Sukses

10 Masalah Kesehatan yang Muncul Tiba-tiba Setelah Usia 50

Sudah menginjak usia 50 atau hampir mendekati? Hati-hati, karena ada masalah kesehatan yang bisa muncul tiba-tiba.

Klikdokter.com, Jakarta Semakin tua usia seseorang, biasanya tubuhnya pun akan mulai mengalami masalah kesehatan yang berdampak signifikan pada setiap kegiatan yang dijalani. Apalagi jika sudah menginjak usia 50 tahun, Anda mesti waspada dengan beberapa gangguan kesehatan yang bisa muncul pada usia itu.

Salah satu yang mungkin muncul adalah bertambahnya berat badan. Kondisi ini bisa berdampak buruk pada kesehatan, apalagi bila berujung pada obesitas. Hal itu bisa membuat Anda mengalami masalah jantung, stroke, dan penyakit tak menular lainnya.

Satu lagi masalah kesehatan yang biasanya muncul adalah nyeri. Sementara itu, wanita yang memasuki usia 50 tahun biasanya juga akan mengalami penurunan kadar estrogen.

"Nyeri dan penyakit kronis, seperti jantung dan diabetes mellitus tipe 2, dapat mulai muncul di rentang usia limapuluhan. Di samping itu, penurunan estrogen pada wanita juga mulai terjadi, sehingga risiko penyakit jantung semakin meningkat," ujar dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter.

Masalah kesehatan yang muncul setelah usia 50

Ya, ada beberapa masalah kesehatan yang bisa Anda alami ketika memasuki usia 50 tahun. Berikut daftarnya yang mesti Anda waspadai:

1. Penyakit jantung

Menurut penelitian, sekitar 735.000 orang mengalaminya setiap tahun. Sementara pada pria berusia 50 tahun, terdapat peluang 1 banding 2 untuk terkena penyakit jantung.

Tanda-tanda yang paling umum adalah sesak napas, nyeri di dada, punggung, bahu, atau leher. Anda mungkin juga merasa berkeringat, pusing, atau ingin muntah.

Risiko Anda terkena penyakit jantung akan lebih rendah jika memiliki berat badan yang sehat, tidak merokok, dan berolahraga secara teratur.

2. Stroke

Stroke cukup lazim terjadi pada orang berusia 50 tahun. Hal ini terjadi saat darah tidak sampai ke bagian otak Anda seperti seharusnya, dan sel-sel otak itu mulai mati.

Gejalanya mulai dari kelemahan, mati rasa di wajah, lengan, atau kaki, sampai kesulitan berbicara. Anda dapat menurunkan peluang jika tekanan darah Anda terkendali, caranya dengan mengonsumsi makanan rendah kolesterol, mengelola stres, berolahraga, dan berhenti merokok.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

3. Batu empedu

Batu empedu adalah gumpalan material atau kristal padat yang terbentuk di dalam kantong empedu. Seseorang dikatakan mengalami kondisi ini ketika cairan empedu yang diproduksi hati untuk mencerna lemak mengalami pengerasan.

Anda lebih mungkin mendapatkannya jika mengalami obesitas, diabetes atau penyakit Crohn, serta tidak berolahraga.

4. Pankreatitis akut

Pankreatitis merupakan peradangan yang terjadi di organ pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung dan bersebelahan dengan usus halus. Gangguan ini dapat menyebabkan sakit perut yang parah, mual, muntah, demam, dan bisa mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan tepat.

5. Patah tulang

Patah tulang memang bisa terjadi pada usia berapa pun. Akan tetapi, tulang bisa menjadi lebih rapuh saat Anda bertambah tua, sehingga cenderung lebih mudah patah. Hal ini dikenal juga sebagai osteoporosis atau mengeroposnya tulang, dan ini terutama terjadi pada wanita.

Kalsium dan vitamin D dapat membantu memperlambat atau menghentikannya menjadi lebih buruk. Lalu, ada juga obat-obatan tertentu yang dapat membantu menjaga tulang, atau bahkan membantu Anda membangunnya kembali.

6. Vertigo

Jika tiba-tiba merasa pusing yang berputar, Anda mungkin menderita vertigo. Secara garis besar, vertigo dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar, yaitu vertigo perifer (gangguan pada kanalis semisirkularis telinga) dan vertigo sentral (gangguan saraf pada otak).

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

7. Batu ginjal

Batu ginjal bisa terjadi karena adanya penumpukan mineral dan garam, sehingga menimbulkan kristal di dalam ginjal. Makanan dan minuman tertentu juga mengandung bahan-bahan yang dapat menyebabkannya.

Batu ginjal lebih umum terjadi pada pria daripada wanita. Anda dapat mencegahnya dengan cukup minum. Air putih adalah pilihan yang terbaik.

8. Pneumonia atau infeksi paru

Orang yang berusia di atas 50 tahun berisiko lebih tinggi terhadap jenis pneumonia yang disebabkan oleh bakteri, bukan yang disebabkan oleh virus, yaitu pneumonia pneumokokus dan bisa mengancam jiwa. Orang yang lebih tua cenderung lebih mudah mengalaminya karena sistem kekebalan tubuh yang makin melemah seiring bertambahnya usia.

9. Asam urat

Gejala asam urat adalah rasa sakit yang tiba-tiba dan bengkak di salah satu sendi Anda, sering kali di jempol kaki. Ini adalah bentuk radang sendi yang disebabkan oleh penumpukan asam urat di tubuh Anda.

10. Ablasi retina

Ablasi retina adalah kondisi lepasnya retina dari jaringan penyokong yang berada di bawahnya. Lepasnya retina ini tentu akan mengakibatkan gangguan fungsi retina.

Jika ablasi retina tidak diobati, semakin besar risiko Anda untuk mengalami kehilangan penglihatan permanen pada mata yang terkena. Hal ini lebih umum terjadi pada orang-orang dengan rabun jauh atau pernah menjalani operasi katarak atau penyakit mata lainnya.

Saat memasuki usia 50 tahun, tentu kondisi tubuh akan semakin menurun, sehingga wajar jika kemudian Anda lebih rentan terhadap masalah kesehatan. Oleh sebab itu, mulailah jalani pola hidup sehat sedini mungkin, agar berbagai risiko penyakit pun bisa ditekan.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar