Sukses

Bayi Sering Menangis, Ada Gangguan Kesehatan Apa?

Bayi akan menangis jika ia merasa lapar atau tidak nyaman. Lalu jika bayi sering menangis, adakah gangguan kesehatan tertentu?

Klikdokter.com, Jakarta Bayi terkadang menangis adalah hal yang umum. Apalagi jika si Kecil sedang lapar atau merasa tidak nyaman. Namun jika bayi sering menangis, mungkin Anda perlu lebih waspada. Bisa jadi bayi tengah mengalai gangguan kesehatan tertentu.

Lazimnya bayi menangis bahkan diamini oleh dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter. Menurut dr. Dyah, penyebab bayi menangis bisa beragam, tapi yang paling umum adalah karena lapar.

“Selain menangis, bayi yang lapar juga cenderung mengepalkan tangannya, mengisap jarinya, menggerakkan bibir atau memalingkan wajah ke arah Anda kemudian menyentuh pipinya untuk memberikan ASI,” kata dr. Vita. 

Jika Anda tidak peka terhadap “sinyal-sinyal” ini, bayi akan menangis semakin keras dan tidak kunjung berhenti. 

Faktor yang bikin bayi sering menangis

Agar tangisan bayi tidak semakin intens dan mengganggu orang-orang di sekitar Anda, segera cari tahu apa penyebab bayi menangis. Pada dasarnya ada beragam faktor yang bikin bayi sering menangis. Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan dari kondisi si Kecil:

1. Bayi mengantuk 

Bayi yang mengantuk biasanya akan memberikan tanda dengan tangisan dan cenderung lebih rewel. Biasanya, tangisan bayi akan cenderung lebih kencang jika dirinya terus diajak bermain ketika mengantuk.

Perlu diketahui, bayi membutuhkan setidaknya 16-18 jam waktu tidur setiap harinya. Jadi jika sudah saatnya bayi Anda tidur, jangan mengajaknya bermain.  

2. Bayi alami kolik

Dilansir dari Baby Center, faktor lain yang menyebabkan bayi menangis adalah kolik. Kolik biasanya dialami oleh bayi berusia 3 minggu hingga 3 bulan.

Kolik ditandai dengan tangisan selama berjam-jam, selama minimal tiga hari dalam seminggu. Biasanya, kolik akan terjadi pada malam hari. Akibatnya tidak hanya jam tidur bayi yang terganggu, tapi tidur Anda pun terganggu. 

Sampai saat ini penyebab kolik sendiri masih belum bisa dipastikan. Namun, para ahli menyimpulkan bahwa kolik bisa terjadi karena bayi mengalami gangguan pencernaan, dan intoleransi terhadap ASI. Selain itu bayi juga bisa rewel ketika ia mendapat  terlalu banyak stimulus dari lingkungan sekitar, seperti orang baru, suara, cahaya, dan warna. 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Bayi mengalami gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan seperti perut kembung dan banyaknya gas di dalam lambung akan membuat bayi menjadi rewel terus-menerus. Jika gangguan ini terjadi, cobalah untuk membuat bayi bersendawa agar gas di dalam perutnya bisa keluar. Gunakan minyak telon dan lakukan pijatan searah jarum jam.

4. Bayi sakit

Selain mengalami gangguan pencernaan, bayi sering menangis juga bisa menjadi tanda bayi Anda sedang sakit. Tanda umumnya adalah suara tangisan cenderung tinggi dan keras. Matanya akan tertutup dengan wajah tampak mengernyit.

Jika bayi Anda demam, muntah, atau diare, yang membuatnya rewel dan sulit untuk ditenangkan, sebaiknya ia segera dibawa ke dokter anak agar ia mendapatkan perawatan yang tepat.

5. Suhu terlalu dingin atau panas

Suhu ruangan tempat bayi tidur juga bisa menjadi penyebab bayi menangis. Jaga suhu kamar bayi tetap sejuk, tapi jangan terlampau dingin atau panas. Hindari memakaikan baju berlapis pada bayi saat udara sedang panas. Selain membuat bayi kepanasan, pakaian berlapis akan membatasi bayi untuk bergerak.

6. Bayi merasa takut

Bayi yang baru lahir mudah merasa takut. Penyebabnya adalah kondisi lingkungan yang jauh berbeda dengan saat ia masih berada di dalam rahim ibu. Bayi yang merasa takut ini akan menjadi rewel dan meminta untuk diperhatikan oleh orang tuanya.

7. Ruam popok

Kondisi popok yang basah dan kotor bisa menyebabkan bayi terkena ruam popok. Jika hal ini terjadi, segera atasi ruam popok dengan rajin mengganti popok, membasuhnya dengan air, dan mengoleskan krim atau losion khusus ruam popok. Ruam popok bisa menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman pada bayi, yang pada akhirnya buat bayi jadi menangis.

8. Bayi ingin digendong

Bayi senang sekali dimanja. Jika Anda sudah memberikan ASI dan mengganti pakaian bayi, tapi dia tetap menangis, bisa saja si kecil membutuhkan perhatian Anda. Cobalah menggendong dan mengelus-elus si Kecil.

Secara umum, bayi sering menangis tidak selalu disebabkan oleh kondisi kesehatan yang serius, dan masih bisa Anda atasi sendiri di rumah. Meski demikian Anda tetap harus waspada karena bisa jadi si Kecil mengalami ruam popok atau kolik. Kondisi tersebut tentu saja harus segera diatasi. Bawa segera si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar