Sukses

Jangan Coba-coba dengan Narkoba, Ini Bahayanya!

Narkoba, apa pun bentuknya, memang menawarkan kenikmatan tersendiri untuk sementara waktu. Namun di balik itu, efek bahayanya jauh lebih besar, berikut adalah ancaman serius penggunaan narkoba bagi kesehatan

Perang melawan narkoba terus dilancarkan, meski seolah belum bisa menyadarkan pengguna sadar akan bahaya narkoba. Penggunaan dan peredarannya pun masih terhitung masif hingga kini.

Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Zat atau obat ini—baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semisintetis—yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Pada mulanya, zat atau obat golongan ini digunakan untuk kepentingan pengobatan dan rehabilitasi pasien sesuai dengan kebutuhan medis. Namun, rupanya masih banyak orang yang menyalahgunakan narkoba untuk kepentingan lain.

Saat digunakan berlebihan, barang haram ini dapat menimbulkan kecanduan. Di sisi lain, penyalahgunaan obat dan zat ini dapat berujung pada sanksi hukum.

Artikel lainnya: Cara Membantu Orang yang Ketergantungan Narkoba

1 dari 4 halaman

Indonesia Darurat Narkoba

Ancaman kesehatan dan hukum rupanya tak “menyurutkan” peredaran narkoba di Indonesia. Dari yang mulanya hanya menjadi negara transit, kini Indonesia beralih menjadi negara tujuan perdagangan narkoba ilegal.

Sementara itu, menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), pada tahun 2019 setidaknya ada 3,6 juta pengguna narkoba di Indonesia dan jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 0,03 persen. Jenis narkoba yang paling banyak digunakan adalah ganja.

Kebanyakan pengguna barang haram itu mengawalinya dengan ‘coba-coba’, hingga jadi kecanduan. Stres, sulit tidur, penambah stamina, mencari ketenangan, dan pengaruh lingkungan pertemanan dijadikan alasan oleh penggunanya.

Padahal, “kenikmatan” yang diberikan narkoba bersifat semu, sementara, dan berujung maut.

Bahaya narkoba pun nyaris mengintai semua golongan dan usia. Mulai dari anak-anak, pekerja kantoran, hingga ibu rumah tangga. Bahkan, sejumlah artis dan pesohor tanah air pernah diciduk akibat mengonsumsinya.

Pengguna narkotika didominasi oleh remaja usia produktif dengan kelompok usia 18-25 tahun. Pengedar obat-obatan terlarang juga mulai mengincar kelompok usia 15-17 tahun untuk menjaga kelompok pengguna tersebut agar  tetap menggunakan sampai usia diatas 50 tahun.

United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) dalam World Drugs Report tahun 2018 merilis bahwa ada 5,6 persen dari penduduk dunia dengan kelompok usia 15-64 tahun yang pernah mengonsumsi narkoba.

Badan Narkotika Nasional (BNN) juga menyebutkan angka penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Indonesia sebesar 2,29 juta orang pada kelompok usia pelajar. Pengguna ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya menjadi 24-28 persen untuk kelompok usia pelajar.

Artikel lainnya: Mengapa Narkoba Bisa Bikin Kecanduan?

2 dari 4 halaman

Dampak Penyalahgunaan Narkoba Jangka Pendek

Menggunakan narkoba secara bebas tentu memberikan dampak yang buruk bagi tubuh. Secara garis besar, ada dua bahaya menggunakan narkoba yang bisa terjadi, yaitu dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang.

Dampak penyalahgunaan narkoba jangka pendek antara lain:

  • Dehidrasi

Efek samping dari penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Akibatnya, tubuh dapat mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.

Saat dehidrasi berkepanjangan, seseorang dapat mengalami penurunan kesadaran dan kerusakan pada organ tubuh.

  • Halusinasi

Halusinasi menjadi salah satu dampak dari penggunaan narkoba yang sering dijumpai. Jenis narkoba yang sering menimbulkan halusinasi adalah penggunaan ganja.

Halusinasi yang berlebihan dapat menyebabkan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan.

  • Gangguan Sistem Pencernaan

Sering kali pengguna obat-obatan terlarang ini menambah dosis sesuka hati. Akibat dari dosis yang berlebih dapat menyebabkan gangguan sistem pencernaan, seperti mual, muntah, diare atau konstipasi dan hilangnya nafsu makan.

  • Menurunnya Kualitas Tidur

Narkotika golongan antidepresan memang dapat membantu mengatasi keluhan gangguan tidur, seperti insomnia, jika digunakan sesuai dosis tubuh.

Namun, jika digunakan tanpa pengawasan tentu saja dapat menyebabkan gangguan kualitas tidur seseorang.

Begitu juga apabila menggunakan obat golongan stimulan seperti kokain, maka tubuh akan timbul efek berkebalikan.

Yaitu, pengguna akan merasakan adanya energi yang berlebih atau hiperaktif, detak jantung meningkat, lebih percaya diri dan merasakan kesegaran. Akibatnya pemakai golongan stimulan akan sulit untuk tidur atau beristirahat.

Artikel lainnya: Narkoba Picu Depresi, Ini Fakta Medis Sebenarnya

3 dari 4 halaman

Dampak Jangka Panjang Penyalahgunaan Narkoba

Sementara itu, dampak jangka panjang dari penyalahgunaan narkoba adalah:

  • Menurunnya Kualitas Hidup

Tentu penyalahgunaan narkoba dapat merusak hidup seseorang. Tak sedikit peristiwa yang membuktikan narkoba dekat dengan kriminalitas dan tindakan penyimpangan lain, seperti seks bebas.

Tak jarang, narkoba membuat seseorang melakukan apa saja, termasuk mencuri atau perbuatan terlarang lainnya. Bahkan, bukan tak mungkin sang pencandu akhirnya menjadi pengedar narkoba demi mendapatkan uang.

Di samping itu, narkoba juga dapat mengubah perilaku seseorang menjadi lebih kasar dan menurunkan nilai moralitas yang dimilikinya.

  • Kerusakan Organ Tubuh Penting

Organ tubuh penting, seperti otak, jantung, paru-paru hingga ginjal dapat mengalami kerusakan secara perlahan. Terlebih pada orang yang sering mengalami kejang, sesak napas, serta dehidrasi akibat dosis yang berlebihan.

  • Meningkatnya Risiko HIV-AIDS

Risiko terinfeksi penyakit HIV/AIDS tentu saja meningkat, terlebih jika menggunakan narkotika melalui jarum suntik dan melakukan tindakan yang menyimpang seperti seks bebas.

  • Kematian

Kematian merupakan akibat terakhir dari penyalahgunaan narkoba. Jika pengguna narkotika menggunakan dosis tinggi dan menyebabkan kondisi overdosis, tubuh dapat mengalami kejang.

Apabila kondisi kejang ini terus berulang, berlangsung lama, dan tidak segera ditangani, maka dapat menyebabkan kematian.

Melihat bahaya narkoba di atas, singkirkan pikiran Anda untuk mencoba-coba barang haram tersebut. Lebih baik jalani hidup dengan cara sehat. Seperti berolahraga, menjalani hobi, serta konsumsi makanan sehat. Intip tips kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS]

3 Komentar

  • Richard Bernard Salakory

    Narkoba itu adalah alat Iblis Setan utk menghancurkan umat manusia entah itu xxxxx agamanya atau Nasrani dan xxxxx ,Budda bahkan yg ateis sekalipun jadi jng main-main dng NARKOBA hati-hati NARKOBA ngajak orang ke NARAKA ingat itu jng main-main dan coba-coba dng yg namanya NARKOBA.

  • Ahmad Shofwan

    iya.. tahu

  • Nur Aisyah

    semoga allah memberi kemudahan. kekuatan .dan kesuksesan untuk semua yg terkait dlm memberantas barang haram ini amiiiiiiin yarobbalalamin smg allah lsg menjamah doa kita