Sukses

Tekan Nafsu Makan dengan Menikmati Alam

Tidak hanya meningkatkan kesehatan mental, menikmati alam sekitar juga bisa menekan nafsu makan untuk bantu turunkan berat badan, lo!

Klikdokter.com, Jakarta Ingin menurunkan berat badan ke rentang ideal dengan cara yang nikmat dan menyenangkan? Cobalah menikmati alam bebas. Penelitian terbaru mengungkap bahwa menikmati alam ternyata bisa menekan nafsu makan, yang pada akhirnya membantu proses menurunkan berat badan.

Menikmati alam bebas sempat dibuktikan mampu membantu menurunkan kadar kortisol (hormon stres). Pada penelitian yang dilakukan awal tahun ini dan dibahas di Medical News Today bahkan menyimpulkan bahwa memiliki akses ke ruang hijau sejak masa anak-anak dapat mengurangi risiko terkena masalah kesehatan mental di kemudian hari.

Temuan tersebut diperkuat dengan pernyataan dr. Nadia Octavia dari KlikDokter. Menurutnya, wanita yang menikmati indahnya bunga mawar selama 3 menit bisa mengalami peningkatan suasana hati secara signifikan.

“Wanita yang menatap bunga mawar segar selama 3 menit mengalami peningkatan suasana hati atau menjadi lebih bahagia. Jadi, kadar stresnya juga berkurang,” kata dr. Nadia.

Menikmati alam juga bisa tekan nafsu makan

Alam lagi-lagi berhasil menunjukkan kekuatannya. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Plymouth di Inggris menunjukkan bahwa kenikmatan pasif “ruang hijau”, misalnya melihat pohon-pohon di kebun belakang rumah dari jendela kamar tidur dapat membantu mengurangi frekuensi dan intensitas mengindam makanan. Penulis utama studi, Leanne Martin menyebut bahwa hal tersebut termasuk menekan keinginan untuk berurusan dengan sesuatu yang berefek bahaya, seperti camilan tidak sehat, alkohol, atau merokok.

"Sudah lama diketahui bahwa berada di alam bebas sangat terkait dengan kesejahteraan hati seseorang. Siapa sangka, hal tersebut ternyata juga mampu menekan keinginan untuk makan seseorang," kata Martin.

Untuk studi ini, para peneliti melakukan survei pada 149 peserta berusia 21–65 tahun. Tim peneliti menanyakan keterlibatan para peserta dan cara mereka mereka menikmati alam. Peserta juga ditanyai tentang frekuensi dan intensitas nafsu makan yang tidak sehat saat berada di alam, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi kesehatan emosional mereka.

Sebagai bagian dari survei, tim peneliti juga melihat proporsi ruang hijau yang ada di lingkungan masing-masing peserta, akses ke pemandangan hijau dari rumah peserta, akses ke taman pribadi atau umum, dan seberapa sering peserta menggunakan ruang hijau publik.

Setelah diteliti dan dihitung matang-matang, Martin dan rekan menemukan bahwa peserta studi yang memiliki akses ke taman – baik taman pribadi atau umum – melaporkan hasrat makan yang lebih rendah dan kurang intens. Lalu, orang-orang yang bisa melihat alam secara langsung dari rumah juga merasakan manfaat serupa.

Tak hanya itu, para peneliti juga mencatat bahwa para peserta studi yang memiliki akses ke “ruang hijau” mendapatkan manfaat-manfaat lainnya. 

"Nafsu makan berlebihan berkontribusi terhadap berbagai perilaku yang merusak kesehatan. Pada gilirannya, ini dapat meingkatkan risiko obesitas, kanker, dan diabetes. Jadi, dengan keinginan makan yang lebih rendah berkat paparan ruang hijau, risiko terjadinya hal-hal mengerikan tersebut bisa diperkecil," ujar peneliti lain, Sabine Pahl, Ph.D.

Meski terlihat jelas, hasil temuan tersebut masih belum dapat dijadikan sebagai acuan. Masih diperlukan penelitian-penelitian lanjutan untuk mengetahui hubungan sebab dan akibat terkait paparan alam bebas dan nafsu makan yang berkurang. Meski demikian, tak ada salahnya jika Anda ingin lebih mendekatkan diri pada alam. Siapa tahu, walau hanya sekadar berjalan-jalan di taman atau menikmati pemandangan dari dalam ruangan, kualitas hidup dan kesehatan tubuh Anda bisa meningkat secara signifikan.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar