Sukses

Sering Ngantuk, Benarkah Akibat Leukosit Rendah?

Ada pendapat yang mengatakan, sering ngantuk bisa dipicu oleh rendahnya leukosit dalam tubuh. Benarkah?

Klikdokter.com, Jakarta Semua orang pasti ingin melakukan aktivitas dengan kondisi badan yang segar dan tak menguap terus-menerus. Sayangnya, sebagian orang justru sering ngantuk saat beraktivitas, meskipun waktu tidurnya sudah cukup. Ada sebagian pendapat yang mengatakan bahwa kondisi tersebut diakibatkan oleh kadar leukosit rendah dalam tubuh.

Untuk menentukan kadar leukosit seseroang memerlukan pemeriksaan dokter dengan saksama. Namun secara awam, benarkah leukosit rendah bisa memengaruhi seseorang jadi lebih mudah ngantuk?

Leukosit, apa itu?

Sebelum menjawab hal itu, ketahui dulu bahwa leukosit adalah sel darah putih, satu dari empat komponen darah manusia. Meski jumlahnya tak sebanyak sel darah merah, tapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menjadi pertahan tubuh dalam melawan berbagai penyakit.

Ketika Anda sedang terserang infeksi virus, bakteri, atau yang lainnya, jumlah leukosit cenderung tidak normal. Jumlah leukosit yang normal pada umumnya berkisar antara 5.000 - 10.000/ul.

Apabila jumlah sel darah putih berlebih, maka kondisi itu dinamakan leukositosis. Sedangkan jika jumlahnya rendah disebut leukopenia.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri M.Epid dari KlikDokter, kondisi leukosit rendah dapat ditemukan pada orang yang terkena infeksi virus, demam berdarah dengue (DBD), dan tifoid (tipes). Selain itu, penyakit autoimun, kelainan sumsum tulang, serta menderita beberapa jenis tumor juga bisa membuat jumlah leukosit dalam tubuh seseorang menjadi rendah.

1 dari 2 halaman

Sering ngantuk: akibat leukosit rendah atau sel darah merah rendah?

Kendati begitu, dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter menyatakan bahwa ketika jumlah sel darah putih rendah, tak berarti akan membuat penderitanya jadi sering ngantuk.

“Iya, leukosit rendah dan sering mengantuk itu tak berhubungan. Leukosit rendah cenderung tak memiliki ciri tertentu yang bisa dilihat langsung dengan mata. Beda dengan anemia. Kalau orang terkena anemia, orang tersebut bisa terlihat pucat, lemas, mudah lelah, dan mungkin juga mudah mengantuk,” jelas dr. Devia.

Dengan demikian, tidak benar adanya bahwa sering ngantuk bisa disebabkan oleh rendahnya leukosit dalam tubuh.

Apabila setelah cek darah, jumlah leukosit memang rendah dan Anda kerap kali menguap, cobalah cek juga komponen sel darah merahnya. Siapa tahu, kondisi lemas tubuh Anda disebabkan oleh hal tersebut.

Lalu, kondisi penyakit yang diderita sebagian orang juga rentan mengakibatkan penderita mengalami gangguan tidur. Bisa jadi karena mereka merasa nyeri, gerah, pegal, sesak, ataupun kondisi lainnya.

Gangguan kondisi semacam itu tentu saja bisa memengaruhi kualitas tidur penderita. Akibatnya ia bisa saja kurang istirahat sehingga sering mengantuk, khususnya di siang hari.

Penyebab sering mengantuk

Dari paparan di atas, ternyata sering mengantuk tidak disebabkan oleh leukosit rendah. Ada beberapa faktor yang lebih bisa mengakibatkan seseorang sering ngantuk.

Beragam faktor tersebut antara lain:

  • Kekurangan oksigen di otak
  • Kekurangan sel darah merah (anemia)
  • Mengalami penyakit kronis
  • Kurang bergerak dan berolahraga
  • Kadar gula darah terlalu rendah (hipoglikemia)
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)

Asupan makanan yang kurang bernutrisi juga dapat menyebabkan seseorang kekurangan mineral tertentu. Akibatnya, hal ini dapat berujung pada lemasnya tubuh, termasuk sering mengantuk.

Nah, jika kondisi Anda mudah atau sering ngantuk, Anda jangan lagi berpikir bahwa kadar leukosit rendah dalam tubuh sebagai penyebabnya. Akan lebih akurat jika Anda memeriksakan kondisi tersebut ke dokter. Biasanya dokter kemudian akan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar