Sukses

Sering Nyeri Dada Sebelah Kanan, Pertanda Apa?

Nyeri di bagian dada, baik sebelah kiri atau kanan, tidak boleh dianggap sepele karena sering dikaitkan dengan serangan jantung. Berikut ini penyebab nyeri dada sebelah kanan yang patut Anda waspadai.

Nyeri dada adalah keluhan yang umum ditemui. Namun, nyeri dada atau sakit dada sendiri memiliki penyebab yang bervariasi, mulai dari gangguan paru hingga gangguan pada otot dada. Karena itu, pemeriksaan perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Berdasarkan lokasinya, jantung berada di dada sisi kiri, sehingga jarang sekali menimbulkan keluhan nyeri dada sebelah kanan. Namun, ketika mengalami sakit dada kanan, bukan berarti bisa Anda sepelekan. Karena lokasi tersebut juga tidak terlepas dari berbagai organ penting. Lalu, apa saja penyebab nyeri dada kanan?

1 dari 3 halaman

Penyebab Nyeri Dada Sebelah Kanan

Timbulnya keluhan nyeri dada sebelah kanan, dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

1. Stres atau Cemas

Jika seseorang mengalami gangguan cemas atau stres yang begitu berat, dapat menimbulkan serangan panik yang mirip dengan keluhan serangan jantung. Kondisi ini bisa dipicu oleh kejadian yang menimbulkan trauma. 

Keluhan nyeri dada kanan dapat disertai dengan sesak napas, berdebar-debar, pusing, berkeringat, hingga pingsan. Ketika mengalami serangan panik, napas akan menjadi lebih cepat dan dalam, sehingga dapat menyebabkan kram pada otot dinding dada serta nyeri dada kanan.

2. Ketegangan Otot

Ketika otot mengalami trauma atau digunakan secara berlebihan, dapat menyebabkan ketegangan pada otot yang merupakan penyebab tersering nyeri dada.

Nyeri pada otot dada dapat dipicu oleh aktivitas yang melibatkan tubuh bagian atas. Namun, keluhan nyeri dada yang ditimbulkan umumnya dapat diatasi dengan konsumsi obat antinyeri seperti ponstan dan istirahat yang cukup.

Artikel lainnya: Cara Membedakan Nyeri Dada karena Serangan Jantung dan GERD

3. Naiknya Asam Lambung

Salah satu penyebab nyeri dada sebelah kanan adalah naiknya asam lambung hingga ke esofagus. Kondisi ini dapat terjadi setelah makan, membungkuk, berolahraga, atau bahkan ketika sedang tidur di malam hari.

Keluhan nyeri dada dapat disertai dengan rasa panas di tenggorokan, sulit menelan, dan mulut terasa asam. Hal ini sangat berkaitan erat dengan gangguan maag, yang dapat dipicu oleh kebiasaan terlambat makan, konsumsi makanan asam maupun pedas, serta kebiasaan langsung berbaring setelah makan.

4. Kolesistitis

Kolesistitis merupakan peradangan kantong empedu yang paling sering disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu akibat batu empedu. Pada umumnya, keluhan yang akan ditimbulkan adalah nyeri pada perut bagian atas sisi kanan yang dapat menjalar hingga ke punggung, sehingga dapat dirasakan berupa dada kanan sakit.

Keluhan dapat disertai dengan mual, muntah, demam, penurunan nafsu makan dan nyeri ketika menyentuh bagian perut sisi kanan. Jika mengalami hal ini, sebaiknya lakukan pemeriksaan langsung ke dokter.

5. Pleuritis

Pleuritis atau peradangan pada lapisan dalam dinding dada (pleura) juga bisa menjadi penyebab sakit dada sebelah kanan. Karena pleura melekat dengan paru-paru, sehingga ketika mengalami peradangan, dapat menimbulkan dada kanan sakit.

Ketika bernapas, rasa nyeri dapat menjalar hingga bahu dan punggung. Keluhan nyeri dada yang disebabkan oleh pleuritis ini akan semakin berat ketika sedang batuk, bersin atau tertawa.

Artikel lainnya: Anda Merasakan Nyeri Dada? Hati-hati 4 Penyakit Ini

6. Pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi yang dapat terjadi di salah satu atau kedua paru. Ketika mengalami pneumonia, biasanya akan disertai batuk berdahak yang dapat menyebabkan sakit dada. Gejala lain yang dapat menyertai adalah sesak napas, demam, menggigil, mual dan muntah.

Jika mengalami hal ini, meskipun pengobatan secara mandiri di rumah dapat meringankan gejala, sebaiknya tetap lakukan pemeriksaan diri ke dokter agar dapat memperoleh terapi yang tepat. Karena jika tidak diterapi dengan baik, dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

7. Trauma

Cedera traumatis, seperti karena jatuh, pukulan ke dada, atau kecelakaan kendaraan bermotor, dapat merusak saraf, pembuluh darah, dan otot di dalam dada. Bahkan kecelakaan juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ dalam seperti paru-paru.

Karena itu, siapa pun yang mengalami kecelakaan dan mengalami keluhan dada kanan sakit harus mengunjungi dokter atau layanan darurat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

8. Kostokondritis

Kostokondritis adalah peradangan tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada utama di depan dada. Rasa sakit akibat kostokondritis dapat terasa berat.

Biasanya kostokondritis hilang dengan sendirinya, tetapi beberapa orang dapat memerlukan obat penghilang rasa sakit untuk membantu pemulihan.

Artikel lainnya: Inilah Ciri Khas Nyeri Dada Akibat Serangan Jantung

9. Pneumotoraks

Pneumotoraks atau kolaps terjadi ketika udara dari luar masuk ke dalam rongga toraks dan menyebabkan paru tidak dapat mengembang dengan baik. Hal ini dapat terjadi setelah seseorang mengalami kecelakaan atau trauma daerah dada.

Seseorang dengan kondisi ini akan mengeluhkan adanya sesak napas, detak jantung yang cepat, dan bisa juga merasa nyeri pada daerah dada. Kondisi ini adalah kegawatdaruratan medis dan memerlukan penanganan secepatnya.

10. Efusi Pleura

Efusi pleura adalah penumpukan cairan di antara lapisan paru dan selaput paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada dan sesak napas.

Biasanya efusi pleura berhubungan dengan infeksi, kanker paru atau gangguan jantung. Pernapasan dapat menjadi lebih sulit dari waktu ke waktu, karena itu penting untuk mengunjungi dokter.

2 dari 3 halaman

Gejala Nyeri Dada yang Harus Diwaspadai

Meskipun nyeri dada kanan jarang sekali berkaitan dengan masalah jantung, namun ketika mengalami gejala seperti berikut ini, segera lakukan pemeriksaan diri ke dokter Unit Gawat Darurat (UGD):

  • Nyeri dada kanan tanpa sebab yang jelas.
  • Nyeri dada yang dirasakan seperti ditekan benda berat, diremas atau terasa penuh pada bagian dada.
  • Nyeri menjalar hingga ke lengan, punggung, leher atau rahang.
  • Disertai dengan keringat dingin.
  • Merasa lemas, pusing atau mual.
  • Sulit bernapas.

Jangan anggap sepele keluhan nyeri dada kanan. Banyak hal yang dapat memicu terjadinya nyeri dada sebelah kanan. Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan berbagai gejala penyertanya.

Dan bila diperlukan, lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebab utama keluhan nyeri dada guna memperoleh terapi yang tepat.

[NWS]

0 Komentar

Belum ada komentar