Sukses

Ini Dia Bahaya Pakai Narkoba untuk Mengatasi Insomnia

Salah satu alasan pemakai narkoba menggunakan zat terlarang itu adalah untuk mengatasi insomnia. Tanpa disadari ada bahaya yang mengintai.

Klikdokter.com, Jakarta Fotografer Jerry Aurum ditangkap polisi lantaran terjerat kasus narkoba beberapa hari lalu. Jerry mengaku bahwa konsumsi narkoba ditujukan untuk mengatasi insomnia yang menganggunya dalam beberapa tahun terakhir.

Jerry awalnya hanya coba-coba untuk mengonsumsi obat-obatan haram tersebut. Namun lama-kelamaan, dirinya merasa semakin ketergantungan dan tak bisa lepas dari narkoba.

Narkoba, insomnia dan fakta medisnya

Berkaitan dengan pemakaian narkoba untuk mengatasi insomnia, dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, berkomentar. Menurutnya narkoba jenis depresan memang bisa membantu tubuh merasa relaks dan tenang, sehingga pengguna menjadi lebih mudah tidur.

"Kalau pakai narkotika yang jenis depresan, misalnya halusinogen, memang bisa membuat pemakainya lebih relaks. Selain itu, narkoba jenis tersebut juga membuat pacu jantung, frekuensi nadi, tekanan darah menjadi lebih rendah. Jadi, orang bisa lebih tenang dan bisa istirahat," ujar dr. Sepriani.

Namun tentu saja ada sejumlah efek negatifyang lebih merugikan. Menurut dr. Sepriani, ada bahaya yang mengintai akibat penggunaan narkoba jenis itu. Salah satu bahaya yang paling kentara adalah munculnya halusinasi, apalagi jika dosis penggunaan sudah sangat berlebihan.

"Jelas narkoba ada bahayanya, apalagi jika dipakai dalam waktu lama. Ini karena ketika memakai narkoba, makin lama dikonsumsi tubuh akan ‘minta lebih’. Misalnya, biasa memakai dosis sedikit sudah memberikan tenang. Tapi lama-kelamaan, dosis yang sedikit itu sudah tak lagi mampu bikin tenang.  Jadi mau tidak mau harus menambah dosis agar efeknya benar-benar terasa," jelas dr. Sepriani.

"Kalau dosisnya ditambah terus dan sudah sangat tinggi, efeknya bukan hanya lebih tenang, tapi juga halusinasi, tekanan darah turun drastis, keringat dingin dan gemetaran. Bukan tidak mungkin penggunanya juga akan mengalami keracunan," tutur dr. Sepri.

Tak hanya itu, penggunaan narkoba jenis apapun juga bisa memberikan efek jangka panjang berupa:

1. Penyakit menular

"Gangguan pada fungsi otak berpotensi membuat pengguna narkoba berpikir secara tidak rasional, termasuk dalam memperoleh obat-obatan terlarang," kata dr. Andika Widyatama dari KlikDokter.

Biasanya untuk mendapatkan barang haram itu, beberapa pengguna bahkan tanpa pikir panjang menggunakan alat suntik secara bergantian dengan orang lain. Padahal, penggunaan jarum suntik secara bergantian meningkatkan risiko penularan penyakit, seperti hepatitis atau HIV.

2. Gangguan pada organ tubuh

Penggunaan narkoba dalam jangka waktu yang lama akan merusak fungsi berbagai organ di dalam tubuh. Beberapa organ yang terkena, misalnya sistem saraf, jantung dan pembuluh darah, pernapasan, pencernaan, endokrin, reproduksi, dan jaringan tubuh lainnya.

3. Depresi

Narkoba mampu menekan fungsi sistem saraf pusat dan mengurangi fungsi kerja tubuh secara menyeluruh. Hal tersebut bisa menimbulkan perasaan tertekan dan depresi. 

"Akibatnya, mereka yang kecanduan narkoba cenderung menyendiri dan tidak mau bersosialisasi dengan orang lain. Produktivitas pun menjadi sangat berkurang," kata dr. Andika.

4. Kematian

Efek paling bahaya dari narkoba adalah menyebabkan kematian akibat overdosis. Hal ini biasanya terjadi pada mereka yang sudah benar-benar ketergantungan dan tak bisa hidup tanpa narkoba.

Bermacam efek membahayakan seperti yang dijelaskan di atas rupanya tidak pernah direnungkan oleh pengguna narkoba. Mereka hanya mencari sensasi sesaat tanpa berpikir tentang efek fatal yang mengancam kesehatan bahkan jiwa mereka.

Jika Anda mengalami insomnia, jangan pernah mencoba mengatasinya dengan memanfaatkan narkoba seperti yang dilakukan oleh Jerry Aurum. Konsultasikan dengan dokter agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar