Sukses

Tips Memilih Kacamata Hitam untuk Jemaah Haji Saat di Tanah Suci

Jemaah haji perlu memilih kacamata hitam yang tepat untuk melindungi mata dari cuaca terik dan debu saat di Tanah Suci. Berikut kiatnya

Klikdokter.com, Jakarta Udara panas, cuaca terik dan debu saat beribadah di Tanah Suci perlu diantisipasi jemaah haji dengan memilih kacamata hitam yang tepat. Selama berada di lokasi Ibadah Haji, para jemaah memang rentan terpapar sinar matahari yang terik pada siang hari. Terlebih lagi ada banyak kegiatan ibadah yang juga dilakukan di luar ruangan.

Sinar ultraviolet sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni Ultraviolet A (UVA) dan Ultraviolet B (UVB). Sinar Ultraviolet A (UVA) melewati semua lapisan permukaan mata sampai ke lensa, sedangkan sinar Ultraviolet B (UVB) sepenuhnya diserap oleh kornea.

"Untuk melindungi semua sinar ultraviolet yang masuk, mata sebenarnya memiliki mekanisme alami. Kelopak mata, alis, dan bulu mata sifatnya melindungi mata," ujar dr. Irma Rismayanty kepada KlikDokter.

Namun, tetap saja sinar matahari yang mengandung ultraviolet bisa masuk ke dalam mata. Sebab, efektivitas pertahanan alami dalam melindungi mata dari kerusakan akibat sinar ultraviolet cukup terbatas.

Kerusakan mata akibat paparan sinar ultraviolet

Beberapa kerusakan mata yang bisa disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet antara lain: 

  • Photokeratitis dan photoconjunctivitis 

Menurut dr. Irma, photokeratitis adalah peradangan kornea, sedangkan photoconjunctivitis mengacu pada suatu peradangan pada konjungtiva, selaput yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan rongga mata. Photokeratitis dan photoconjunctivitis bisa sangat menyakitkan, namun mereka reversibel dan tampaknya tidak mengakibatkan kerusakan jangka panjang untuk mata atau penglihatan.

  • Pterygium

Pterygium adalah suatu penyakit mata yang ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan di konjungtiva bagian putih mata. Pterygium dapat meluas ke atas kornea yang mengakibatkan gangguan penglihatan dan terkadang dapat menimbulkan peradangan. 

  • Katarak

Katarak merupakan penurunan kualitas optik dari lensa mata. Dalam keadaan normal, lensa tidak berwarna, bening seperti kaca. 

Nah, jika Anda mengalami katarak, berarti lensa mengalami kekeruhan. Lensa akan menjadi berwarna putih, sebab lensa terletak di dalam bola mata. 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sekitar 20 persen dari katarak disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet secara berlebih.

  • Kanker mata

"Bukti ilmiah saat ini menunjukkan bahwa berbagai bentuk kanker mata dapat berhubungan dengan paparan sinar ultraviolet. Melanoma adalah kanker ganas yang paling sering terjadi pada bola mata. Terkadang, kanker tersebut membutuhkan operasi pengangkatan untuk dapat dihilangkan. Lokasi umum untuk karsinoma sel basal adalah pada kelopak mata," kata dr. Irma.

1 dari 3 halaman

Tangkal dengan kacamata hitam

Ancaman ini nyata dan serius bagi para jemaah haji. Itulah mengapa mereka perlu kacamata hitam untuk menjalankan akvititas sehari-hari di sana. Tapi, pastikan kacamata itu memang bisa melindungi mata dari sinar ultraviolet. 

Jangan asal pilih, berikut kriteria kacamata hitam yang dapat menghalau sinar ultraviolet:

  1. Pilih yang memiliki proteksi sampai 100 persen

Sebenarnya, semua lensa kacamata hitam, baik plastik atau kaca, masih dapat menyerap sinar ultraviolet. Akan tetapi, pilihlah kacamata hitam yang menerapkan lapisan lensa khusus untuk menangkal paparan sinar ultraviolet ke mata Anda.

  1. Tahan benturan

Pilihlah kacamata yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Lensa plastik mungkin lebih tahan benturan dibanding kaca. Namun, menurut dr. Irma, lensa berbahan policarbonated dapat berfungsi lebih baik. 

Pasalnya, lensa berbahan policarbonated menawarkan proteksi benturan dan terjatuh saat dipakai.

  1. Dibuat dan dikemas dengan baik

Menurut dr. Irma, pastikan bahwa lensa kacamata yang Anda beli dibuat dengan benar. Untuk menilai kualitas dari lensa kacamata yang Anda beli, Anda dapat memegang gelas pada jarak yang nyaman, kemudian tutupi satu mata Anda. Lalu, pindahkan gelas tersebut perlahan dari sisi ke sisi, naik dan turun.

"Jika garis tetap lurus, berarti lensa kacamata tersebut baik. Namun, jika garis tampak bergoyang, terutama di bagian tengah lensa, cobalah untuk memilih kacamata lain," kata dr. Irma.

  1. Polarized

Lensa polarized dapat menghilangkan silau sinar matahari yang memantul dari permukaan halus, seperti jendela mobil, permukaan krom, atau air. Jenis kacamata ini sangat berguna untuk mengemudi dan memancing. 

Lensa polarized tidak melakukan penyerapan sinar ultraviolet, tetapi banyak lensa yang terpolarisasi sekarang dikombinasikan dengan zat penghalang sinar ultraviolet. Oleh karena itu, periksalah label untuk memastikan kacamata yang Anda beli memberikan perlindungan terhadap sinar ultraviolet secara maksimal.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Lensa berwarna gelap

Warna dan tingkat kegelapan lensa tidak mengindikasikan kemampuannya untuk menahan sinar ultraviolet masuk ke mata. Namun, lensa yang berwarna lebih gelap dapat Anda gunakan jika keadaan sekitar sangat cerah.

  1. Photochromic

Lensa kacamata photochromic sedang menjadi tren saat ini. Lensa ini bisa secara otomatis menjadi gelap dalam cahaya terang, dan menjadi lebih terang dalam cahaya rendah. 

"Meskipun lensa photochromic mungkin dapat Anda jadikan pilihan, tapi dibutuhkan waktu bagi lensa tersebut untuk menyesuaikan diri dengan kondisi cahaya yang berbeda," jelas dr. Irma.

  1. Jenis frame kacamata

Usahakan Anda memakai frame atau bingkai kacamata hitam yang menutupi hingga bagian sekitar mata. Selain dapat membantu menghalau sinar ultraviolet, frame seperti itu juga dapat mencegah pasir dan partikel debu masuk ke mata.

Itulah tips memilih kacamata hitam yang tepat untuk jemaah haji. Memang, kacamata hitam bukan hal yang utama untuk dibawa saat Anda menjalankan ibadah haji. Meski demikian, benda kecil ini juga penting untuk dibawa karena bisa melindungi mata dari kondisi panas dan terik matahari di Tanah Suci.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar