Sukses

Flu Bikin Kanker Paru Memburuk juga Pernah Dialami Sutopo

Sempat membaik, kondisi Sutopo drop akibat flu bikin kanker paru memburuk. Benarkah flu dapat memperberat kondisi pasien kanker paru?

Klikdokter.com, Jakarta Pertanyaan tentang benarkah flu bikin kanker paru memburuk, masih mengemuka. Meninggalnya Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Minggu (7/7) lalu akibat kanker paru memang mengejutkan masyarakat. Apalagi diketahui Sutopo sempat membaik kondisinya. Dalam situasi itu flu sempat menyerangnya. Dan kondisi Sutopo kembali drop sebelum akhirnya wafat di Guangzhou, China, Minggu (7/7/2019), pukul 02.20 waktu setempat atau 01.20 WIB.

Rasa kehilangan tentu masih dirasakan keluarga terdekat sepeninggal Sutopo Purwo Nugroho. Dilansir detik.com putra Sutopo,  Ivanka Rizaldy, menceritakan kondisi ayahnya sempat membaik sebelum mengembuskan napas terakhir. Namun, kondisi ayahnya malah drop karena sakit flu.

Benarkah flu dapat memperberat kondisi pasien kanker paru?

Flu dan selesma, samakah?

Banyak yang salah mengartikan bahwa semua gejala batuk dan pilek adalah flu. Padahal, gejala batuk dan pilek atau yang disebut dengan istilah selesma atau common cold belum tentu disebabkan oleh virus influenza. Kondisi tersebut lebih sering disebabkan oleh rhinovirus, adenovirus, respiratory syncytial virus, dan virus-virus lainnya.

Sementara itu, penyakit flu disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan biasanya lebih parah. Tidak hanya batuk dan pilek, infeksi virus influenza biasanya dapat menyebabkan demam, pusing, nyeri di seluruh tubuh, lemah, dan nafsu makan berkurang.

Ada empat jenis virus influenza, yaitu A, B, C, dan D. Influenza A dan B biasanya yang menyebabkan penyakit flu musiman, sementara Influenza C biasanya hanya menyebabkan gejala ringan. Adapun influenza D menyebabkan penyakit flu pada hewan, seperti sapi, dan tidak menyerang manusia.

1 dari 2 halaman

Penyakit flu, berbahayakah?

Di antara tiga jenis virus influenza yang menyerang manusia (A, B, dan C), virus influenza A merupakan penyebab mayor morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Virus influenza A dapat mengalami perubahan materi genetik dari waktu ke waktu. Ini merupakan suatu kemampuan “istimewa” virus influenza dibandingkan dengan virus lainnya.

Perubahan materi genetik virus dari waktu ke waktu menyebabkan virus ini sulit dibasmi. Imunisasi satu kali saja tidak cukup untuk mencegah infeksi ini seumur hidup. Diperlukan imunisasi tahunan virus influenza untuk mencegah infeksi virus ini setiap tahun. Vaksin tahunan ini sudah disesuaikan dengan perubahan genetik virus influenza setiap tahunnya.

Infeksi akibat influenza pada umumnya dapat sembuh sendiri. Namun, pada kelompok-kelompok tertentu seperti pada anak, orang tua, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah, infeksi virus influenza A dapat berakibat fatal.

Kematian akibat infeksi virus influenza A biasanya terjadi akibat kerusakan paru yang luas atau akibat infeksi tambahan oleh bakteri. Itulah alasannya infeksi virus influenza A tidak boleh disepelekan, terutama pada kelompok-kelompok rentan yang telah disebutkan sebelumnya.

Flu pada penderita kanker paru

Ada sebuah penelitian yang mengindikasikan bahwa pada penderita kanker paru, infeksi virus influenza A dapat memperparah kondisi kanker paru. Mengapa demikian?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pociask dkk. pada hewan percobaan tikus menemukan bahwa infeksi influenza dapat merangsang perubahan struktur sel-sel paru ke arah kanker. Infeksi virus influenza A berat yang biasanya diikuti dengan tambahan infeksi bakteri akan menyebabkan peradangan dan kerusakan luas pada paru.

Pada tingkat sel, kondisi peradangan luas ini dapat mengubah berbagai jalur regulasi sistesis protein dan metabolisme sel paru. Akibatnya, sel paru dapat membelah dengan cepat layaknya sel kanker.

Inilah mengapa diduga jika infeksi virus influenza A terjadi pada penderita kanker paru, maka sifat keganasan sel-sel kanker paru tersebut akan meningkat sehingga memperburuk kondisi penderita. Apalagi jika infeksi virus ini terjadi berulang-ulang kali.

Jadi benar bahwa flu bikin kanker paru memburuk. Dan ini bisa saja dialami oleh pasien kanker paru. Kondisi ini pula yang terjadi pada Sutopo Purwo Nugroho yang sebelumnya sempat membaik, lalu drop oleh serangan flu. Meski studi baru diujikan pada tikus, namun bisa menjadi peringatan agar para penderita kanker paru ekstra waspada pada penularan virus influenza. Maka tindakan pencegahan infeksi influenza sangat penting dilakukan, yaitu dengan melakukan vaksinasi influenza tiap tahunnya.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar