Sukses

Suhu Dingin Ekstrem di Dieng Bisa Picu Gangguan Kesehatan Ini

Suhu dingin di Dieng mencapai -9 derajat Celsius! Anda yang akan berkunjung ke sana, waspadai gangguan kesehatan yang bisa terjadi.

Klikdokter.com, Jakarta Indonesia sedang memasuki musim kemarau. Imbasnya di daerah Dieng, Jawa Tengah, justru tengah mengalami suhu dingin ekstrem. Dilansir dari Liputan6.com, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R. Mulyono R. Prabowo mengatakan bahwa suhu dingin seperti itu sebenarnya tidak hanya terjadi di wilayah Jawa, melainkan Nusa Tenggara juga. Meski tak sedingin Dieng, daerah Nusa Tenggara yang tidak disebut secara spesifik itu mengalami penurunan suhu hingga di bawah 15 derajat Celsius.

Di wilayah Dieng, embun es menyelimuti kawasan candi yang luas. Layaknya negara-negara di benua Eropa, embun membeku menjadi es dan menebal. Bahkan, suhu -9 derajat Celsius terasa di kompleks Candi Arjuna.

Fenomena tersebut membuat daya tarik pariwisata Dieng semakin meningkat. Banyak turis yang berkunjung ke Dieng hanya untuk menyaksikan salju di negara tropis.

Tapi hati-hati, Anda yang akan berkunjung ke sana sebaiknya mempersiapkan diri dengan baik. Sebab, suhu yang kelewat dingin bisa bisa memberikan efek buruk terhadap tubuh, apalagi jika Anda terbiasa tinggal di negara tropis.

Masalah kesehatan akibat suhu dingin yang ekstrem

Beberapa masalah kesehatan yang mungkin terjadi akibat suhu dingin yang kelewat ekstrem, di antaranya:

  • Fungsi organ tubuh menurun

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, salah satu efek yang bisa timbul bila Anda berada di wilayah berudara sangat dingin adalah menurunnya kinerja dan fungsi organ tubuh. Organ yang paling merasakan dampaknya, yakni jantung.

“Saat Anda berada di wilayah yang terlampau dingin tanpa perlindungan cukup, denyut jantung akan menurun. Kalau detak jantung semakin melambat, hal itu bisa berakibat fatal,” jelas dr. Sepriani.

  • Mengalami alergi dingin yang parah 

Anda yang sedari awal punya alergi dingin juga bisa mengalami berbagai keluhan saat mengunjungi wilayah Dieng. Mungkin, ketika Anda di rumah, alergi dingin hanya kambuh di pagi hari saja. Nah, ketika Anda berkunjung ke Dieng dan kebetulan daya tahan tubuh sedang tak baik, reaksi alergi sangat mungkin untuk terjadi sepanjang hari.

“Bahkan kalau sudah parah, reaksi alergi tidak cuma berupa pilek atau bersin saja. Penderitanya juga bisa mengalami sesak napas,” tutur dr. Sepriani.

  • Cold urticaria 

Suhu dingin ekstrem bikin kulit juga berisiko mengalami berbagai masalah. Orang dengan tipe sensitif akan mudah terkena cold urticaria saat berada di wilayah yang sangat dingin.

Menurut dr. Sepriani, cold urticaria adalah gangguan pada kulit yang biasanya diderita oleh masyarakat yang tinggal di negara empat musim. Adapun gejala yang ditimbulkan, yaitu biduran di kulit dan terasa sangat gatal.

“Keluhan memang bisa diredakan dengan mengonsumsi obat alergi. Tetapi, selama penderitanya masih berada di wilayah itu, tentu saja gejalanya tidak akan hilang dengan mudah,” tutur dr. Sepri.

Bagaimana mencegahnya?

Bagi Anda yang penasaran dan ingin menyaksikan langsung kondisi Dieng, beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum keberangkatan adalah:

  • Gunakan jaket tebal, celana panjang, sepatu yang sesuai, serta sarung tangan 
  • Selalu konsumsi makanan berkuah hangat serta minuman yang hangat 
  • Gunakan hot pack agar tangan selalu hangat
  • Perbanyak gerak, khususnya jika Anda berada di wilayah yang dingin. 

Suhu dingin ekstrem di Dieng memang bikin penasaran. Namun, bila Anda termasuk orang yang sama sekali tidak kuat dingin, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk pergi ke sana. Tunggu sampai suhu kembali normal, agar tidak mengalami gangguan kesehatan yang bisa berakibat fatal.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar