggi, sehingga dapat memicu tekanan darah tinggi.
  • Hidangkan menu daging bersama kacang-kacangan dan sayuran.

Pada dasarnya, daging sapi dan daging kambing sama-sama baik untuk kesehatan asalkan diolah dengan cara yang benar. Manapun yang Anda konsumsi saat merayakan hari Idul Adha, jangan lupa untuk tetap membatasi porsi agar tidak berlebihan.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar