Sukses

Kenali Penyebab Biduran dan Cara Mengatasinya

Penyebab biduran pada setiap orang bisa berbeda-beda. Kenali cara mengatasinya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Biduran bisa terjadi kapan saja. Meski penyebab biduran atau urtikaria terkesan sangat umum, namun saat kulit terserang penyakit ini aktivitas Anda akan terganggu. Pasalnya, rasa gatal yang timbul saat keluhan tersebut muncul terasa sangat kuat sehingga mampu menimbulkan perasaan tidak nyaman.

Menurut pandangan medis, biduran adalah reaksi pada kulit yang menyebabkan munculnya bilur berwarna merah. Biduran awalnya muncul pada satu bagian tubuh, namun lama-kelamaan dapat menyebar.

Bentuk dan ukuran biduran juga berbeda-beda. Pasien sering mengeluhkan perasaan gatal yang tidak tertahankan, bahkan bisa sensasi perih di bilur yang muncul. Kondisi tersebut bisa berlangsung berjam-jam dan berangsur hilang dalam beberapa saat hingga hitungan hari.

Menurut durasi penyembuhan, biduran terbagi menjadi akut dan kronis.

  • Biduran akut

Biduran akut akan sembuh kurang dari 6 minggu. Biduran jenis ini adalah kondisi yang umum terjadi, terutama pada anak-anak dan wanita berusia 30–60 tahun serta mereka yang memiliki riwayat alergi.

  • Biduran kronis

Biduran kronis dapat bertahan lebih dari 6 minggu atau bersifat kambuhan selama beberapa bulan bahkan tahun. Biduran jenis ini bisa menjadi gejala dari penyakit lain yang sedang dialami, seperti lupus, penyakit tiroid atau mag.

Penyebab dan cara mengatasi biduran

Penyebab biduran pada setiap orang bisa berbeda-beda. Namun, penyebab paling sering dari kondisi tersebut adalah:

  • Reaksi alergi makanan, gigitan serangga atau binatang
  • Reaksi alergi terhadap tanaman
  • Perubahan suhu atau cuaca
  • Infeksi, seperti flu
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat penurun tekanan darah
  • Terpapar pengawet atau pewarna makanan
  • Stres
  • Konsumsi alkohol dan kafein
  • Penyakit tertentu, seperti gangguan tiroid, hepatitis, lupus.

Penelitian yang dipublikasikan di Indian Journal of Dermatology menyebut bahwa 15–20% orang di seluruh dunia mengalami biduran sepanjang hidupnya. Kondisi itu pun lebih sering terjadi pada wanita dan anak-anak dibandingkan pria.

Kendati begitu, biduran tergolong mudah untuk ditangani. Beberapa cara yang terbukti efektif adalah konsumsi obat antihistamin, losion yang mengandung kalamin dan obat antiradang.

Sedangkan untuk penanganan di rumah, Anda bisa melakukan kompres dingin pada area yang mengalami biduran untuk mengurangi keluhan gatal. Sebelum melakukan hal tersebut, pastikan biduran yang dialami bukan disebabkan oleh alergi dingin.

Jika biduran disebabkan oleh alergi dingin, penggunaan kompres dingin tidak boleh dilakukan. Selain itu, hindari produk yang bersifat iritan dan dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi, seperti produk yang mengandung pewangi (sabun, pelembap atau body lotion) dan hindari berjemur di bawah terik matahari. Sebisa mungkin hindari penggunaan pakaian berbahan dasar wol. Lebih baik gunakan pakaian yang menyerap keringat dengan baik, longgar dan terasa nyaman di tubuh.

Anda sangat disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila mengalami tanda maupun gejala biduran sebagai berikut:

  • Biduran berlangsung beberapa hari dan tak kunjung membaik
  • Gejala biduran semakin memburuk dari waktu ke waktu
  • Ruam timbul disertai nyeri atau meninggalkan memar
  • Gejala benar-benar mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Disertai pusing berputar
  • Tenggorokan atau wajah menjadi bengkak
  • Sesak napas
  • Rasa tertekan di area dada.

Meski jarang terjadi, biduran bisa menimbulkan komplikasi berupa angioedema. Ini adalah reaksi hipersensitif yang ditandai dengan penumpukkan cairan di bawah kulit, sehingga menyebabkan kulit di area mata, bibir, tangan, kaki dan alat kelamin bengkak. Kondisi ini memerlukan penanganan khusus.

Sebagai langkah antisipasi, Anda perlu mengenali penyebab biduran dan cara mengatasinya. Hal ini karena biduran yang terjadi secara berulang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Akibatnya penderita jadi mudah stres, cemas, bahkan depresi. Jika Anda  mengalami jenis gangguan kulit ini, jangan disepelekan, ya. Segera periksakan ke dokter.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar