Sukses

Tips agar Nasi Goreng Tidak Bikin Diet Rusak

Menu nasi goreng selalu digemari. Namun kalau lagi diet, ini tipsnya agar nasi goreng yang Anda makan tidak bikin diet rusak.

Klikdokter.com, Jakarta Nasi goreng jadi menu “agung” pada pertemuan antara Prabowo dan Megawati pada hari Rabu (24/7) kemarin. Namun tak hanya pada momen tersebut, faktanya nasi goreng begitu dicintai siapa saja. Saat bingung mau makan apa, nasi goreng sering terlintas di kepala. Akan tetapi jika Anda sedang diet, ada tipsnya supaya nasi goreng tersebut tidak merusak diet Anda.

Bicara tentang menu nasi goreng pada pertemuan Prabowo dan Megawati, masyarakat bisa jadi tidak banyak tahu bahwa Presiden ke-5 Indonesia Megawati diam-diam punya reputasi jago masak nasi goreng. Pujian pun dilayangkan Prabowo kepada Megawati.

“Luar biasa, saya sampai nambah, tapi beliau (Megawati) ingatkan saya untuk diet,” ujar Prabowo seperti dikutip di Kompas.com.

Apa yang diucapkan oleh Prabowo tersebut memang ada benarnya. Pasalnya, nasi goreng, apalagi yang ‘Indonesia banget’, tidak disarankan untuk sering-sering atau banyak-banyak dikonsumsi khususnya oleh orang-orang yang sedang mempertahankan berat badan ideal atau menurunkan berat badan.

Kenapa nasi goreng tidak ramah dengan berat badan?

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, salah satu alasan mengapa nasi goreng tidak boleh dimakan terlalu sering adalah bisa menyebabkan kenaikan berat badan. "Ya, nasi goreng bisa membuat tubuh Anda gemuk," tegas dr. Alvin.

Apa yang ditegaskan oleh dr. Alvin tersebut bisa bikin ciut. Apalagi nasi goreng adalah makanan yang paling mudah dibuat sekaligus mudah dicari. Seringnya nasi goreng menjadi makanan penolong murah meriah saat lapar pada malam hari.

Pada dasarnya, nasi goreng adalah makanan yang tinggi kalori. Ini karena bahan utamanya, yaitu nasi putih, tinggi akan karbohidrat. Tak hanya itu, minyak goreng yang digunakan dalam proses masak nasi goreng juga berkontribusi.

"Seperti yang diketahui, minyak goreng adalah jenis minyak tak jenuh. Bila dikonsumsi secara berlebihan, akan berdampak buruk bagi kesehatan. Sebut saja penyakit jantung, stroke, serangan jantung, atau penyakit pembuluh darah lainnya," ujar dr. Alvin.

"Jadi kalau tak ingin berat badan naik sebaiknya jangan makan nasi goreng terlalu sering, apalagi sampai tiap hari”, ucap dr. Alvin mengingatkan.

1 dari 3 halaman

Tips agar nasi goreng tidak bikin diet Anda rusak

Tak ada yang bilang Anda tak boleh makan nasi goreng meski sedang diet. Tapi ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar nasi goreng yang Anda buat aman untuk diet Anda.

1. Pakai minyak yang lebih sehat

Ketimbang minyak kelapa sawit biasa, sebaiknya gunakan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun, kanola, atau virgin coconut oil.

“Misalnya pada minyak zaitun, kandungan lemak tak jenuh tunggalnya paling tinggi ketimbang minyak masakan lainnya, yaitu 77 persen. Minyak zaitun juga kaya akan polifenol yang merupakan antioksidan dengan berbagai manfaat bagi kesehatan,” kata dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter.

2. Tambahkan sayuran!

Jangan hanya menjadi penghias piring! Sajikan nasi goreng dengan sayuran seperti sawi atau pakcoy, selada, irisan tomat, timun, atau apa pun sesuai selera. Bukan cuma menambah nutrisi, rasa dan tekstur nasi goreng pun lebih maknyus.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, kalau ada irisan tomat jangan malah disingkirkan. Tomat mengandung vitamin C, vitamin A, vitamin B, vitamin E, karbohidrat, protein, dan kalsium. Di samping itu, ada pula antioksidan likopen yang khasiatnya cukup sakti.

"Likopen pada tomat sangat bermanfaat bagi tubuh, karena berperan sebagai antioksidan dan melindungi tubuh dari kanker. Satu potong tomat mengandung sebanyak 515 mikrogram likopen," ungkap dr. Dyah.

Sama dengan tomat, timun yang biasa disajikan menemani nasi goreng juga jangan dibuang. Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons), penelitian membuktikan bahwa zat lignan dalam buah timun mampu menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Selain itu, timun juga mampu menekan perkembangan sel kanker di dalam tubuh.

3. Jangan menggunakan daging olahan

Beberapa topping sumber protein hewani populer nasi goreng adalah sosis, kornet, atau bakso, yang mana ketiganya adalah produk daging olahan. Baiknya hindari, karena biasanya daging yang sudah diproses tinggi garam dan pengawet.

Anda bisa menggantinya dengan daging segar, misalnya makanan laut seperti ikan atau udang, bisa juga dengan daging sapi atau ayam tanpa lemak.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

4. Mengganti nasi dengan bahan yang lebih sehat

Kalau melihat resep-resep online, salah satu cara memodifikasi nasi goreng menjadi lebih sehat adalah dengan mengganti nasi putih dengan yang lebih sehat, misalnya dengan nasi merah, atau bahan lainnya yang low-carb seperti kembang kol atau brokoli (yang diparut sehingga bertekstur mirip nasi), shirataki, quinoa, dan masih banyak lagi.

Misalnya pada shirataki (banyak dijual dalam bentuk mi), dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, MSc, mengatakan bahwa shirataki bisa dibilang tidak mengandung kalori.

“Walaupun hasil beberapa penelitian berbeda-beda, tetapi mayoritas menunjukkan bahwa serat glucomannan dalam shirataki dapat membantu program penurunan berat badan apabila dikonsumsi menggantikan pasta yang mengandung tinggi kalori. Ini karena pada dasarnya shirataki bisa dibilang tanpa kalori,” jelas dr. Nitish.

Mengikuti tren ala hipster, Anda juga bisa mengganti nasi putih dengan parutan kasar kembang kol. Kol diketahui rendah kalori, yaitu 25 per cangkir. Sebagai sumber serat yang baik, kembang kol mampu memperlambat pencernaan dan mempertahankan perasaan kenyang lebih lama. Sehingga, secara otomatis mengontrol jumlah kalori yang akan masuk.

Sementara itu, 92 persen berat kembang kol terdiri atas air. Mengonsumsi banyak makanan yang padat air dan rendah kalori berkaitan dengan penurunan berat badan. Kembang kol juga kaya akan serat, yaitu 3 gram dalam satu cangkir. Serat dapat berperan dalam mencegah obesitas karena kemampuannya dalam mengontrol rasa kenyang atau lapar, serta mengurangi asupan kalori.

5. Perhatikan porsi

Makan nasi goreng jangan sampai kalap dan nambah, secukupnya saja. Menurut Dietary Guidelines dari Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, rekomendasi konsumsi nasi adalah hanya 45-65 persen dari total kebutuhan kalori harian.

Artinya, jika Anda harus mengonsumsi 2.000 kalori per hari, sebagian harus berasal dari karbohidrat. Itu berarti antara 225-325 gram nasi per hari. Sisanya bisa dipenuhi dari makanan yang mengandung protein, sayur dan buah, atau makanan non karbohidrat lainnya.

Jika Anda makan dengan pasangan, makan sepiring berdua juga bisa jadi solusi.

Nasi goreng adalah makanan yang banyak dan sering dijumpai di mana saja. Bukan hanya lewat gerobak atau warung pinggir jalan, tetapi juga di restoran, bahkan yang mewah sekalipun. Bukan hanya karena proses memasaknya mudah, tetapi nasi goreng sangat mudah divariasikan dengan berbagai gaya, bumbu, bahan, hingga lauk.

Meski rasa nasi goreng lezat dan bisa bikin ingin nambah, tetapi sebaiknya konsumsinya jangan berlebihan kalau tak mau diet jadi rusak. Minimalkan risiko dengan membuat nasi goreng Anda rendah kalori dan gunakan bahan makanan yang lebih sehat. Selamat mencoba!

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar