Sukses

Bolehkah Balita Minum Susu Kambing?

Susu kambing punya kandungan nutrisi tinggi. Tapi bolehkah jika balita minum susu kambing?

Klikdokter.com, Jakarta Susu dikenal luas memiliki serangkaian gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain susu sapi yang banyak dikonsumsi masyarakat, susu kambing juga dinilai memiliki nutrisi yang tinggi. Namun bagaimana apabila balita minum susu kambing? Adakah dampaknya pada kesehatan si Kecil?

Manfaat susu kambing

Salah satu yang cukup dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat pada umumnya adalah susu sapi. Namun, yang kini dinilai memiliki manfaat yang tidak kalah hebatnya adalah susu kambing.

Memang, susu kambing terbukti dapat membantu menjaga fungsi usus. Selain itu, susu kambing juga dapat menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap optimal berkat kandungan selenium di dalamnya. Tak heran, konsumsi susu kambing secara rutin dan teratur bisa membuat Anda terhindar dari risiko penyakit infeksi.

"Tidak hanya itu, susu kambing juga dilengkapi kandungan gizi yang baik untuk kesehatan kulit. Kandungan trigliserida dan asam lemak di dalam susu kambing berkontribusi dalam menjaga kelembapan kulit. Sehingga, kulit akan jadi lebih sehat dan tampak lebih cerah jika minum susu kambing secara rutin," ujar dr. Andika Widyatama dari KlikDokter.

Lebih dari itu, kandungan vitamin A pada susu kambing turut berperan dalam proses perbaikan sel-sel kulit. Sedangkan, kandungan asam laktat di dalamnya berkontribusi dalam membantu membersihkan sel-sel kulit mati. Jadi, tak mengherankan jika Anda mendapati adanya produk perawatan kulit yang berbahan susu kambing.

Susu kambing untuk balita

Karena manfaatnya tidak kalah dari susu sapi, apakah susu kambing boleh diberikan pada balita? Terkait hal ini, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter mengatakan bahwa hal tersebut boleh-boleh saja. Asalkan, balita sudah berusia di atas 6 bulan atau lebih.

"Susu kambing boleh-boleh saja diberikan pada balita setelah usianya lebih dari 6 bulan. Beberapa penelitian bahkan mengatakan bahwa susu kambing lebih ‘bersahabat’ soal alergi dibandingkan susu sapi. Jadi, jika ada balita alergi susu sapi, bisa jadi balita itu tidak alergi terhadpa susu kambing," ujar dr. Dyan Mega.

Kendati begitu, lanjut dr. Dyan Mega, pemberian susu kambing pada balita perlu dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter anak. Tindakan ini dilakukan untuk agar susu kambing benar-benar mampu memberikan pasokan gizi yang sepenuhnya bermanfaat untuk si Kecil.

"Jika balita tidak memiliki masalah alergi terkait susu apapun, termasuk susu kambing, yang perlu diperhatikan adalah proses penyajiannya. Jangan berikan susu kambing yang baru diperah pada balita. Itu berisiko terkontaminasi bakteri. Jadi, harus dipasteurisasi  atau dalam bentuk UHT," katanya.

Hal yang mesti diperhatikan

Memberikan susu kambing pada balita adalah hal yang diperbolehkan secara medis. Namun, Anda mesti tetap waspada karena susu kambing memiliki kandungan asam folat yang rendah.

"Susu kambing memiliki kandungan asam folat lebih rendah dibandingkan susu sapi. Jadi, jika ingin memberikan susu kambing sebagai pengganti susu sapi pada balita, si Kecil bisa mengalami anemia. Jenis anemia yang disebabkan oleh kekurangan asam folat adalah anemia megaloblastik," ungkap dr. Dyan Mega.

Sebagai informasi, anemia megaloblastik adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh kelainan proses pembentukan DNA sel darah merah.

"Penelitian soal susu kambing masih sangat terbatas. Itu artinya, susu kambing sebenarnya belum terlalu dikenal baik oleh masyarakat luas. Tak heran, dokter biasanya akan lebih menyarankan balita untuk minum susu sapi daripada susu kambing," pungkas dr. Dyan Mega.

Kesimpulannya, boleh saja jika balita minum susu kambing. Namun usianya sudah lebih dari 6 bulan saat mengonsumsi asupan tersebut. Kendati demikian, Anda disarankan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter spesialis anak sebelum benar-benar memberikan susu kambing pada balita.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar