Sukses

3 Tips Mudah Merawat Pasien Cuci Darah

Jangan khawatir bila ada anggota keluarga yang harus cuci darah. Sebab, merawat pasien cuci darah tidak sesulit yang Anda bayangkan.

Klikdokter.com, Jakarta Saat orang tua atau pasangan memiliki gangguan ginjal yang sudah parah, prosedur cuci darah atau hemodialisis adalah salah satu tindakan medis yang harus dijalani. Fungsi prosedur tersebut bagi pasien cuci darah adalah untuk membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, karena ginjal sudah tak mampu lagi untuk melakukannya secara maksimal.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M. Epid dari KlikDokter, tak sedikit orang yang menganggap bahwa cuci darah adalah prosedur yang menakutkan dan sulit dilakukan. Padahal, pasien cuci darah masih bisa beraktivitas, bahkan prosedur tersebut bisa dilakukan di rumah.

Namun, memang, pasien penyakit ginjal yang butuh cuci darah tetap memerlukan bantuan agar kualitas hidup tetap terjaga. Nah, agar Anda dapat membantu dengan maksimal dan turut memelihara kondisi pasien cuci darah, berikut adalah tips mudah yang bisa Anda lakukan:

1. Pastikan pasien melakukan kewajibannya

Saat seseorang sudah direkomendasikan untuk melakukan tindakan cuci darah, ada sejumlah kewajiban yang mesti dilaksanakan. Antara lain, mengonsumsi obat-obatan sesuai petunjuk dokter, mematuhi segala pantangan makanan atau minuman, serta datang cuci darah tepat waktu.

Sayangnya, tak semua pasien cuci darah punya kesadaran penuh terhadap kewajiban tersebut. Ada saja yang masih malas cuci darah atau bahkan tidak mengonsumsi obat yang diberikan dokter. Di sinilah peran Anda sebagai keluarga diperlukan.

Jika pasien malas cuci darah, mungkin saja karena selama ini tidak ada yang menemaninya. Jadi, sebagai keluarga yang peduli terhadapnya, temani ia saat melakukan tindakan tersebut agar tidak merasa sendirian.

Selain itu, ingatkan pula pasien untuk selalu mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Pasang alarm pengingat, dan bila perlu letakkan di tempat yang sudah pasti terlihat olehnya.

2. Bantu pasien membersihkan bagian tubuh tertentu

Cuci darah dengan metode dialisis peritoneal dilakukan oleh sebagian pasien penyakit ginjal. Dalam metode tersebut, dinding perut pasien akan dihubungkan ke kantung berisi campuran mineral, gula dan air menggunakan tabung kateter.

Nah, area pemasangan kateter berisiko mengalami infeksi jika kebersihannya tidak terjaga. Jadi, jangan sampai pasien lupa untuk membersihkannya. Jika perlu, bantulah pasien membersihkan bagian tersebut.

Adapun cara untuk membersihkan area pemasangan kateter adalah:

  • Lepaskan perban secara perlahan tanpa memindahkan posisi kateter. Saat melakukannya, tangan Anda harus bersih, menggunakan sarung tangan dan masker.
  • Gunakan larutan steril untuk membersihkan luka, kateter dan kulit di sekitarnya.
  • Tutup kembali dengan perban yang baru. 

3. Ingatkan pasien untuk tertib mematuhi aturan dari dokter

Karena organ dalam sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, tentu saja ada pantangan dan anjuran makanan yang mesti dipatuhi pasien. Misalnya, pasien mesti membatasi makanan yang banyak mengandung air, seperti sup, kaldu, semangka, stroberi, jeruk, pir, dan lainnya. Makanan tinggi kalium, fosfor dan natrium (asin) juga mesti dihindari.

Di sisi lain, pasien disarankan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi protein. Selain itu, pasien penyakit ginjal yang mesti cuci darah juga wajib memperhatikan pasokan kalori agar sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter.

Nah, agar pasien cuci darah tidak lupa segala peraturan tersebut, buatkanlah catatan dan letakkan di tempat-tempat yang mudah dilihat olehnya. Selain itu, Anda juga bisa membantunya mengingatkan akan segala peraturan tersebut supaya pasien terus patuh.

Pasien cuci darah tetap bisa memiliki kualitas hidup yang baik asalkan selalu mematuhi petunjuk yang diberikan oleh dokter. Kiat merawat pasien hemodialisis yang disarankan di atas bisa Anda lakukan. Jika perlu konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan saran-saran terbaik lainnya.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar