Sukses

Putih Telur Bisa untuk Obati Luka Bakar, Benar atau Tidak?

Beberapa orang percaya bahwa setelah membasuh luka bakar dengan air, putih telur bisa dioleskan untuk mengobatinya. Benar atau tidak, ya?

Klikdokter.com, Jakarta Viral di media sosial: putih telur bisa digunakan untuk mengobati luka bakar. Masa?! Bahkan, kabarnya cara tersebut sering dipakai oleh para petugas pemadam kebakaran.

Dalam konten yang viral tersebut, juga disebut bahwa putih telur mengandung vitamin dan kolagen yang baik untuk kesehatan kulit dan penyembuhan luka. Katanya, sebelum dioleskan ke kulit yang terbakar, putih telur yang sudah dipisahkan dari bagian kuningnya harus dikocok terlebih dulu. Apakah kebenaran konten tersebut bisa dipertanggungjawabkan?

Sayangnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia mengklarifikasi bahwa konten tersebut adalah hoaks. Seperti dilansir di laman resmi Kominfo, tertulis bahwa putih telur tidak memiliki khasiat menyembuhkan luka bakar. Sebaliknya, penggunaannya malah meningkatkan risiko infeksi.

Selain itu, konten yang viral tersebut juga menyebutkan bahwa metode putih telur ini juga digunakan dalam pelatihan petugas pemadam kebakaran. Namun, setelah ditelaah lebih lanjut, tidak ada informasi kredibel tentang pelatihan penggunaan putih telur sebagai obat luka bakar bagi petugas pemadam kebakaran. Para petugas kebakaran dan petugas medis dilatih untuk menggunakan air dingin mengalir dalam pertolongan pertama pada luka bakar, kemudian luka ditutup dengan kain bersih.

Putih telur memang dapat mempercepat penyembuhan luka, tetapi ...

Pernyataan di atas juga diamini oleh dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter. Menurutnya, langsung mengatakan bahwa putih telur dapat menyembuhkan luka bakar tidak tepat. Memang benar bahwa putih telur dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Namun, manfaat tersebut bisa didapat bukan dengan mengoleskannya ke kulit yang bermasalah, tetapi dengan mengonsumsinya.

Jika luka bakar masih derajat 1, gejala yang timbul biasanya adalah kemerahan hingga timbul lenting.

“Saat mengalaminya, basuh luka dengan air mengalir selama beberapa menit. Anda tak perlu mengoleskan apa pun, termasuk putih telur. Untuk meredakan rasa nyeri atau sensasi terbakarnya, Anda bisa menggunakan kompres kasa steril yang sudah mengandung NaCl,” jelas dr. Devia.

Jika menyenangi bahan alami, Anda bisa memanfaatkan lidah buaya. Ditambahkan oleh dr. Sara Elise Wijono, MRes, dari KlikDokter, lidah buaya banyak digunakan untuk mengobati luka bakar secara topikal (dioleskan ke kulit). Sejak tahun 1959, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui penjualan salep lidah buaya untuk pengobatan luka bakar.

“Berdasakan penelitian, lidah buaya terbukti efekti mengobati luka derajat 1 dan 2. Penggunaan lidah buaya ditemukan dapat mempercepat waktu penyembuhan luka bakar hingga sembilan hari jika dibandingkan dengan pengobatan konvensional,” ungkap dr. Sara.

1 dari 2 halaman

Jangan mengobati luka bakar dengan odol, mentega, atau kecap

Selain putih telur, banyak pula beredar bahwa luka bakar juga bisa ditangani dengan bahan dapur lainnya, seperti dengan odol, mentega, atau kecap. Meski katanya cara “alami” tersebut sudah dilakukan secara turun-temurun, tetapi sebaiknya jangan melakukannya. Bisa-bisa, luka bakar makin parah dan rentan mengalami infeksi.

Berita seputar kesehatan tergolong “ladang subur” hoaks. Jika Anda mendapatkan informasi kesehatan di media sosial, baiknya Anda tidak langsung 100 persen percaya. Cek kredibilitas penyebarnya atau sumber berita.

Jadi, kabar bahwa putih telur bisa untuk mengobati luka bakar seperti viral di media sosial, itu adalah hoaks alias bohong belaka! Putih telur memang dapat membantu proses penyembuhan luka. Namun manfaat tersebut bukan didapat dengan mengoleskannya ke kulit yang luka, tetapi dengan mengonsumsinya.

Putih telur memang mengandung kolagen dan protein yang dibutuhkan kulit  untuk memperbarui sel-selnya. Agar senantiasa terhindar dari konten hoaks seputar kesehatan – termasuk tentang penanganan luka bakar – Anda bisa mengeceknya di KlikDokter lewat artikel medis atau live chat langsung dengan tim dokter yang kredibel.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar