Sukses

Kencing Berdarah yang Dialami Buya Syafii Maarif, Gejala Apa?

Hingga Kamis (25/7), Buya Syafii Maarif masih dirawat di rumah sakit akibat kecing berdarah yang dialaminya. Kira-kira, gejala apa itu?

Klikdokter.com, Jakarta Kabar menurunnya kondisi mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif tersiar beberapa hari terakhir ini. Pria kelahiran tahun 1935 tersebut mengalami kencing berdarah hingga harus beristirahat total di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman, sejak Rabu (24/7) kemarin.

Dilansir kompas.com, menurut asisten pribadinya, Erik Tauvani, beliau memang memiliki penyakit kronis diabetes. Namun, belum diketahui secara pasti apakah kencing berdarah yang dialami oleh Buya disebabkan oleh hal itu.

Hematuria, kencing yang disertai darah

Dalam dunia medis, kencing berdarah – seperti yang dialami Buya Syafii Maarif – juga disebut dengan istilah hematuria. Gangguan ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, kecuali jika darah yang keluar berupa gumpalan. Sebab, hal itu dapat menyumbat saluran kemih dan menimbulkan rasa sakit.

Meski ketika Anda buang air kecil (BAK), tidak terasa sakit, tetapi biasanya, hematuria ini disertai oleh gejala lain. Beberapa tanda yang biasa muncul antara lain munculnya nyeri perut bagian bawah, sering buang air kecil dengan frekuensi yang tidak wajar, atau justru kesulitan untuk kencing.

Selain masalah ginjal dan saluran kemih, adanya pembesaran kelenjar prostat juga bisa menyebabkan kencing berdarah. Bahkan, kelainan darah seperti anemia sel sabit dan hemofilia (darah susah beku), serta pengonsumsian obat pengencer darah seperti aspirin, warfarin, atau heparin juga berpotensi menyebabkannya.

1 dari 2 halaman

Kencing berdarah berhubungan dengan kondisi ginjal

Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, perdarahan yang keluar dari saluran kemih alias kencing berdarah atau hematuria memang dapat menandakan adanya kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi tersebut antara lain seperti yang disebutkan di atas seperti infeksi saluran kemih, batu ginjal, kanker ginjal, dan kanker kandung kemih.

Kondisi kencing berdarah ini harus dibedakan dengan kencing berwarna merah yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu. Sehingga, agar tak salah diagnosis, mesti dilakukan pemeriksaan urine yang lebih mendalam untuk menganalisis penyebabnya.

Kendati demikian, kencing berdarah memang biasanya tidak akan jauh-jauh dari faktor kerusakan ginjal serta kandung kemih.

Hal itu seperti yang dikatakan oleh dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter. Sebab, menurutnya, air kencing atau urine itu selalu berhubungan langsung dengan kedua organ tersebut.

Sementara, ginjal yang berfungsi normal seharusnya membuat urine tidak mengandung darah karena darah telah disaring agar tidak terbuang ke luar tubuh.

“Namun, pada ginjal yang rusak, sel darah dapat keluar dan tercampur ke dalam urine sehingga penderita mengalami kencing darah.” jelas dr. Dyah Novita.

Pengobatan yang bisa dilakukan dokter

Lalu, bagaimana pengobatan kencing berdarah? Tentu saja pengobatan yang diberikan oleh dokter sangat bergantung dari penyebabnya.

Namun secara umum, pengobatan yang diberikan biasanya berupa pemberian antibiotik untuk mengobati infeksi saluran kemih, pemberian obat untuk mengatasi pembesaran kelenjar prostat, dan ESWL atau terapi gelombang untuk memecahkan batu saluran kemih.

Selain itu, dokter urologi Anda pun dapat menyarankan pengobatan lain, misalnya saja operasi, tergantung tingkat keparahan dan pemicunya.

Sementata itu, jika bicara soal pencegahan kencing berdarah, ini pun bergantung dari apa penyebabnya. Akan tetapi, bila Anda memelihara kesehatan ginjal dan saluran kemih dengan cara minum air putih yang cukup, tidak sering menahan kencing, menjaga berat badan di angka yang ideal, hingga mengurangi makanan asin, seharusnya risiko mengalami kencing berdarah pun bisa diminimalkan.

Seperti yang sempat disinggung di atas, Buya memang memiliki penyakit diabetes. Dengan demikian, ada kemungkinan diabetesnya itu sudah menunjukkan komplikasi di organ ginjalnya (ginjal mengalami kerusakan), lalu berujung pada kencing darah.

Intinya, beragam kemungkinan dapat menyebabkan seseorang mengalami kencing berdarah seperti yang dialami Buya Syafii Maafir. Untuk itu ingatlah agar selalu mencukupi kebutuhan cairan, serta tidak sering menahan pipis. Ketika ada gejala tidak nyaman pada perut bawah, segera periksakan ke dokter agar bisa segera ditangani.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar